Saturday, 2 November 2013

SUDUT PANDANG

Syahdan, di suatu masa, tersebutlah dua orang pemuda yang berguru kepada seorang Syeikh. Mereka mendapatkan banyak sekali ilmu tentang segala hal, utamanya tentang syariah dan hidup bermasyarakat.

Sebuah pesan guru yang selalu mereka ingat bahwa dua hal yang akan menghancurkan seorang pemuda : khamr alias al-kuhl (baca : alcohol ) dan syahwat tak halal terhadap lawan jenis.

Jadilah dua hal tersebut sedapat mungkin selalu mereka jauhi hingga akhir masa belajarpun tiba. Merekapun kembali pulang ke daerah asal masing-masing untuk menyebarkan semua ilmu yang telah mereka dapatkan dari Sang guru.

Di dalam perjalannya, mereka berdua melewati sebuah desa yang baru saja terkena musibah banjir. Tak ada seorang manusiapun disana yang mereka temukan selamat. Semua tubuh yang mereka temui sudah tak bernyawa, hingga mereka mendengar sebuah rintihan dari bawah sebatang pohon, “Tolong, tolong saya.”
Merekapun berlari mendekati asal suara dan menemukan seorang perempuan muda dengan tubuh penuh lumpur dan pakaian yang sudah compang camping.

Melihat pemandangan tersebut, pemuda I berseru, “ Ayo, cepat kita tolong dia. Dia membutuhkan bantuan segera.”

“ Tapi guru tidak membolehkan kita menyentuh seorang perempuan”, hardik Pemuda II.

“Kita bukan akan menyentuh seorang perempuan, hanya membantu menolong korban bencana alam.” Timpal Pemuda I seraya tersenyum.

“Tapi korbannya adalah seorang perempuan, dan kita tau apa hukum menyentuh seorang perempuan.” Ucap Pemuda II kekeh.

“Kita tak punya banyak waktu, dia butuh pertolongan.” Ujar Pemuda I sembari membopong tubuh lunglai perempuan muda tak berdaya di atas pundaknya.

Sepanjang jalan mereka tak lagi bercakap-cakap, sang Pemuda I hanya diam sementara Pemuda II terus-terusan berucap istighfar.

Setibanya mereka di perkampungan terdekat, mereka segera menyerahkan korban tadi ke rumah salah orang penduduk desa dan mereka kembali melanjutkan perjalanannya.

“Kau harus bertaubat, Kawan.” Pemuda II berujar dengan sungguh.

“Untuk kesalahan yang mana? “ Tanya Pemuda I.

“Kau telah menyentuh seorang perempuan yang bukan mahrammu.” Suara Pemuda II terdengar agak bergetar karena sedih memikirkan sahabatnya yang seakan telah lupa dengan ajaran yang telah mereka dapatkan selama bertahun ini.

“Bukan hanya aku yang menggendongnya, Saudaraku. Aku membawanya di atas punggungku sejauh 3 kilometer, tapi Kau telah membawa gadis itu dalam pikiranmu hingga saat ini.” Pemuda I berucap panjang lebar.

“Aku mungkin bersalah karena menyentuh seorang perempuan. Tapi kita akan sama-sama memikul beban rasa bersalah seandainya kita masih meninggalkannya di bawah pohon di tengah tumpukan manyat dan lumpur.” Sambung Pemuda I.

Pemuda II hanya diam mendengarkan kata demi kata yang diucapkan oleh saudara seperguruannya.

Kalau boleh saya ingin menarik ibrah dari cerita kedua pemuda di atas.

Kedua pemuda tsb adalah keluaran sebuah perguruan yang sama, belajar pada seorang guru yang sama, dan mewarisi ilmu yang persis sama dari Guru mereka.

Namun, pada pengaplikasiannya, mereka memilih cara yang berbeda. Salahkah murid I melanggar aturan untuk menyentuh lawan jenis karena tujuan ingin menolong? Atau salahkah murid II ketika melihat orang dalam kesusahan namun tak berusaha menolongnya karena takut dosa?

Menurut logika dari si awam (penulis -red) ini, keduanya tak salah. Hanya cara pandang mereka melihat sebuah masalah yang berbeda. Keduanya ingin menjalankan ajaran sang guru dengan sebaik-baiknya tanpa berusaha pelanggaran sedikitpun. Namun pada penerapapan dalam lingkungan, mereka terpaksa memutuskan sendiri apa yang harus mereka lakukan ketika bertemu dengan masalah-masalah yang belum pernah mereka temui di saat belajar dulu.

Mereka akan segera turun ke masyarakat. Mereka akan tinggal di dua lingkungan yang berbeda. Merekalah yang kemudian akan memutuskan bagaimana menyelesaikan semua urusan yang ditemui dalam bermasyarakat. Apabila ternyata  nantinya dalam lingkungan kehidupan, mereka harus membuat dua keputusan yang tidak persis sama namun tujuannya tetap ‘menyelesaikan masalah dengan sebaik mungkin’, apakah salah satu dari mereka bisa kita stempelkan dengan dengan logo ‘jahil’ di belakang namanya? Padahal kita tahu bahwa mereka berdua adalah penganut agama yang tha’at. Dua-duanya masih setha’at dulu di saat mereka masih di bawah penjagaan ketat sang guru.

Begitulah juga dengan keadaan di lingkungan kita dewasa ini. Semua orang berteriak bahwa merekalah yang paling benar. Bahwa kaum yang tak ikut dalam kelompok mereka semuanya salah, semunya sesat, padahal mereka tahu bahwa orang yang sedang diteriaki itu adalah saudaranya seagama.
Hanya karena aplikasi dalam mengamalkan agama yang berbeda kita mengembelkan saudara kita dengan sebutan ‘munafik, bahkan ‘kafir’.

Siapa sih kita ini hingga berani memberi cap salah kepada semua orag yang tak berpandangan sama dengan kita? Sudah sempurnakah iman kita sehingga berani mengambil keputusan yang sebenarnya hanya hak Tuhan, bahwa sebuah golongan akan di tempatkan di neraka atau di surga.

Bukalah mata. Semua muslim bersaudara. Semua muslim wajib belajar tentang agama yang sedang diamalkannya. Tapi bedanya lingkungan dan situasi membuat kita berbeda paham tentang cara pengamalan ajaran-ajaran yang telah sama-sama kita pelajari dari kecil.

Kita semua adalah saudara.. Tak perlulah merasa lebih baik dari orang lain hanya karena sebuah pikiran (maaf) ‘picik’ yang menganggap bahwa golongan saya-lah golongan AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH itu.

Bukti lebih penting dari sebuah label. Sepakat??

NB : terinspirasi dari novel Sepatu Dahlan

OBESITAS dan MUSLIMAH

October 30, 2013 at 10:19am

A. Apa dan Bagaimana

Siapa yang belum kenal dengan obesitas mari ikut saya.

Obesitas yang dlm kamus besar bahasa Indonesia dimaknai dengan kelebihan berat badan, dewasa ini menjadi momok bagi kebanyakan perempuan Negara maju dan Negara berkembang.

Kelebihan yang selalu saja dianggap sebagai sebuah kekurangan ini selain membahayakan kesehatan juga membahayakan kehidupan social dan ekonomi seorang manusia terutama yang berjenis kromosom XX.

Dalam kehidupan socialnya, seorang perempuan suka menghargai diri dan meuntut penghargaan dari lingkungan dengan tampil cantik yang notabenenya berwajah indah dan mempunyai berat badan ideal (baca : langsing ).

Dalam kehidupan perekonomian lagi-lagi syarat untuk mendapatkan sebuah pekerjaan di banyak instansi, seorang perempuan diwajibkan untuk berpenampilan menarik dengan garis bawah idem yang di atas : wajah cantik dan tubuh langsing.

Mendapatkan wajah cantik berseri, bebas kusam, putih merona, tanpa noda tersisa, adalah hal yang sangat mudah didapatkan dewasa ini, karena berbagai macam krem ajaib telah tersedia di warung-warung kecil tempat anda biasa membeli sabun colek. Dengan bandrolan harga sekitar 200an anda bisa tampil pucat dalam tujuh hari.

Tapi tidak begitu halnya dengan obesitas. Walaupun berbagai macam produk ditawarkan untuk mengurangi berat badan, namun produk-produk tersebut lebih sering membawa hasil kegagalan daripada sebuah kesuksesan. Tak banyak perempuan yang berhasil mengubah kembali labu tanah menjadi labu air hanya dengan meneguk jamu-jamu pahit yang rasanya tak bisa hilang hingga seminggu  walau berjirgen-jirgen air telah kandas.

Oleh itu, mereka kemudian mencoba cara lain untuk membuang kembali lemak-lemak yang telah kadung betah di dalam tubuh mereka. Dimulai dari diet ketat, berolah raga tanpa biaya, mengkonsumsi pil-pil diet dari yang berharga 10 ribuan sampai ratusan ribu, hingga sedot lemak yang meghabiskn biaya ratusan juta rupiah.

Gilanya seorang perempuan rela melakukan apa saja demi sebuah kata ‘cantik’.

Namun  hal tersebut tidak berlaku terhadap seorang muslimah. Bukan kata cantik yang menghantuinya sehingga seorang muslimah juga terkesan memusuhi obesitas. Bukan, sekali-kali bukan karena itu. Ini lebih karena tuntunan menutup aurat dengan benar seperti yang telah digariskan dalam syariah : berpakaian longgar dan tidak membentuk badan.

Coba anda renungkan bagaimana nasib seorang muslimah berberat badan 45 kg dengan baju-baju gembrongnya, tiba-tiba harus berpakaian sempit hanya karena berat badannya bertambah 15kg. Bukan style berpakaian yang mereka ubah, namun pertambahan berat badan itu telah tanpa sengaja mencetak beberapa lekuk di kanan kiri, di bagian depan dan belakangnya juga mengangkat beberapa centi lambaian kerudung lebarnya.

Salahkah mereka jika kemudian harus tetap beraktifitas dengan pakaian-pakaian sempit karena tak mampu terus menerus membelanjai diri dengan pakaian-pakaian baru yang sesuai dengan tuntutan badannya kini? Salahkah?

