March 21, 2014 at 11:42pm
Aku Suka Matamu…
Syahdan, di sebuah zaman, hiduplah seorang gadis shalehah bermata indah di sebuah pemukiman yang sangat nyaman. Ia masih tinggal dengan kedua orang tua yang sangat luar biasa yang berhasil mendidik dan menjaganya sehingga ia tumbuh menjadi seorang gadis yang benar-benar bisa menjaga diri.
Si gadis yang sedang tumbuh dewasa itu bukan hanya memiliki akhlak yang indah namun juga wajah yang sama sempurna dengan akhlaknya. Saya ingin sekali menyebutnya dengan istilah ‘Ahsani Taqwiim’. Karena khawatir keindahan itu menjadi fitnah, si gadis meutuskan untuk memakai purdah (cadar) ketika ia memasuki usia remaja.
Dan dari mana lahir seorang anak dara seluarbiasa itu jika bukan dari sepasang orangtua yang telah Allah fahamkan agama yang sempurna ke dalam hatinya. Sang Ayah adalah seorang laki-laki hebat yang tak pernah membiarkan istri dan anak gadisnya pergi ke luar rumah tanpa dikawal olehnya. Sesibuk apapun beliau, selalu saja memberikan waktu khusus untuk keluarganya dan membereskan semua urusan ekstern dalam rumah tangga mereka.
Namun takdir waktu kemudian mengubah sesuatu. Formasi kepala keluarga yang sangat berhasil dipangku oleh Ayah yang luar biasa itu, kini mulai sedikit melemah karena beliau mendadak sakit. Dan beliau hanya memiliki seorang istri dan seorang anak saja yang bisa menolongnya merawatnya di rumah. Dan ketika suatu saat keadaan si ayah bertambah lemah, ibunda yang bijaksana memutuskan untuk mengutus anak gadisnya mencarikan obat untuk ayahnya di kota.
Si gadis yang hampir tak pernah keluar rumah awalnya merasa sedikit takut, namun demi kesembuhan ayah tercinta semuanya rela ia lakukan.
Setelah mendapatkan seorang kawan yang cocok dan dapat dipercaya, ia pun kemudian berangkat ke kota demi menemui seorang thabib termahsyur di daerahnya untuk mendapatkan obat terbaik bagi orang yang paling dikasihinya dimuka bumi, her dad. She did the same as I do ( #curhat :”) ).
Namun ketika dalam perjalanannya kembali ke rumah, sesuatu terjadi..
Keberadaan seorang pemuda asing mengganggu kenyamanannya. Pemuda tersebut terus menerus menatap ke arahnya. Tak berpindah sedikitpun pandangan itu dari wajahnya. Si gadis menjadi risih. Apa yang salah dengan dirinya?? Bukankah ia berpakaian taqwa dan menutup seluruh wajahnya dengan cadar. Hanya matanya yang sedikit ia biarkan terbuka karena dia sedang ingin membaca. Namun menyadari keadaan itu, ia langsung menutup buku dan menarik purdahnya untuk menutupi mata indah miliknya.
Selang beberapa saat dari kejadian itu, si gadis telahpun memaksa dirinya melupakan kejadian tersebut karena ia merasa malu kepada Allah. Ia malu telah membiarkan seorang laki-laki asing melihat ke arahnya. Namun, sebuah surat bersampul biru kemudian menyeretnya untuk kembali mengingat kejadian buruk dalam kendaraan yang di sewanya kembali ke desanya saat itu.
Dan surat itu ternyata berasal dari laki-laki asing yang sempat menggaggu alam fikirnya beberapa waktu. Dan laki-laki aneh itu menyampaikan maksud hatinya untuk meminang sang gadis karena sungguh MATA sang gadis itu telah menawannya dan menyiksa hatinya selama ini.
“I love your eyes.” Tulisnya dalam surat itu. “Would you like to marry me?”
Namun laki-laki itu sedang dalam keadaan menuntut ilmu sehingga mengharuskannya untuk tidak menikah dulu.
Keberadaan surat itu ternyata memperburuk suasana hati sang gadis dan membuatnya merasa semakin berdosa. Ia beristighfar terus menerus dan kemudian sebuah jalan keluar hadir di hadapannya. Sang ahsani taqwiim itu kemudian memutuskan untuk merelakan mata indahnya dihadiahkan kepada ‘secret admirer’ karena mata itulah yang telah menyeretnya dalam dosa-dosa. Ia merasakan tak berhasil menjaganya dengan baik.
Maka keputusan terakhir yang dibuatnya adalah mengirimkan sebuah surat kepada lelaki itu dan menghadiahinya sepasang mata, ya sepasang mata indah yang direlakan sang gadis tak lagi menyempurnakan keindahan wajahnya. Hanya karena ia TAKUT kepada DOSA. Ia TAKUT kepada ALLAH. T_T. (Takutkah kita???)
Dan saya hanya mengarang-ngarang saja apa yang ditulis oleh gadis itu dalam suratnya.
“ Jika sepasang mata ini telah menyebabkan kau dan aku berdosa, maka ambillah. Aku telah merelakannya untukmu, karena aku takut kepada Sang Pemilik mata itu. Aku takut Allah memurkaiku hanya karena sepasang mata..”
Begitulah akhir kisah ini saudaraku. Betapa sang gadis bermata indah itu telah mengajarkan kita sesuatu.
Berhati-hatilah dengan pandanganmu. Karena pandangan itu adalah salah satu dari panah-panah syaithan.
