Saturday, 3 May 2014

BAHAGIA

 
BAHAGIA

Setelah akhir perjuangan cinta mereka, merekapun bersatu dan hidup bahagia seeelamanya.  THE END.

Begitulah lazimnya akhir dari sebuah cerita atau dongeng yang sering kita dengar. Tapi sebuah happy ending yang sering disajikan dalam dongeng,  tidaklah sama dengan sebuah akhir bahagia dalam kisah hidup yang sesungguhnya.

Dalam dunia nyata, sebuah akhir yang bahagia merupakan awal dari sebuah perjuangan yang baru. Selalu saja ada sebuah pertempuran untuk merebut kebahagiaan hakiki di atas panggung sandiwara kehidupan nyata. Selalu. Tak pernah putus. Bahkan, semakin seseorang dihadapkan dengan sebuah kebahagiaan yang tak terdefinisi waktu, maka cobaan yang akan dihadapi olehnya akan semakin berat.

Bukankah bahagia itu sebuah anugrah yang maha dahsyat . Sesuatu yang luar biasa pastinya mesti diperjuangkan dengan air mata dan darah. Tak mungkin didapat dengan cuma-cuma. Semakin berat rintangan yang kita hadapi untuk menuju tangga bahagia, maka semakin hebatlah perasaan itu kita rasakan ketika kita dapat berhasil meraih puncak tangga.

Pastinya kita semua tidak pernah lupa dengan kalam-Nya :

**Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. 2:155)


Apakah bahagia bisa datang melenggang dengan santai sebelum kita diuji dengan sedikit ketakutan,kelaparan, kemiskinan, dan kehilanga orang-orang yang terdekat?

Belum kawan, kita belum dikunjungi oleh bahagia yang sebenar sebelum kita melalui semua itu.

Cerita hidup tidak berhenti dalam satu bab atau satu episode seperti dalam film layar lebar. Setelah kita melalui sebuah episode dengan akhir bahagia, akan selalu ada babak-babak selanjutnya yang tak pernah jenuh datang menghampiri  dengan secontainer penuh cobaan yang akan disajikan kehadapan kita.

Bahkan dalam cerita dongeng sekalipun, ketika seorang sutradara ingin menampilkan babak baru untuk judul yang sama, maka perjuangan tokoh dalam dongeng tersebutpun harus diperpanjang. Seperti dalam cerita Cinderella yang pada babak pertama ditutup dengan : akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Cerita yang terjual jutaan copy di seluruh dunia ini, hanya bisa bertahan tidak lebih dari 3 tahun. Karena tuntutan audience bukan hanya pada sebuah akhir bahagia yang monoton, sang sutradarapun harus kembali menyusun kesulitan demi kesulitan untuk me-release babak ke dua dalam fairytale tersebut.

Apalagi dalam kehidupan yang bukan sinetron ini, keadaan yang statis dan monoton hanya akan membuat manusia bosan. Manusia dilahirkan untuk berjuang, maka sepanjang hidupnya manusia hanya akan bahagia setelah menyelesaikan sebuah pertempuran melawan keadaan, melawan lingkungan, melawan masa, bahkan pertempuran melawan diri sendiri. Dan ujung dari perjuangan yang panjang itulah yang disebut dengan keBAHAGIAan.

Dan ingatlah, Sang Pemberi Bahagia telah mengingatkan, bahwa BAHAGIA itu selalu berbanding lurus dengan keSABARan. Tiada bahagia tanpa kesabaran yang tak putus, karena hidup bukanlah dongeng, dan lakonnya bukanlah sandiwara belaka. Ini perjuangan, Kawan.

Ishbiru washaabiru : bersabarlah, dan perteballah kesabaran.

Itulah saja kuncinya.

Maka setelah kita mampu mendapatkan kuncinya, disitulah pintu bahagia itu akan terbuka dengan lebar, dan kebahagiaan yang sebenarnya telah laamaaaaaaaaaa sekali menunggu kitapun akan datang menghampiri.

Dan  bukankah surga itu hanya diciptakan untuk orang-orang yang sabar. Sabar menghadapi cobaan, sabar menghayati bait-bait panjang dan menahan diri untuk menyempurnakan setiap rukun dalam setiap shalat yang dilaluinya minimal 5x sehari. Sabar menahan seluruh inderanya ketika berpuasa. Rela membagikan hasil keringatnya untuk orang-orang yang membutuhkan. Sabar ketika bersusah payah dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kegiatan yang tidak biasa kita lakukan pada saat menunaikan haji. Juga sabar dalam menghadapi segala macam cobaan hidup. Setelah itu semua, kunci bahagia itu baru kita miliki. Sampai akhirnya kunci itu kita pakai untuk membuka bilik-bilik yang telah dikhususkan untuk kita di surga. Dan itulah yang namanya kebahagiaan yang hakiki, yang tak pernah putus dan tak pernah habis.

Semoga kita semua dibersamai-Nya dalam perjuangan mencari kunci kebahagiaan. Dan akhrnya kita bisa HIDUP BAHAGIA SELAMANYA DI SURGA.. aaaamiin

No comments:

Post a Comment