Saya yakin anda setuju dengan saya, bahwa itu bukanlah salah mereka. Namun aurat tetaplah aurat, harus ditutup dengan sempurna bagaimanapun caranya. Bahkan jika perlu seluruh muslimah di dunia harus bisa menjahitkan bajunya sendiri untuk mengatasi masalah ini. Namun lagi-lagi itu bukanlah hal yang mudah. Karena itulah para muslimah juga ikut terkena sindrom galau ketika dihadapkan dengan masalah obesitas ini.

B. Asbab dan Pencegahan

Ketidakberhasilan mencegah obesitas pada sebagian besar perempuan sering terjadi karena ketidakpedulian mereka tentang penyebab kelainan tersebut. Padahal mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil seperti merutinkan sarapan pagi dapat sangat membantu misi mulia ini.

Kebiasaan melewatkan sarapan pagi dan menumpuk snack pada saat brunch (antara breakfast and lunch) kemudian membalas dendam pada saat makan siang adalah salah factor penyebab utama obesitas. Selain itu terlalu banyak mengkonsumsi gula dan makanan yang mengandung karbohidrat secara bersamaan - seperti : makan nasi dengan minuman manis (teh/sirup) atau kebiasaan makan buah segera setelah makan nasi- juga dapat menyebabkan masalah ‘kebesaran’ yang tak diharapkan.

Dan lagi, makan malam ( dan makan lain) terlalu larut dapat menyebabkan kekacauan dalam system pencernaan yang seharusnya juga beristirahat di malam hari  namun tetap dipaksa bekerja di break time-nya membuat penyaringan dan penyaluran makanan tidak berjalan lancar.

Kurangnya cairan tubuh juga dapat memperlambat proses pencernaan yang menyebabkan susahnya pengolahan makanan di dalam usus besar. Ditambah lagi dengan pembuangan yang tidak teratur menyebabkan adanya penumpukan sisa-sisa makanan yang tak layak pakai namun terpaksa dipakai kembali oleh tubuh karena masih berada di dalam usus.

Setelah mengetahui sebab-sebab kehadiran momok obesitas, agaknya lebih mudah bagi kita untuk mulai melirik kembali cara-cara mengurangi dan mencegah obesitas, diantaranya dengan :

  1. Mengatur pola makan seperti yang dianjurkan Rasulullah : makan apabila lapar, berhenti sebelum kenyang.
  2. Jangan makan tiga/lebih makanan yang mengandung zat yang berbeda dalam satu waktu. - misal : makan nasi dengan lauk saja atau nasi dengan sayur saja atau lauk dengan sayur saja (untuk makan malam) -
  3. Tidak dianjurkan mengkonsumsi buah atau juice setelah makan
  4. Atur waktu makan minimal berselang dua jam
  5. Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk melancarkan metabolisme
  6. Makan dan minum dengan santai (tidak terburu-buru) dan dalam posisi duduk.
  7. Berdoa mohon bantuan Allah untuk menurunkan berat badan kita.

Jangan tertawakan point terakhir. Semua usaha manusia takkan berlaku tanpa bantuan Allah bahkan dalam usaha diet sekalipun.

Selamat mencoba semoga bermanfaat ( kalimat ini dibaca terakhir).

Kesaksian penulis :

Sebenarnya, kawans. Saya sendiri belum berhasil menaklukan musuh obesitas yang telah membuat saya dikata-katai seksi oleh rekan-rekan kerja saya hanya karena berat badan yang tak lagi sama dengan waktu ketika mereka baru mengenal saya dulu. Tapi saya selalu berfikir tiada salahnya membagi ilmu meskipun orang yang mendakwahinya belum sanggup mengamalkannya secara sempurna. Mungkin tak berhasil di saya, tapi berhasil di anda. Siapa tahu.

Thursday, 31 October 2013

MENIKAHLAH


Mencintai itu fithrah. Menikah itu sunnah.. Keduanya penting. Namun sepenting apapun kedua hal tsb dalam kehidupan manusia, saya masih saja menemukan orang-orang dewasa yang lebih suka melajang di usia yang tak lagi terbilang muda (baca : 30 tahun). Entah apa alasan yang mereka simpan dalam pikiran sehingga rela membuang-buang nikmat yang telah dijanjikan melalui sebuah pernikahan yaitu menyempurnakan setengah dari Agama.

Padahal mereka juga tau, kalau mereka bertanggung jawab atas kelangsungan hidup species manusia di muka bumi, dan salah satu cara yang paling legal melestarikan species itu adalah dengan MENIKAH.

Terkadang ketika saya mencoba bertanya, bermacam ragam jawaban saya dapatkan dari para bujang dan dara tersebut : ‘Belum berjodoh’, ‘belum ada yang cocok’, ‘belum siap secara materi, masih ingin melanjutkan pendidikan sampai bergelar doktor’, ‘takut buat anak gadis orang lapar’, ‘belum PNS’, ‘belum ketemu tipe yang sesuai’, ‘belum ketemu yang sempurna’, ‘wanita/pria idaman belum jadi janda/duda’, dan sebagainya, dan sebagainya.

Jika benih-benih alasan ini terus saja dipupuk dan sirami setiap waktu mungkin kita tak akan pernah mau belajar mengalah sedikit saja dengan perasaan dan pikiran tsb. Kita hanya berpikir bahwa segala yang ada dalam pikiran kita itulah yang benar, bahwa menikah itu perlu kesempurnaan, bukan belajar melengkapi diri yang masih setengah sempurna dengan sesosok setengah sempurna lainnya.

Ayoklah kawan, jangan terus menunggu mendapatkan manusia ‘setengah dewa’. Berusahalah menerima orang yang bisa kita ajak menjadi ‘dewa’ sama-sama.

Kurangkah asbab ‘menyempurnakan agama’ itu bagi saudara-saudaraku yang belum juga mau menjawab ‘iya’ ketika tiga, empat orang yang mengajak ta’arufan datang ? Kalau masih kurang, saya bersedia menuliskan alasan-alasan lainnya..

Ketika menikah kita punya asisten setia yang bisa merangkap jadi apa saja, seperti : wakil ketua I, wakil ketua II, sekretaris, bendahara, bid. konsumsi, bid. transportasi, bid. humas, bid. dokumentasi, bid. belanegara, bid. hiburan, bahkan anggota sekaligus.. Semua jabatan tersebut bisa anda dapatkan secara LIBUR alias pree tanpa bayar.

Kehidupan anda lebih terurus dan tertib. Anda akan selalu punya alarm plus reminder yang selalu siap mengingatkan anda kapan harus pulang, kapan harus pergi, kapan harus makan, juga kapan harus shalat subuh :D

Anda akan mempunyai konsultan pribadi bebas bea konseling.

Hiburan gratis 24 jam

Allah halalkan yang haram melaluinya

Selalu ada yang mendoakan.

Membuat bidadari surga cemburu.
dll.dll.

Selain itu menikah juga berperan penting dalam masalah kesehatan.

Bagi kaum adam, ada sejenis hormone (maaf) yang harus dibuang secara rutin agar tidak mengganggu kesehatan. Anda tentu lebih tau apa yang saya maksud. Dan menikah membantu kaum itu untuk tetap sehat.

Dan bagi bani hawa, ada banyak proses pencegahan dan penyembuhan yang bisa didapat melalui pernikahan.
Sebagai contoh, kebanyakan perempuan sering mengeluhkan sakit bulanan yang kadang terasa terlalu berlebihan. Tamu special yang hanya datang kepada perempuan itu sering kali mengganggu aktivitas harian dengan segala macam kenyerian yang ditawarkannya. Dan ternyata tubuh manusia telah dicipta dengan sangat sempurna bahkan dalam menyediakan imun (baca : anti nyeri) untuk penyakit istimewa tersebut. Namun untuk pembentukan imun anti nyeri itu membutuhkan waktu sekitar tiga atau empat bulan.

Bagi perempuan yang belum menikah, waktu empat bulan tidak kedatangan tamu adalah sebuah bencana. Namun bagi yang sudah menikah, ketidak-hadiran tamu itu selama 4 bahkan 9 bulan adalah anugrah yang paling besar. Itu adalah pertanda bahwa sepasang manusia telah sukses menjalankan tugasnya dalam menyelamatkan species manusia dengan mempunyai keturunan.

Anugrah imun anti nyeri yang telah terbentuk sempurna merupakan bonus dari proses kehamilan yang terjadi sebelum keturunan manusia lahir ke dunia.

Contoh lain bahwa menikah dapat mencegah terjangkitnya kanker serviks dan kanker mamae pada perempuan dewasa. Kanker serviks yang sering disebut dengan kanker mulut rahim ternyata juga dapat dicegah melalui kehamilan. Sedangkan kanker mamae dapat dicegah dengan proses menyusui yang lagi-lagi proses itu hanya bisa dicapai melalui jalan ‘menikah’.

Mungkin anda tidak percaya dengan perkataan saya, karena itu saya sengaja mengutip kata-kata seorang Dokter specialis kanker dari KORAN KOMPAS bahwa :

“Satu dari sepuluh perempuan dewasa yang tidak menyusui akan lebih mudah terkena kanker mamae’.

Begitulah saja pendapat manusia awam ini mengenai asbab-asbab kenapa seorang muslim harus menikah dan berjuang pantang menyerah untuk itu.