You have already known that !!
Syahdan, di sebuah zaman, hiduplah seorang gadis shalehah bermata indah di sebuah pemukiman yang sangat nyaman. Ia masih tinggal dengan kedua orang tua yang sangat luar biasa yang berhasil mendidik dan menjaganya sehingga ia tumbuh menjadi seorang gadis yang benar-benar bisa menjaga diri.
Si gadis yang sedang tumbuh dewasa itu bukan hanya memiliki akhlak yang indah namun juga wajah yang sama sempurna dengan akhlaknya. Saya ingin sekali menyebutnya dengan istilah ‘Ahsani Taqwiim’. Karena khawatir keindahan itu menjadi fitnah, si gadis meutuskan untuk memakai purdah (cadar) ketika ia memasuki usia remaja.
Dan dari mana lahir seorang anak dara seluarbiasa itu jika bukan dari sepasang orangtua yang telah Allah fahamkan agama yang sempurna ke dalam hatinya. Sang Ayah adalah seorang laki-laki hebat yang tak pernah membiarkan istri dan anak gadisnya pergi ke luar rumah tanpa dikawal olehnya. Sesibuk apapun beliau, selalu saja memberikan waktu khusus untuk keluarganya dan membereskan semua urusan ekstern dalam rumah tangga mereka.
Namun takdir waktu kemudian mengubah sesuatu. Formasi kepala keluarga yang sangat berhasil dipangku oleh Ayah yang luar biasa itu, kini mulai sedikit melemah karena beliau mendadak sakit. Dan beliau hanya memiliki seorang istri dan seorang anak saja yang bisa menolongnya merawatnya di rumah. Dan ketika suatu saat keadaan si ayah bertambah lemah, ibunda yang bijaksana memutuskan untuk mengutus anak gadisnya mencarikan obat untuk ayahnya di kota.
Si gadis yang hampir tak pernah keluar rumah awalnya merasa sedikit takut, namun demi kesembuhan ayah tercinta semuanya rela ia lakukan.
Setelah mendapatkan seorang kawan yang cocok dan dapat dipercaya, ia pun kemudian berangkat ke kota demi menemui seorang thabib termahsyur di daerahnya untuk mendapatkan obat terbaik bagi orang yang paling dikasihinya dimuka bumi, her dad. She did the same as I do ( #curhat :”) ).
Namun ketika dalam perjalanannya kembali ke rumah, sesuatu terjadi..
Keberadaan seorang pemuda asing mengganggu kenyamanannya. Pemuda tersebut terus menerus menatap ke arahnya. Tak berpindah sedikitpun pandangan itu dari wajahnya. Si gadis menjadi risih. Apa yang salah dengan dirinya?? Bukankah ia berpakaian taqwa dan menutup seluruh wajahnya dengan cadar. Hanya matanya yang sedikit ia biarkan terbuka karena dia sedang ingin membaca. Namun menyadari keadaan itu, ia langsung menutup buku dan menarik purdahnya untuk menutupi mata indah miliknya.
Selang beberapa saat dari kejadian itu, si gadis telahpun memaksa dirinya melupakan kejadian tersebut karena ia merasa malu kepada Allah. Ia malu telah membiarkan seorang laki-laki asing melihat ke arahnya. Namun, sebuah surat bersampul biru kemudian menyeretnya untuk kembali mengingat kejadian buruk dalam kendaraan yang di sewanya kembali ke desanya saat itu.
Dan surat itu ternyata berasal dari laki-laki asing yang sempat menggaggu alam fikirnya beberapa waktu. Dan laki-laki aneh itu menyampaikan maksud hatinya untuk meminang sang gadis karena sungguh MATA sang gadis itu telah menawannya dan menyiksa hatinya selama ini.
“I love your eyes.” Tulisnya dalam surat itu. “Would you like to marry me?”
Namun laki-laki itu sedang dalam keadaan menuntut ilmu sehingga mengharuskannya untuk tidak menikah dulu.
Keberadaan surat itu ternyata memperburuk suasana hati sang gadis dan membuatnya merasa semakin berdosa. Ia beristighfar terus menerus dan kemudian sebuah jalan keluar hadir di hadapannya. Sang ahsani taqwiim itu kemudian memutuskan untuk merelakan mata indahnya dihadiahkan kepada ‘secret admirer’ karena mata itulah yang telah menyeretnya dalam dosa-dosa. Ia merasakan tak berhasil menjaganya dengan baik.
Maka keputusan terakhir yang dibuatnya adalah mengirimkan sebuah surat kepada lelaki itu dan menghadiahinya sepasang mata, ya sepasang mata indah yang direlakan sang gadis tak lagi menyempurnakan keindahan wajahnya. Hanya karena ia TAKUT kepada DOSA. Ia TAKUT kepada ALLAH. T_T. (Takutkah kita???)
Dan saya hanya mengarang-ngarang saja apa yang ditulis oleh gadis itu dalam suratnya.
“ Jika sepasang mata ini telah menyebabkan kau dan aku berdosa, maka ambillah. Aku telah merelakannya untukmu, karena aku takut kepada Sang Pemilik mata itu. Aku takut Allah memurkaiku hanya karena sepasang mata..”
Begitulah akhir kisah ini saudaraku. Betapa sang gadis bermata indah itu telah mengajarkan kita sesuatu.
Berhati-hatilah dengan pandanganmu. Karena pandangan itu adalah salah satu dari panah-panah syaithan.
You have already known that !!
No comments:
Post a Comment