Saturday, 5 October 2013

A-Z masalah dan Solusi Jatuh Cinta


 A   : jatuh cinta itu boleh gak buk?
Ibu : boleh aja, jatuh cinta itu kan fithrah. Diciptakan manusia berpasang-pasangan li ta'arafu. Untuk saling   mengenal.
A    : kenapa juga ibu bilang gak boleh.
Ibu : mana ada, ibu ga blg ga boleh jatuh cinta, yang ga boleh tu, pacaran.
B    : kan sama aja.
Ibu : mana ada sama. Jatuh cinta sunnatullah, pacaran itu kesesatan dari syaitahn
C    : kalo suka sukaan aja tp boleh kan bu?
Ibu : suka-sukaan gmn? Lon galak gata, gata galak keu lon? Itu sama aja, uda ketauan kita suka.
C    : bkn bu, HTS-an. Tp sama2 tau
Ibu : HTS itu buat apa?
C    : buat ada kwn curhat aja buk
Ibu : ga cukup kwn cewek satu sekolah ni untuk tempat curhat kalian, ampe payah tambah satu dari golongan cowok? :D
C    : beda bu rasanya curhat ma cowok dgn ma cewek. Cowok lebih ngerti
Ibu : gmn mgkn cowok lebi ngerti. Dia kan gak punya hati kayak hati cewek. Beda feelnya, nak. Gak akan puas kita curhat ma cowok, mereka gak bakal ngerti.
C   : tapi cowok itu lebih logis.
Ibu : kalo cuman perlu yang logis gak perlu dijadiin teman special kale, cowok laen juga byk, mgkn cowok lain lebih logis lg dari HTS-an kamu itu. Contohnya : m**am*i* ;)
C    :   iya sih. Tapi suka masih boleh kan, bu?
Ibu  : silakan…
D    : tapi pengennya dia tau ya bu kalo kita suka, biar dia gak suka sama yg lain.
Ibu : ada-ada aja kamu ni. Itulah yg disebut egois, emgnya kalo kita suka, org lain gak ada hak lagi untuk suka ma dia?
D    : iya lah bu, masak sukanya rame-rame sih, gak seru.
Ibu : serulah, biar gak ada yg pengen memiliki sendiri aja, bagi-bagi tu gantengnya, biar adil
D    : iya deh bu, tapi kenapa kalo kita suka dia gak bole tau.
Ibu : agar kita terhindar dari fitnah, jg dari bara yg dihembus-hembuskan syaithan. Dalam hati kita uda ada bara, kalo dia tau, syaithan meniup-niup bara itu hingga jadi api. Itu berrrr bahaya.
D   : oo gitu ya bu.
Ibu : iya
E    : ada gak bu pacaran yang islami.
Ibu : gak ada. Paling kalo orang pacaran siap nikah, baru bisa disebut islami karena uda halal.
E    : kalo pacaran dengan cowok baik-baik n shaleh
Ibu : gubraks.. cowok bai-baik gak kan ngajak cewek pacaran
E    : alah ibu ni, masak gak ada, misalnya buat nambah semangat belajar.
Ibu : kenapa dia bisa nambah kita semangat bljr.
E    : soalnya kita senang, trs rajin ke skolah, trs biar gak malu ma dia kita bljr mati2an.
Ibu : oo biar dianggap smart gitu???
E    : gak lah buk, mana ada gitu. Cuman semangat aja
Ibu : knp kita smangat gara2 org lain yg baru kita kenal kmrn. Padal yg banting tulang ampe nangis-nangis cari dana buat sekolain kita itu ORANG TUA  kita, apa mereka tdk lebih berhak menjadi penyemangat kita ketimbang si agam ingusan yg baru kita kenal kmrn sore??
E    : ibu ni.
Ibu : *smile
F    : tapi bu, misalkan orang tua kita kasih kita pacaran gmn tu.
Ibu : izin org tua/wali itu untuk menikah bkn utk pacaran. Pacaran itu gak boleh walaupun orgtua kita kasih. Misal orang tua kita blg, bsk pagi kita bole gak shalat subuh, apa iya kita bole gak bangun utk shalat. Mgkn orgtua kita blm tau juga ruginya pacaran.
G    : emang rugiya apa-apa aja bu?
Ibu :. Dosa krn zina hati, trs candu, kita pengen ada yg merhatiin trs, kalo sempat putus, tar pacaran dgn yg lain lagi, pacaran itu buat kecanduan, macam ganja. Trs kita terlalu byk buang-buang waktu buat mikirin yg gak perlu kita pikir. Kalo kita gak pacaran sebagian otak kita yg kita pake buat ngisi masalah dia tu, uda bisa kita pake utk nyimpan rumus-rumus fisika, ya gaak???
G    : iya sih, tp kalo gak sampe teringat-ingat.
Ibu : gak mgkn. Jd syaithan itu apa juga kerja, uda berhasil buat org pacaran, apa dia rela liat orang pacaran itu nganggur dari dosa. Gak mgkn.
G    : tah lah bu
…...........
H     : gmn jd biar kita gak suka sama org, miss
Miss : gmn gak suka ma org? hmm susah. Jadi kucing aja biar sukanya sama kucing, kalo jadi org pasti suka ma orang.hehe
H     : miss ni. Maksudnya biar gak teringat-ingat.
Miss : sibukin diri dgn hal-hal yg bermanfaat: belajar, ngaji. Ingat Allah yang byk. Ngumpul dg orang-orang shaleh
H     : halah miss, orang-orang shaleh juga pacaran
Miss : itu bkn org shaleh namanya. Nampaknya aja depan shaleh blakang salah
I      : kalo uda jd, gmn miss putusinnya
Miss : baca bismillah
I      : serius miss, miss ni..
Miss : iya baca bismillah, trs berniat utk membersihkan hati dan bertaubat n gak ngulang lagi kesalahan kita
I      : tapi kan susah miss
Miss : di neraka lebih susah
I      : saket miss
Miss : di neraka lebih saket
I      : iya deh. Kalo kita ingat neraka emang gitu. Apa gak ada cara mulusnya miss yg gak bikin sakit?
Miss : ada, anggap aja  dia gak ada apa-apanya dibandingin dgn usaha orgtua kalian nyekolahin kalian. Berat usahanya, rupanya kita pake untuk pacaran. Mau putus : ingat mamak.
I      : hmm, susah miss. Gak ada yg lebih halus lagi?
Miss : ada, anggap aja kita sayaaang kali ma dia, kita rela berkorban apa aja utk dia bahkan utk melukai hati kita sendiri kita siap. Dan krn pacaran itu membawa kejelekan utk kehidupan akhirat dia, kita rela tinggalin dia, biar dia bisa bersih, gak buat dosa lagi gara2 kita
I      : sooo sweet
Miss : mesti
J      : kalo ada org yg kita sukaaak bgt trs nembak kita, kita gak mau pacaran sih, tp kan suka ma dia, itu jwbnya gmn?
Miss : saya nunggu dilamar aja, bang.
J     : hahahahah. Kalo dia blg cinta krn Allah, miss?
Miss : jwb gini. ahabbakallah kama ahbabtani liajlih
J      : apa itu miss?
Miss : semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku krn- Nya
J      : luarrrrrrrrrr biasa.
Miss : ;)
K     : miss gak asik gak pernah jatuh cinta
Miss : sapa bilang. Yg gak jatuh cinta itu malaikat
K     : knp juga larang2 org jatuh cinta
Miss : eh, miss larangin pacaran, bukan larang jatuh cinta
K     : trs cinta itu kmn disalurin
Miss : buat org miskin, janda2, dan anak2 terlantar
K     : miss ni. Beda...lah....
Miss : makanya sabar.. org lain juga semua jatuh cinta, tp sabar.
K     : kalo uda kebelet macam mana sabar?? Hahaha
Miss : puasa yg byk, bisa nahan napsu
K     : mana da napsu tu, iseng2 ja
Miss : iseng2 berbahaya.
K     : hehheeh
Miss : hehe
L     : hmm, pacaran gak boleh, adek abg angkat boleh miss ?
Miss : sami mawon, sama manteng
L      : kan gak pacaran ma adek miss
Miss : jd ngapain?
L     : kita jagain biar gak dipacarin org
Miss : dia gak punya saudara yg jagain?
L      : kan saudaranya jauh miss.
Miss : biarlah yang cewek jaga yg cewek, yg cowok jaga yg cowok
L     : yg cowok gak perlu dijaga miss
Miss : yg cewek juga gak, biarlah Allah saja yg jaga mereka
L      : gak ada jalan sikitpun
Miss : heeheheh. gak ada jalan ke neraka..
M    : hmm, pa lagi yaa. Gmn kalo saya tandain aja dia buat calon saya
Miss : enak aja tanda-tandain org, mgkn dia gak mau sama kamu
M    : mau dia miss.hahah
Miss : darimana tau, mgkn nanti dia bisa dapat yg lebih baik dari kamu.
M    : miss ni
Miss : kamu jg dpt yg lebih baik dari dia
M    : amiin
Miss : amiin
Nfs : emangnya miss dulu wkt SMA gak pernah pacaran
Miss : gak
Nfs : waktu kuliah??
Miss : hmm, ada dikit. Wkwkwk
Nfs : dikit???enak aja, miss ada, kami gak boleh
Miss : karena miss uda tau itu byk kali mudharat jgn sampai anak miss masuk ke lobang yg sama
Nfs : gak mau.
Miss : jd gmn gak mau, itu salah. Utk sebagian org ketika proses nikah berbelit2 jadilah masa tenggang itu spt pacaran
Nfs : oo
Miss : bukan disengaja.
Nfs : oooo. ada dosa tu miss?
Miss : dosalah. setiap kejelekan yg kita buat besar atau kecil tetap dosa
Nfs : terus gmn tu miss.
Miss : miss minta ampun sama Allah byk2, taubat nashuha miss,takut kali ingat azab Allah.ngeri miss, hiii.
Nfs : mudah-mudahan Allah maafin miss. amiin.
Miss : Amiin.

O    : jadi saya sebelumnya gak tau kalo pacaran tu gak boleh. skrg uda terlanjur. kalo saya putusin sayang anak orang miss. nanti dia patah hati.
Miss : lebih bagus dia patah hati skrg dari pada tar dia nyesal selama2nya krn buat dosa.
O    : tapi syang kan miss, nanti dia terganggu konsentrasi belajarnya.
Miss : itu resiko org pacaran, putus ga putus pasti terganggu belajarnya.
O    : Mana ada miss.
Miss : apa mana ada, lg belajar ingat kamu, lagi boker ingat kamu.
O    : miss ni tah apa-apa.
Miss : kan emang gitu kenyataannya.
O    : tapi kalo dia benar2 down setelah putus ma kita.
Miss : cuman sebentar, dia akan terbiasa.
O    : cieee, miss. tapi dia ganteng kali miss. gak rela putusnya.hihi
Miss : hahahhah. kamu tu yg gak mau putus, kambing itamin orang.
O    : dia gak mau juga miss, jd gmn tu miss?
Miss : mutusin org jelek itu biasa, mutusin orang ganteng?? itu baruuu luar biasa. kerenlah kamu bisa mutusin orang ganteng.
O    : iya miss, tp saya juga kwatir trs entar dia diambil orang lain.
Miss : biarin aja. itu artinya dia gak sayang sama kamu, gak sukak, dia cuman perlu cewek, sapa aja boleh. mgkn krn kmrn kamu yg mau, lumaayaan, kamu kan cantek.
O    : ihhh miss ni buaat orang patah semangat aja.
Miss : jadi gmn? jd putus?
O    : jadi miss, tp saya siapin diri dulu lahir batin, nunggu waktu yg tepat.
Miss : jgn kelamaan, tar tambah byk dosanya.
O    : iya deh miss, segera. tar saya beliin dia buku ustadz felix siauw, biar gak pacaran lagi ma yg lain.heheh
Miss : hmm, masih ngarep rupanya,
O    : hehehe. mdh2n kalo jodoh ketemu lagi ya miss. amiin
Miss : amiin

P     : Saya pernah pacaran miss, tp sekarang uda gak lagi, saya masih dosa gak miss?
Miss : Allah Maha Pengampun, neuk. Yang penting kita mohon ampun sama Allah banyak2, n janji gak ulang lagi.
P     : Alhamdulillah... Mudah-mudahan Allah maafin saya ya miss. amiin.
Miss : Amiiin
Q    : Kalau saya kan miss gak pernah pacaran, tp saya pusing liat kawan2 saya pacaran. saya harus gmn miss?
Miss : Diingatin lah kawan2nya nak. biar kita gak ikut dosa.
Q    :  Iiiih, gak maulah ikot dosa. tapi gmn ya cara ingatinnya.
Miss : Dengan tangan n dengan lisan
Q    : Nanti marah dia sama saya miss. Takut putus silaturrahim.
Miss : Hmm, kalo kamu gak ingatin, berarti kamu gak sayang sama dia.
Q    : Sayang miss. saya sayang x ma dia. n uda coba ingatin, tp ujung2nya dia marah sama saya.
Miss : Gmn juga yaa. sabar aja kalo gitu sambil tetap berusaha ingatin dg cara2 yg baik.
Q    : Kayaknya kalo saya ingatin gak mempan lagi miss. :"(
Miss : Kalo gitu, didoain aja kawannya, biar Allah buka mata hatinya, trs bisa sadar kalo pacaran itu gak bgs.
Q    : Ooo gitu ya miss, doanya gmn miss??
Miss : Gmn aja boleh, kirim rabithaah atau fatihah juga boleh, niatkan buat dia.
Q     : Oh, ok tu miss. makasi yaa miss
Miss : It's ok. labaksa
R     : Saya lg galau miss. saya ada sukak sama org, tapi tau gak miss, org yg saya sukak tu, pacaran dpn mata saya miss. saket miss, saket.
Miss : Tah apa. orang kek gitu aja bisa buat kamu saket.
R     : Karena saya sukak ma dia, miss
Miss : Orang kek gitu gak pantes kamu sukain apalagi ampe buat kamu susah. udah lupain aja.
R     : Gak segampang itu miss. itu cinta pertama saya miss.
Miss : Kenapa jadi bisa suka dgn org kek gitu?
R     : Cinta miss, cinta, gak bisa ditebak kpn dtgnya n sama siapa.
Miss : Haalaaah, byk kali teori anak kecil.
R     : Hahahhhaaha. tp benar ni miss, galau kali ni. hikshiks
Miss : Uda... lupain aja. masih byk cowok baik2 yg bakal nungguin ampe kamu siap. gak ngumbar cinta sebelum waktunya.
R     : Tapiiiii hatiku hancur miss.
Miss : Manusia macam tu GAK pantes buat hati R**** hancur. ingat yaa.. pacaran itu sebagian dari zina. zina itu keji, org yg mendekati zina adalah orang2 yg keji, n org keji gak pantes buat hati anak miss hancur..
R     : Aaaaaaaaa, miiiiiiiiiiiiiissssssss.
Miss : Udah, lupain… lupain
R     : Iya miss. Harus usaha. Mudah2an bisa. Amiin
Miss : Aamiin
S     : Miss, saya uda putus sama cowok saya, saya mau taubat miss.
Miss : Alhamdulillah.
S    : Tapi miss, masalahnya mantan saya tu skrg pacarin temen dekat saya..
Miss : Astaghfirullah. Kok bisa?
S     : Gak tau juga miss. sedih saya miss, merasa dikhianati.
Miss : Udalah sayang, ikhlasin aja. Emang orang yg lagi kasmaran tu matanya buta. Kupingnya pekak, gak bisa liat n dengar apa2.
S     : Kok bisa miss?
Miss : Uda ditutup sama setan, ampe bela2in khianatin kawan cuman gara2 seorg cowok yg gak penting bgt.
S    : Tapi kwn saya itu baik bgt miss. Gak nyangka sikitpun dia bakal mau sama cowok tu. Padahal dulu saya sering curhat ma dia miss.
Miss : Makanya miss bilang, org kasmaran itu lg mabok, gak bisa mikir apa2. Setan yg buat dia gitu.
S     : Jadi saya hrs gmn miss?
Miss : Hmm, kamu semestinya bersyukur.
S     : Kok bersyukur sih miss.
Miss : Iya, soalnya bukan kamu yang terpilih buat jadi pengkhianat utk kawanmu tu. Allah masih sayang sama kamu.
S    : Ooo gitu ya miss? Alhamdulillah.
Miss : Itu namanya Allah masih jaga kamu.
S      : Alhamdulillah ya Allah. Mksh byk miss.
Miss : Anytime.
T     : Miss, miss, kata miss pacaran tu dosa kan?
Miss : Iya. Why?
T    : Tapi kawan2 saya yg pacaran baik2 aja. Belajarnya ok, dapat rangking lg.
Miss : Setiap kejelekan yg kita buat selalu dpt ganjaran, cepat atau lambat, sekarang atau nanti.
T     : Ooo gitu ya miss.
Miss : iya, kalo blm ditegor sekarang, berarti Allah gak sayang sama dia. Allah masih biarain dia buat dosa terus. Kamu mau gak disayang Allah?
T     : Astaghfirullahal ‘adhim. Gak mau miss. Takut miss.
Miss : Makanya, jangan pikir Allah hukum kita krn Allah gak sayang. Allah hukum kita sebagai peringatan dan agar dosa2 kita gugur. Malah yang gak dihukum itu yang gak disayang Allah. Tar balasannya ditumpuk di neraka.
T     : Hiiiiiii, ngeri ya miss. Na’udzubillahimin dzaalik.
Miss : Makanya. Jangan susah kalo Allah kasih kita cobaan. Sabar. Jatuh cinta sebelum waktunya itu juga cobaan.
T    : iya miss. :)
Miss : ^_^
U     : Miss, hiks hiks, si ganteng putusin saya.
Miss : Heheheh. Kenapa diputusin
U     : Katanya dia mau jagain biar hati saya bersih
Miss : Alhamdulillah. Bagus tu.
U     : tapi saya patah hati miss. Sedih banget. Dia baik banget anaknya.
Miss : Udaaaa, dia putusin kamu krn dia sayang sama kamu. Biar kamu gak dosa lg
U     : iya miss, dia juga blg gitu. Tapiiih, susah kali ni miss.
Miss : hmm, istighfar nak byk2 biar tenang. Alaa bidzikrillahi tadhmainnal quluub. Cuma dgn mengingat Allah hati jadi tenang.
U     : iya miss, saya coba. Doain saya miss yaa.
Miss : iya nak, insya Allah..
V     : miss.. saya mau tanya, miss kok sibuk kali lu urusin kami pacaran.
Miss : whaaaattt?
V     : miss sengaja kan cari2 info ttg kami, biar tau siapa2 aja yg pacaran
Miss : Astaghfirullah.
V     : miss gak usah sibok kali gitulah. Saya gak suka miss mata2in kami. kami ini uda gede miss. Uda SMA.
Miss : : 0 *melongo
V     : saya gak pacaran lagi miss, uda lama gak jln. Gak pernah tlp2an lg, smspun jarang.tp miss masih sibok cari2 info ttg kami. untuk apa miss?

Miss : menurut kamu untuk apa? untuk apa miss sibok urusin kalian, anak bukan saudara juga gak. Apa untungnya buat miss? Miss itu cuman prihatin lihat remaja2 islam itu terlalu lalai dg hal2 kecil, dg hal2 yg salah. Masih byk yg harus kalian piker, kalian itu calon pemimpin2 masa dpn. Seharusnya kalian menyibukkan diri dgn hal2 yang bermanfaat bkn malah pacaran. Gak penteng banget sih. ( urut-urut dada)

W    : jangan marah2 miss, nanti cepat tua
Miss : Astaghfirullah
W    : uda lah miss, gak usah dipeduli kali, orang lagi jatuh cinta emang gitu. Gak mau dgr apa2.
Miss : iya I know. Miss cuman kasian aja diingatin malah marah, kok bisa yaa.
W     : biasa lah miss anak muda.
Miss : sebenarnya miss gpp kalo anak cowok gak mau dgr, tp sayang ceweknya, dia seharusnya bisa jaga diri dgn bagus, sayang kali lah miss nasib kaum miss ni.
W     : udalah miss masih banyak kok yang bisa miss kasih ingat. Itukan cuman sebagian yang gitu. Yang lain masih byk yang dengerin kok
Miss : iya nak.
W    : contohnya saya. Gak jadi pacaran akhirnya. Kawan2pun suka kali ngejek2, kalo kami cerita2 cowok ditanya: gak halaqah ya? Hehhehe. Jadi malu sendiri.
Miss : iya deh. Makasih byk uda ingatin miss. Kita emang harus saling mengingatkan, gak mesti yang tua ke muda trs. Skali2 gantian. Ya gak..?
W     : iya miss, benar tu
Miss : ( kembali tersenyum)
 X    : miss, saya ditembak sama abang kelas, gak enak kali nolaknya, sayapun suka sebenarnya ma dia. Gmn saya blgnya miss.
Miss : bilang aja gak mau pacaran. Takut dosa
X     : tar dipikir sok paten kali lah miss
Miss : kalo gak, blg gak dikasi org tua
X    : tar dijawab, gak usah bilang2 sama org tua
Miss : hmm, bilang aja gini: Bang, pesan miss kalo mau pacaran sama saya, suruh ktm miss dulu
X    : gak brani saya miss, nanti dipikir saya ngelapor2 lagi. Takut saya miss.
Miss : biar miss aja yang bilang
X      : Jgn miss. Nooooooo, don’t do that. pliiiiiiiiiiiiiiiiiiis
Miss : jadi gmn juga?
X      : saya juga bingung miss.
Miss : hmm gini aja. Bilang aja, kayaknya ada orang lain yang suka sama abang, saya gak mau jadi pengkhianat buat kawan2 saya yg juga suka sama abang. Saya gak mau dianggap egois. Maaf ya bang. Mungkin oranglain tu lebih cocok sama abang daripada saya.
X     : gak bohong tu miss?
Miss : mgkn emg ada
X      : mgkn? Hmm, kalo ditanya siapa orgnya miss?
Miss : jawab aja, saya gak boleh bocorin rahasia saudara saya. Nanti saya dianggap  tidak amanah.
X     : ya deh. Saya coba miss. Tapi kalo gak berhasil tar saya hubungin miss lagi yaa.
Miss : beressss
Y     : mis, saya gak pacaran n gak pengen pacaran.. tapi kan ada kawan cowok minta tlg ingatin dia tahajjud n kadang2 juga bangunin sahur. Gimana tu miss?
Miss : parah tu orang, gak bisa dengan jalan kasar pake jalan halus.
Y     : maksudnya miss?
Miss : dia suka sama kamu, tp karena kamu gak mau pacaran jadi dia coba dgn jalan itu. Gak usah mau deh. Jangan mengkambing-hitamkan ibadah untuk melegalisasi napsu kita
Y     : aih miss, kejam banget
Miss : emang gitu nak. Setan punya seribu cara untuk membuat kita tergelincir.
Y     : ooh gitu ya miss? Jadi gmn saya bilang sama cowok tu?
Miss : minta maaf aja. Bilang kamu gak bisa. Gampang tu.
Y      : oh iya iya miss, nanti saya bilang gitu. Saya bilang aja jangan ngeharap sama saya, saya takut gak terbangun juga. Pasang alarm aja.
Miss : pinterrrrr (Y)
Z     : miss, boleh gak saya berdoa untuk mantan saya. Soalnya kata kawan2 sejak putus sama saya dia jadi bandel n ugal2an lagi.
Miss : sayang kali yaa dia, berubahnya cuman gara2 kamu.
Z     : tapi bgs kan miss, kita bisa buat org lebih baik
Miss : bgs sih bgs, tp sayang dia gak dpt apa2. Kan Rasulullah bilang: sapa yg hijrahnya krn dunia dan wanita, dia hanya akan mendapatkan itu, tp kalo hijrah karena Allah dan Rasulnya, dia bisa dapat semuanya.
Z     : iya sih, kasian juga. Jadi gmn masalh doanya? Bole miss?
Miss : tergantung niat sih
Z      : niat gmn maksudnya miss?
Miss : kalo kamu niat tulus doain dia krn kasian lihat dia sebagai salah seorang dr kawan kamu, tanpa berharap apa2, silakan saja doain. Tp ada satu hal yang miss khawatirin
Z     : Apa miss ?
Miss : apa kita yakin niat kita doain dia benar2 tulus. Kalo gak malah bisa berbahaya.
Z     : Bahaya kenapa miss?
Miss : I just wondering when seorang perempuan memikirkan seorang laki2 apa itu tidak termasuk KHAYALAN, walau dalam sebuah doa sekalipun..
Z     : hmm. Msk gak ya ? gak pernah terfikir kesitu sih miss
Miss : coba fikir2 lg, kalo emg gak berbahaya silaakn berdoa, kalo bahaya, stop it. Don’t ever try to play in fire.
Z     : oka deh miss. Tenkyu miss.
Miss : don’t mention it
………………………

Epilog :
Dan setelah mereka keluar ke dunia nyata, tiba2 sebuah suara terdengar di ujung line sana.....

Some one : Miiiiiiiiiiiiiiiiiissssssssssssss, kgn kali lah sama miss. Miss makasih yaa uda ingatin kami selama ini. Kami gak pernah bayangin kalo hidup diluar itu kejam. Terlalu banyak godaan, terlalu byk buaya yang siap menerkam. Untunglah kami udah tau n uda sering miss ingatin, jadi kami bisa sedikit membentengi diri dari kejamnya dunia luar. Ternyata di laur sini miss, MENGERIKAN !!

Miss         : (weeping her tears)


Note : thanks to be my inspiration, dears..

Sunday, 1 September 2013

JENDELA LAIN

Saya telah tinggal di sebuah ruko yang berbentuk aneh, bukan persegi panjang melainkan berbentuk trapesium, semenjak anak pertama kami berumur 6 bulan. Kini si gadis kecil itu sudah duduk di kelas satu Madrasah Ibtidaiyah. Kalau saya hitung-hitung secara kasar, sudah lebih enam tahun kami menghuni ruko yang lebih sering kami sebut dengan nama ‘apartment mini ‘ yang teletak di tengah sebuah pasar tradisional ini.

Letaknya yang berada di bagian paling samping sebelah kanan dan mempunyai sedikit tanah lebih, telah membuat lokasi apartment kami menjadi tempat favorit bagi para pedagang-pedagang buah yang setiap hari selalu memenuhi halaman rumah kami sejak jam 3 pagi. Keberadaan mereka yang membentuk parkiran ilegal dan semberawut hinga menutupi seluruh jalan di halaman rumah kami, membuat saya selalu kewalahan ketika harus buru-buru berangkat ke tempat kerja setiap pagi. Ditambah lagi dengan sampah-sampah yang sengaja ditumpuk di dekat tempat parkiran tersebut membuat halaman kecil kami menjadi sangat mengerikan.

Pernah sekali saya mencoba memindahkan sampah-sampah dari halaman depan  kami dan memotong bunga-bunga jelloberi, nama yang diberikan anak saya untuk bunga-bunga kecil berwarna kuning yang tumbuh liar di halaman, namun yang terjadi setelah halaman saya bersih adalah sebuah keanehan yang tidak bisa dicerna akal. Selang beberapa hari setelah gotong royong massal saya bersama anak-anak saya (6,5 dan 4,5 tahun), sebuah container sampah milik pemerintah tiba-tiba diletakkan disana. Okelah, posisi halaman itu memang strategis karena terletak dekat dengan jalan, tapi bila tempat ini memang dialokasikan untuk tempat pembuangan sampah resmi, sangatlah tidak cocok karena tempat itu termasuk dalam bagian halaman sebuah bangunan, perlu usaha ekstra untuk meletakkan sampah dalam kontainer tersebut. Dan benar saja, saya melihat masyarakat tidak tertarik untuk singgah, turun dari kenderaan dan melompat ke bagian halaman yang dibuat setengah meter lebih tinggi dari jalan, hanya untuk membuang sampah. Wahasil tempat sampah tersebut hanya digunakan oleh pedagang buah untuk membuang buah-buahan busuk dan segala macam sampah sampih yang berhubungan dengan perihal pendistribusian buah.

Perihal kontainer sampah yang diletakkan tanpa izin tersebut kemudian menambah list untuk men-judge bahwa lokasi rumah kami adalah lokasi yng sangat buruk untuk dipilih dan ditinggali oleh dua makhluk mungil milik Allah yang masih belum tahu apa-apa tentang kebrutalan dunia. Dan demi sedikit kenyamanan yang kami harap masih bersisa, kami sama-sama berdoa di suatu Jum’at siang, saat mobil sampah mengangkat benda besar berwarna kuning dan bau itu yang hampir sebulan berada di halaman rumah kami. Masih kuingat sebuah kalimat yang mewakili sejuta harapan dalam hati kami saat itu : “Allah, jangan kembalikan benda itu ke rumah kami.” Dan anak-anak saya menjawab ‘aaamiin’ dengan sangat yakin bahwa Allah selalu mendengarkan mereka. Tak pernah tidak.

Dan benar saja, sampai sore menjelang dan magribpun datang, kontainer itu tidak lagi kembali. Tidak besok atau besoknya lagi. Mudah-mudahan ia benar-benar pergi untuk selamanya.

Namun sampah-sampah itu, masih juga tak pernah mau pergi. Saya sangat sadar bahwa saya tak perlu merutuki sampah-samapah itu. Ini bukan salah mereka. Ini hanya ulah tangan-tangan yang tak pernah belajar bahwa kebersihan sebagian dari iman.

Selain perihal sampah, letaknya yang di tengah pasar membuat kami tak mempunyai tetangga. Tidak seperti di kampung yang dikelilingi oleh sanak saudara, disini kami hanya bisa mempunyai rakan seorang nenek penjual nasi padang dan seorang ibu penjual air mineral yang berasal dari Jawa.

Rasa penat sering kali singgah dalam hati saya. Rasa itu kemudian mulai berubah menjadi gumpalan-gumpalan kegondokan, ketika capek mendera, namun masih harus naik turun tangga. O Pota Allah.. Alasan apalagi yang saya butuhkan agar bisa segera hengkang dari tempat yang weird ini.

Beberapa kali saya pernah mengusulkan kepada abunya anak-anak untuk pindah rumah. Namun jawabannya selalu sama, “Kita punya rumah, kenapa harus sewa tempat lain?”

“Kita memang tinggal di lokasi yang salah,tapi tidak ada yang salah dengan rumah kita.” Imbuhnya lagi.

“Gak salah apa?” Dumelku dalam hati. Satu-satunya tempat yng paling nyaman di rumah ini hanyalah kamar berukuran 4x5 berisi sebuah bed yang comfort, sebuah toalet besar juga sebuah icon yang sudah renta, sebuah lemari kecil dan sebuah kamar mandi kering yang terisi dengan sebuah kloset duduk berserta sebuah  bath up yang lebih sering dipakai sebagai tempat menampung air daripada tempat berendam.. :D

“Look, we have our own suit room.” Ujar abunya anak-anak kemudian. Ia selalu punya beribu cara untuk bersyukur (mungkin juga untuk mengelak).

Dan jawaban-jawabannya itu hanya membuat jadwal ‘balik dari kampung’ kami menjadi lebih molor.. Saya dan anak-anak lebih suka menghabiskan waktu libur (bahkan waktu tidak libur) untuk tinggal di rumah orang tua saya di kampung yang sangat nyaman dan aman bagi anak-anak.

Namun saya tersadar bahwa waktu-waktu yang datang setelah itu mewajibkan saya untuk lebih sering berada di rumah kami, karena anak saya sudah akan mulai masuk sekolah formal yang jadwalnya tidak boleh kami atur seperti saat dia belajar di play grup dan TK dulu.

Saya kemudian kembali galau akan rumah yang sudah menjaga dua orang anak saya dari panas terik kota banda aceh dan hujan deras yang  mengguyurinya tanpa minta izin terlebih dahulu.

Hingga suatu sore menjelang ashar, selepas hujan turun, saya di tegah kegalauan yang sekali lagi singgah, berdiri sejenak di  balik jendela kaca kamar kami, setelah bertahun-tahun tak mendapatkan apa-apa dari balik jendela depan bangunan ini. Saya berdiri mengintip-intip beberapa orang anak laki-laki yang sedang bermain bola di tengah lapangan yang tergenang lumpur dan masih disirami rinai gerimis yang kian menipis.

Sesaat kemudian pandangan saya terpaut kepada sebatang pohon (bak tapang) besar dengan batang yang agak menjorok ke sebelah kanan. Di atasnya beberapa orang anak laki-laki lain sedang melompat-lompat dengan girang untuk mengayuni diri mereka. Dan tepat di seberang semak-semak setinggi 1,5 meter yang berada di sekeliling pohon itu, tampaklah sebuah danau kecil yang sebenarnya saya tak yakin tempat yang dipenuhi genangan air itu layak disebut danau. Di dalam danau tersebut beberapa ekor itik tampak sedang bersenda gurau dengan teman-temannya.

Dan tepat di saat pemandangan indah itu mulai menyadarkan saya dari kegalauan panjang ini, sebentuk lukisan berwarna warni tampak terlukis dengan indah di atas deretan bukit barisan yang selama 6 tahun ini telah saya abaikan keberadaannya karena keindahannya telah berganti dengan deretan-deretan rumah dan ruko yang tersusun acak dan menutupi julangan tinggi bukit barisan tersebut.

Lengkungan lembanyung bak sulaman pita bidadari itu telah meninggalkan kesan yang teramat dalam tentang sebuah view yang dilukiskan-Nya di atas bukit yang sejenak kemudian mulai berganti warna yang tadinya hijau sepenuhnya dengan warna kuning keemasan, tertimpa cahaya matahari sore.

Ah, begitu indahnya lukisan dari Sang Pelukis Agung itu. Sayang, saya tak pernah sempat memerhatikan kelebihan ini ketika saya terlalu sibuk dengan kekurangan-kekurangan yang telah saya buat daftarnya jauh-jauh hari dan saya tanamkan dalam-dalam di lubuk jiwa saya.

Namun semenjak saat itu, berdiri sejenak di jendela kaca berwarna hijau tua itu telah menjadi obat yang paling mujarab untuk saya menepis rasa gundah yang kini sudah jarang singgah.

Bukanlah kondisi dan keberadaan lingkungan kita yang membuat kita tidak nyaman, namun sudut pandang kita yang harus kita ubah. Bila kita tak berhasil melihat dunia dari satu jendela, berpindahlah ke jendela yang lain.

Begitu pula dengan hidup. Ketika kita yakin bahwa hidup telah membuat kita terpuruk, maka kita akan selamanya menderita. Namun ketika kita yakin sepenuhnya bahwa semua yang kita lalui adalah hal-hal yang luar biasa yang orang lain belum tentu sempat melaluinya, maka mulai saat itu kita akan selalu merasa bahagia.. Percayalah.

Sunday, 18 August 2013

IKHLASH

Pada suatu masa hiduplah seorang pemuda shaleh yang gagah dan juga sangat disegani oleh banyak orang karena pemahamannya yang luas tentang ilmu agama.

Suatu hari, beberapa orang dari kampung seberang datang menemui pemuda tersebut untuk meminta pertolongannya memberantas kemusyrikan yang sedang berlaku di kampung mereka. Penduduk kampung tersebut ternyata melakukan kemaksiatan yang sangat besar. Mereka sedang bermain-main dengan aqidah. Mereka berbondong-bondong memberikan sesajen kepada sebatang pohon tua dan besar yang dianggap keramat. Setiap hari makin bertambah saja orang yang datang ke pohon untuk berdoa, membuat nazar bahkan untuk membuang kesialan dengan berbagai macam ritual aneh.

Beberap orang yang tidak nyaman dengan keanehan-keanehan tersebut bersepakat untuk meminta tolong tengku shaleh nan ganteng dari kampung seberang. Dan dengan berbekal sebilah kapak juga segenap keikhlasan yang dia punya, berangkatlah ia ke kampung saudara-saudaranya itu.

Namun, di tengah jalan, sang tengku bertemu dengan seorang laki-laki tua yang memanggil-manggil namanya dan meminta tolong. Ketika dia mendekatinya, ternyata laki-laki itu memohon agar dia jangan menebang pohon keramat yang berada di ujung kampung itu, karena daun-daun pohon tersebut telah menyembuhkan laki-laki tua tersebut dari penyakit yang di deritanya selama bertahun-tahun.

Dengan keteguhan yang sama sang tengku menjawab dengan lantang, ”Masalah buat Gue.. Apapun alasannya kemaksiatan harus diberantass.”

Si Pemuda berjalan terus dengan penuh keyakinan menuju targetnya. Tapi laki-laki tua tadi, lagi-lagi datang, dan kini mengancam, kalau pohon itu ditebang, seluruh penduduk kampung akan kualat dan pemuda tersebut juga akan yang akan terkena kutukan yang mengerikan..

Berbekal niat ikhlas yang telah dipersiapkannya dengan baik, pemuda berhati baja itu pun mengabaikan ancaman lelaki tua..

Hingga kali ke tiga, laki-laki tua kembali menahan jalan pemuda itu menuju pohon kemusyrikan dengan sekuat tenaganya sampai  pak tua itupun tersungkur, kalah. Dan pada akhirnya, ia mengiming-imingi si tengku muda nan perkasa dengan sekantong emas yang akan ditemuinya setiap pagi di bawah bantalnya, sepanjang tahun sampai kontrak usianya di dunia berakhir.

Dan kali ini, pemuda itu ternyata SETUJU.. :( Maka diapun pulang membawa kapak di tangannya dengan bayangan ratusan koin-koin emas yang akan memenuhi tabungannya setiap hari yang nantinya akan ia manfaatkan untuk bersedekah dan berdakwah di jalan Allah.

But, guess what he found? Ketika keesokan paginya dia tidak menemukan sekeping koin logampun di bawah bantalnya, dia buru-buru mengambil kembali kapaknya dan pergi menuntaskan misinya yang tertunda..

Dengan murka sang pemuda pun mendatangi pak tua dan menantangnya sekali lagi. Dan taukah engkau apa hasil dari pertempuran kedua ini??

Si pemuda gagah nan ‘alim kalah dari si tua yang ternyata adalah syaithan penjaga pohon keramat.

“Kau bisa saja mengalahkanku selama kau masih bersenjata ikhlas dalam hatimu.. Tapi sekarang engkau telah ria dan thamak akan balasan dari hasil kerjamu.. Maka engkau telah kalah, wahai Manusia.” Syaithan berkata sambil tertawa menang..

Dan saat itulah, kita baru menyadari bahwa niat dan keikhlasan adalah senjata terbesar kita....

Mudah-mudahan tak ada kata terlambat untuk menginstal ulang niat kita agar tetap Lillahi Ta’ala..

Last but not least…
Seorang ustadz pernah berkata bahwa ikhlas itu sebuah rasa yang saaaangat halus. Saking halusnya sampai-sampai malaikat dan syaithan pun tidak tahu ketika kita mengikhlaskan sesuatu. Hanya Allah dan hati saja yang berhak mengetahui anugrah mulia ini.. (Semoga Allah mencintai ustadz yang memberi nasehat ini dan menempatkannya di Surga-Nya yang tinggi.- Aamiin )

(berkah) SEDEKAH atau MEMENUHI UNDANGAN

June 27, 2013 at 1:24pm

Seminggu yang lalu kami dapat undangan dari keluarga istri adek saya yang nomer dua.

Berhubung ayah sedang sakit, jadi tidak ada yang bisa pergi untuk memenuhi undangan itu.. Sayapun kemudian diutus mamak untuk menghadiri undangan dari besannya tersebut.. Tapi saya adalah orang yang sangat tak suka pesta.. Tak suka keramaian dan kegemerlapan dunia.. hahay.. Apalagi tempatnya lumayan jauh, ke dekat pantai ulee lhee sana.

Akhirnya saya lebih memilih pulang ke Montasik menjenguk ayah, daripada pergi ke pesta..

Namun, setiba di Montasik, mamak menyuruh saya sekali lagi untuk pergi mengantarkan kado mamak saja.

"Kiban dilee meusidroe hana so jak. Hana mangat tanyo. (Cam mana dulu, satu orangpun gak ada yang pigi. gak enak kita)." Kata mamak..

Tapi saya masih bermalas-malasan untuk pergi dan menyibukkan diri dengan mencuci pakaian anak-anak saya (padahal yang sibuk mesin, saya cuman sibuk nunggu mesin siap nyucik :D).

Tepat jam 12 saya menerima sms dari adek sepupu..

"Jak khanduri, kak? (Pigi pesta, kak?)" Tulisnya

"Hom.. Menye na so ba honda..(Gak tau nih, kalo aada yang mau bawa motor..)" Jawabku berharap adek sepupuku membatalkan ajakannya karena selama bepergian denganku, dia belum pernah mau memboncengku.. Selalu saja memilih untuk duduk di belakang.

"Jet lon ba.Siap-siap beh.(Biar saya yang bawa, siap-siap terus ya.)" Tulisnya di sms trakir yang masuk ke inboxku  sebelum adzan dhuhur hari itu.

Akhirnya, setelah azan dhuhur telah setengah jam berkumandang, kami baru berangkat dengan rasa malas dan beberapa kali bolak balik ke rumah karena ada saja yang tertinggal.. Gak hp lah, gak helm, gak dompet lah. macam-macamlah, karena emang gak niat banget untuk pergi..

Setelah lebih dari setengah jam menempuh badai debu di tengah teriknya mentari ba'da dhuhur, kami tiba juga di tempat pesta..

Kemudian kami menulis nama dengan huruf besar-besar di buku tamu -agar orang yang telah mengundang tahu, kalau kami sudah datang menghadiri undangannya- dan mencari tempat paling sudut untuk makan.

Ketika hampir pulang, karena sudah terlanjur bertemu seorang empunya pesta, kamipun bersalaman dengan dara baro dan linto baro..

Saya yang tadi hanya membawa kado bertuliskan nama mamak, merasa tidak enak karena telah makan di pesta dengan gratis.. Hehehe. Akhirnya saya tempelkan selembar rupiah berwarna ....?. dengan harga paling minimum untuk ditempel.. Asbabnya saya sedang tidak punya uang ( kecil)... :D (namun) itu adalah the only uang (yang paling besar) yang bisa saya tempel.

Dan kamipun pulang sambil mengucap syukur dalam hati karena telah bisa menghadiri undangan tersebut.

Di tengah perjalanan pulang yang santai, saya melihat sebuah sms masuk ke inbox saya. Isi smsnya adalah laporan dari Mkios.

Sayapun dengan penasaran mengecek jumlah saldo yang tersisa. Ternyata jumlahnya telah bertambah 20.000 rupiah..

Saya terkejut dan senang menerima pulsa tambahan dari sumber yang tidak saya ketahui dan berjumlah yang lumayan banyak itu. -Biasanya saya cuman isi 10.000 rupiah untuk seminggu.. hhehhe

Saya menunggu-nunggu seseorang menelpon dan berkata, "Maaf, saya salah kirim pulsa, apa bisa dikirim balek ke no.saya?" Namun handphone tak kunjung berdering dan tak satupun sms yang masuk saat itu  yang berhubungan dengan pulsa nyasar tadi.

Sesampai di rumah, saya menanyakan ke semua orang, adakah yang telah berbaik hati mengirimi saya pulsa.. Tapi tak seorangpun dari mereka yang menjawab: ADA.

Saya juga berusaha bertanya kepada kawan-kawan yang bisa jadi tersangka, karena pernah mengirimi saya pulsa beberapa kali.. Namun jawabannya tetap :TIDAK ADA.

Ya sudah, akhirnya saya berpasrah pada takdir yang telah membuat saya mendapatkan anugrah pulsa gratis hari itu.

Di balik rasa pasrah itu, saya mulai membuat analisa : mungkin pulsa nyasar ini adalah hadiah dariNYA karena saya telah menyumbang salam tempel yang tak seberapa ke tangan dara baro tadi.... Atau mungkin juga, karena saya telah memenuhi undangan dari keluarga besar adik ipar saya.. Entahlah.. Di tengah kegalauan dan rasa senang yang campur aduk, tiba-tiba saya tak sengaja menumpahkan beberapa lembar uang berwarna ungu dari baju kaos yang baru saya ambel di lemari untuk saya pakai di rumah..

Dan bertambah lagi berkah yang saya dapatkan hari itu..

Thursday, 15 August 2013

DOSA Part -II

Bismillah...Allahumma Shalli 'Ala Muhammmad..

Islam itu datang sebagai sesuatu yang aneh, dan di suatu masa nanti Islam juga akan kembali dianggap aneh.. (Al-Hadith).

Demikianlah yang hari ini kita lihat ikhwani fillah. Ketika ada sekelompok orang yang ingin menegakkan Islam dengan sebenar-benarnya,nmaka kita memandangnya dengan aneh. Anehnya cara berfikir sang ahlussunnah. Anehnya cara mereka bersikap, cara mereka berinteraksi, juga cara mereka berpakaian,, Semua yang mereka lakoni hanya keanehan.. Kenapa??? Karena kita sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan dakwah-dakwah musuh Islam. Mereka sukses mencuci otak ummat Islam di seluruh penjuru dunia...
Tak usah jauh-jauh... Seorang muslimah yang sudah menutup aurat dengan benar, menjaga diri dengan baik, pasti merasa aneh kalau suatu waktu tiba-tiba dilarang untuk keluar malam hari ...
Mereka telah sukses kawan.. Sukses sesukses-suksesnya kesuksesan.. Para pembenci Islam hanya punya SATU target.. Goalkan pekerjaan syaithan menjerumuskan manusia dari jalan ALLAH..

Muslimin dibuat terbiasa mengikuti gaya hidup musuh-musuh ALLAH... Menipu sedikit tak apa-apa... Berzina sedikit tak apa-apa... Bergosip sedikit tak apa-apa... Bersenang-senang sedikit, kapan lagi, selagi masih muda...

Ingatlah kawan...
Muda itu waktu menanam, tua waktu menuai..
Semua yang kita biasakan di waktu muda..itulah yang akan mendarah daging saat kita tua..

Ayolah... kita bertafakur sejenak.. Mumpung masih dalam momentum Syawal. Apakah yang saya buat sekarang sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pemegang Hidup saya.. Sudah mengikut cara hidup orang-orang yang dikasihiNYA??? Apakah sudah sedikit??? Sedikit saja tak apa..Kita akan berusaha lagi... Bukankah many little make a mickle??? Tapi alangkah sedihnya kalau yang sedang kita tabung sedikit demi sedikit itu hanyalah dosa.. Kesalahan-kesalahan kecil.. dan kemungkaran.. dan kita melakukannya dengan tersenyum... Astaghfirullah...

Ingatlah... Ketika engkau melakukan sebuah dosa dalam keadaan tertawa, maka nanti kamu akan masuk neraka dalam keadaan menangis...

Allah Subhanahu wa Ta'ala saaangat mencintai orang-orang muda yang kembali ke jalan-Nya..

Kita sama-sama tahu, kita tak buat dosa-dosa besar seperti KORUPSI, BERZINA, MENGADU DOMBA, dll.
Kita hanya membuat yang kecil-kecil seperti menyontek, pacaran, bergosip, dll
Tapi disitulah bermulanya kita membiasakan diri berbuat tidak benar.. Membiasakan diri dengan penipuan kecil bisa berakhir dengan pentipuan-penipuan besar.
Kita membiasakan diri menggadaikan hati kepada orang yang tak Allah izinkan, akan berhujung pengkhianatan panjang terhadap cinta yang ALLAH halalkan.
Begitu juga kesalahan lainnya yang kita anggap biasa.
Kebiasaan yang berujung dosa...
Tidakkah engkau takut akan murka-NYA???

Kalau tak takut... Buatlah terus... TAPI, buatlah sendiri... Tolong jangan di depan kami..
Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan...

"Apabila engkau melihat sebuah kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu. Jika kau tak mampu cegah dengan lidahmu. Apabila kau juga tak mampu bencilah dengan hatimu. Itulah selemah-lemah iman.". (Al-Hadith)

Ketika seorang Muslim melihat saudaranya tak lagi ikut aturan Allah, dia wajib mengingatkann...:
1. Dengan kekusaan yang dia punya..atau
2. Dengan perkatnaannya... atau
3. Denga membenci dalam hati... tapi itu ada di posisi iman yang selemah-lemahnya..

Tak ada orang yang mau berada di posisi ke tiga, mempunyai iman yang saaangaat lemah.. Tapi keadaan selalu saja menuntut itu. Agar silaturrahmi tak putus.. Agar tak ada yang tersakiti... Sungguh sebuah pilihan yang sulit denganan menggadaikan kadar iman yg dipunya..

Haqqul yakin, Allah pasti cemburu ketika hamba-hamba itu lebih memuliakan hati saudaranya ketimbang menunaikan perintah ALLAH.
Orang-orang akan lebih memilih diam daripada mengingatkan saudaranya yang bisa berujung putusnya persahabatan.. Saya juga demikian..

Oleh kerana itu, tolonglah saudara-saudaraku yang merasa bisa membuat orang lain terganggu dengan hal-hal kecil yang ternyata bisa melemahkan iman orang-orang di sekitarnya.. Tolong jangan lagi menyontek di dpn pengawas dan kawan2-kawan.. Jangan lagi berdua-duaan di depan orang ramai.. (Enak lagi kalau gak diliat orang :P).. Jangan lalu suka menyebar gosip.. Jangan suka mengadu domba.. Jangan melihat apa yang tak boleh dilihat.. Jangan mengumbar apa yang tak boleh diumbar... Kasihanilah orang lain yang tak buat, tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa..

Bersyukurlah, hari ini kita tak hidup di Palistin, di Mesr, di Suriah. Tak sedang harus mempertahankan diri, harta benda dan menjaga rumah ALLAH denga nyawa dan darah.. Tak sedang harus merelakan keluarga dan sahaba-sahabat kita syahid di depan mata kita.. Tak sedang harus lari ketakutan ketika shalat Jum'at, juga ketika sedang belajar...

Allah sedang mencoba kita dengan nikmat yang berlimpah... Maka nikmat manakah yang pantas kita dustakan???? :'(

DOSA Part-I

Al kisah, di sebuah zaman... Ada sebuah keluarga yang tinggal di sebuah rumah adat yang bertiang tinggi, di dekat pegunungan yang hawanya masih sangat segar.. Mereka sehari-hari mencari nafkah dengan bekerja di ladang-ladang orang dan menjaga ternak-ternak orang kampung di sekitar pegunungan tersebut.
Setelah sekian lama bekerja untuk orang lain akhirnya hasil tabungan mereka pun cukup untuk mereka membeli seekor sapi. And now, they have their own cow.

Kelurga ini sangat bersyukur dengan apa yang mereka punya, namun.. mereka kebingungan, dimana mereka mengandangi si sapi harta mereka yang sangat berharga tersebut.
Setelah mereke mengadakan family meeting, mereke pun memutuskan bahwa si sapi bisa tinggal sementara di bawah rumah mereka sambil menunggu mereka mencarikan tempat yg cocok buat si sapi. HANYA SEMENTARA.....

Hari-hari pertama, sang keluarga merasa sangat terganggu dengan bau-bauan yang berasal dari bawah rumah mereka. Mereka merasa tidak nyaman karena udara segar yang menemani mereka, kini tergantikan dengan uap panas kotoran lembu.. Berhari-hari mereka mengeluh dan mencoba membersihkan rumah, semampu-mampu mereka..
Mereka tidak mau anugrah udara segar pegunungan yang mereka miliki terampas begitu saja hanya karena sekarang mereka memiliki anugrah baru... Seekor sapi..

Tapi... usaha mereka tak banyak membawa hasil... rumah mereka tetap dipenuhi dengan gas-gas panas kotoran sapi yangg semakin hari semakin terasa wangi...
Sampai akhirnya mereka terBIASA... Benar-benaR terbiasa dengan keadaan rumah mereka yang sekaligus menjadi rumah untuk si sapi.

Sekarang, mereka tak lagi bisa membedakan antara aroma segar pegunungan dengan aroma gas kotoran sapi.. Semuanya kelihatan sama... Terbaui sama di indra penciuman mereka, karena MEREKA TELAH TERBIASA...

Demikianlah juga dengan DOSA wahai saudara-saudara.....
Ketika kita pertama kali berurusan dengan maksiat, hati kita akan terganggu, sehingga kita berusaha sekuat tenaga untak menjauhinya dan membersihkan hati kita dari maksiat tersebut.
Namun.... setelah sekian lama, kita akan dengan sendirinya terbiasa... Sampai-sampai kita tidak lagi bisa melihat kalau itu adalah sebuah DOSA... kita membiasakan hati kita untak menerima dosa-dosa tersebut, sehingga hati kitapun menjadi kotor dan tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang dosa..
Waspadalah !!! Waspadalah !!!

Berjalan-jalanlah ke tempat lain yang udaranya masih bersih... Hiruplah kembali udara segar dengan SHARING... Dengarlah pendapat orang-orang yan mencintai kita hanya karena ALLAH. Mudah-mudahan sapi itu bisa segera berada di kandangnya dan kotorannya tidak sampai memenuhi rongga hati kita... Aaamiin

Surga Itu

Aku ingin menulis semua tentangmu..

Mengabarkan kepada dunia...

Bahwa kita pernah menghuni sebuah surga..

Pernah melakoni sebuah drama yang indah..

Tentang cinta dan ketulusan..

Tentang arti sebuah persaudaraan..

Tentang sebuah ikatan yang tak terlekang oleh waktu...

Aku telah mencoba, sayang..

Tapi fabaana..

Tak ada pilihan kata yang begitu tepat untuk memulai cerita tentangmu..

Tak ada rangkaian kalimat yang mampu mewakili seluruh waktu yg telah kita habiskan bersama...

Di surga itu...

Lima belas tahun yang lalu..

2012.. untuk saudara-saudaraku di RIAB let.1
(Accord's Members)

NYAYIAN BAHAGIA

Iyakah bahagia datang
ketika aku dicintai pasanganku
ataukah ketika aku mencintainya?

Ketika aku mempunyai kawan-kawan yang kusuka
ataukah ketika aku menjadi kawan yang disukai

Ketika aku memiliki anak-anak yang hebat
ataukah ketika anak-anakku mempunyai orang tua yang hebat
yang mencintai mereka dengan segenap nafasnya

Ketika aku ditaklukkan dunia
ataukah ketika dunia takluk di hadapanku

Ketika manusia menulis ceritaku
ataukah ketika aku mampu menulis cerita seluruh manusia

Ketika aku bisa memanfaatkan lingkunganku
ataukah ketika aku bermanfaat untuk lingkunganku

Ketika aku ditangisi
ataukah ketika aku masih punya waktu untuk menangisi mereka

Ketika aku dianggap luar biasa
ataukah ketika aku mampu membuat orang lain merasa luar biasa

Ketika aku menjadi aku
ataukah ketika aku menjadi bagian dari mereka

Ketika hidup menganugrahi kita kesempatan
ataukah ketika kita memanfaatkan setiap detik yang ada

Ketika manis menghampiri kita
ataukah ketika kita menaburkan madu di kehidupan orang lain

Ketika kita dirindui mati
ataukah ketika kita rindu mati
dan rindu untuk bertemu denganNYA

Pertukaran Guru Monbukagusho

Beasiswa Pelatihan Guru ke Jepang dari Monbukagukosho

Sejak tamat kuliah di jenjang Sarjana Ilmu pendidikan tahun 2005, saya selalu mengikuti tes beasiswa Master Degree ke luar negeri. Cita-cita saya untuk bisa belajar di salah satu English Native Country adalah karena saya ingin sekali hidup di tengah-tengah komunitas yang berbahasa Inggris murni dan juga belajar tentang culture di negara-negara tersebut. Harapan saya hanyalah untuk bisa merasakan sense dari penutur bahasa Inggris asli yang telah menjadi pilihan prodi saya di saat belajar di salah satu Institusi Negeri di Banda Aceh. 

Namun hingga tahun 2010 belum ada satupun beasiswa yang berhasil saya dapat. Akhirnya saya berhenti mengejar beasiswa pada akhir tahun 2010 karena faktor umur dan saya sudah mempunyai dua orang anak yang masih balita.
Kemudian pada Januari 2013 lalu, saya mendengar tentang sebuah program beasiswa untuk Penataran Guru (Teacher Training Program) yang merupakan salah satu program beasiswa dari Pemerintah Jepang (Monbukagakusho). Semangat saya yang sempat patah di ujung 2010, tiba-tiba tumbuh lagi ketika melihat syarat-syarat beasiswa Monbukagakusho yang sangat mudah, tanpa syarat Toefl bahkan rekom dari Profesor, seperti syarat-syarat kebanyakan beasiswa lainnya.

Setelah saya dinyatakan lulus seleksi berkas, pada pertengahan Februari 2013, saya bertolak ke Medan untuk mengikuti seleksi ujian tulis Program Penataran Guru tersebut, karena untuk seluruh wilayah Pulau Sumatera, tes tulis hanya diadakan di Medan seperti kebanyakan beasiswa-beasiwa lain yang pernah saya ikuti.

Dua belas jam perjalanan menuju Kota Medan saya lewati dengan sengsara, karena sepanjang jalan saya muntah-muntah terus di bus, begitu juga dengan suami saya. Walaupun demikian, begitu tiba di Medan kami tidak sempat singgah kemana-mana, karena beberapa jam berselang ujian tulis untuk beasiswa Program Penataran Guru ke Jepang akan segera dimulai. Setelah setengah jam berputar-putar mencari lokasi Konsulat Jenderal Jepang dan wisma BII yang beralamat di jalan Diponegoro 18, dan nomor 18 itu tidak terpampang dimana-mana, akhirnya kami menanyai seorang petugas yang berada di depan Bank BII Medan. Dan ternyata lokasi Wisma BII dan Kantor BII Medan adalah di sebuah gedung yang sama.

Setelah berada di dalam gedung BII Medan, saya segera bersiap-siap di toilet lantai dasar gedung tersebut. Saya mencuci muka, menggosok gigi, dan berganti pakaian. Selang satu jam, usai shalat dhuhur, sayapun terburu-buru ke lantai  5 gedung BII Medan tempat dimana Konsulat jenderal Jepang berada.

Sesampai saya di lantai 5, saya melihat barisan teman-teman calon peserta tes tulis sedang mengantri untuk mendapatkan nomor ujian dengan memperlihatkan KTP masing-masing.

Beberapa menit berselang, para peserta ujian tulis telah semuanya duduk dengan rapi di kursi yang sekaligus dipakai untuk meja tempat meletakkan paper dan alat-alat tulis para peserta ujian. Sambil menunggu jam 13.30 dimana ujian akan segera dimulai, seorang peserta ujian bertanya tentang quota peserta yang akan diberangkatkan ke Jepang dalam beasiswa ini. Jawaban yang kami terima bahwa Badan Komisi Beasiswa tidak membatasi jumlah yang akan diberangkatkan ke Jepang. Siapa saja yang dinyatakan lulus akan berangkat. Di satu sisi, jawaban itu sedikit melegakan, karena peluang yang mereka tawarkan ternyata besar. Namun di sisi lain, jika jumlah peserta yang lewat tidak ditentukan jumlahnya dan jumlah nilai yang akan dinyatakan lewat juga tidak diumumkan secara resmi, maka peluang yang ada bisa jadi sangatlah kecil. 

Tidak ada seorangpun yang tahu berapa jumlah nilai mereka ketika dinyatakan lewat tes tulis dan tes interview, dan berapa jumlah nilai yang dinyatakan gugur. Satu-satunya hasil yang bisa kita lihat adalah di lembar pengumuman tes tulis yang diumumkan melalui website kedutaan Jepang.

Sebelum mengikuti tes ini, saya sempat men-download soal-soal tes tulis yang tersedia di website resmi kedutaan Jepang. Hampir 75% soal yang diberikan berisi soal-soal idiom bahasa Inggris dan selebihnya adalah soal reading comprehension. Begitu juga ketika saya membuka lembaran tes tulis tahun 2013, soal-soalnya terdiri dari 60% soal-soal idiom dan 40% soal-soal reading comprehension.

Setelah mengikuti tes tulis yang berakhir tepat pada jam 14.30 Wib, kami segera ke terminal untuk membeli tiket pulang ke Banda Aceh. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat melelahkan yang kemudian berbayar hasil pengumuman tes tulis yang TIDAK MENCANTUMKAN  NAMA SAYA dimana-mana. :D

Namun walaupun tidak berhasil lolos kali ini, saya telah mendapatkan sebuah pengalaman tersendiri ketika mengikuti tes untuk program beasiswa ini. Apabila pada saat yang akan datang saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes ini lagi, saya tahu bahwa saya harus benar-benar mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi dengan perbekalan vocabularies dan idioms yang lebih banyak lagi.

Mudah-mudahan bagi teman-teman yang akan mengikuti tes tulis untuk Teacher Training Program ke Jepang, juga sudah membekali diri dengan idioms dan vocabularies yang cukup. Selamat Mencoba !! Mudah-mudahan anda lebih beruntung dari saya. :)