Pada suatu masa hiduplah seorang pemuda shaleh yang gagah dan juga
sangat disegani oleh banyak orang karena pemahamannya yang luas tentang
ilmu agama.
Suatu hari, beberapa orang dari kampung
seberang datang menemui pemuda tersebut untuk meminta pertolongannya memberantas kemusyrikan yang sedang berlaku di kampung mereka. Penduduk
kampung tersebut ternyata melakukan kemaksiatan yang sangat besar. Mereka
sedang bermain-main dengan aqidah. Mereka berbondong-bondong memberikan
sesajen kepada sebatang pohon tua dan besar yang dianggap keramat. Setiap
hari makin bertambah saja orang yang datang ke pohon untuk berdoa,
membuat nazar bahkan untuk membuang kesialan dengan berbagai macam ritual
aneh.
Beberap orang yang tidak nyaman dengan
keanehan-keanehan tersebut bersepakat untuk meminta tolong tengku shaleh
nan ganteng dari kampung seberang. Dan dengan berbekal sebilah kapak juga
segenap keikhlasan yang dia punya, berangkatlah ia ke kampung
saudara-saudaranya itu.
Namun, di tengah jalan,
sang tengku bertemu dengan seorang laki-laki tua yang memanggil-manggil
namanya dan meminta tolong. Ketika dia mendekatinya, ternyata laki-laki
itu memohon agar dia jangan menebang pohon keramat yang berada di ujung
kampung itu, karena daun-daun pohon tersebut telah menyembuhkan laki-laki
tua tersebut dari penyakit yang di deritanya selama bertahun-tahun.
Dengan
keteguhan yang sama sang tengku menjawab dengan lantang, ”Masalah buat
Gue.. Apapun alasannya kemaksiatan harus diberantass.”
Si
Pemuda berjalan terus dengan penuh keyakinan menuju targetnya. Tapi
laki-laki tua tadi, lagi-lagi datang, dan kini mengancam, kalau pohon itu
ditebang, seluruh penduduk kampung akan kualat dan pemuda tersebut
juga akan yang akan terkena kutukan yang mengerikan..
Berbekal niat ikhlas yang telah dipersiapkannya dengan baik, pemuda berhati baja itu pun mengabaikan ancaman lelaki tua..
Hingga
kali ke tiga, laki-laki tua kembali menahan jalan pemuda itu menuju
pohon kemusyrikan dengan sekuat tenaganya sampai pak tua itupun
tersungkur, kalah. Dan pada akhirnya, ia mengiming-imingi si tengku muda
nan perkasa dengan sekantong emas yang akan ditemuinya setiap pagi di
bawah bantalnya, sepanjang tahun sampai kontrak usianya di dunia
berakhir.
Dan kali ini, pemuda itu ternyata SETUJU.. :(
Maka diapun pulang membawa kapak di tangannya dengan bayangan ratusan
koin-koin emas yang akan memenuhi tabungannya setiap hari yang nantinya
akan ia manfaatkan untuk bersedekah dan berdakwah di jalan Allah.
But,
guess what he found? Ketika keesokan paginya dia tidak menemukan
sekeping koin logampun di bawah bantalnya, dia buru-buru
mengambil kembali kapaknya dan pergi menuntaskan misinya yang tertunda..
Dengan
murka sang pemuda pun mendatangi pak tua dan menantangnya sekali lagi.
Dan taukah engkau apa hasil dari pertempuran kedua ini??
Si pemuda gagah nan ‘alim kalah dari si tua yang ternyata adalah syaithan penjaga pohon keramat.
“Kau
bisa saja mengalahkanku selama kau masih bersenjata ikhlas dalam
hatimu.. Tapi sekarang engkau telah ria dan thamak akan balasan dari
hasil kerjamu.. Maka engkau telah kalah, wahai Manusia.” Syaithan
berkata sambil tertawa menang..
Dan saat itulah, kita baru menyadari bahwa niat dan keikhlasan adalah senjata terbesar kita....
Mudah-mudahan tak ada kata terlambat untuk menginstal ulang niat kita agar tetap Lillahi Ta’ala..
Last but not least…
Seorang
ustadz pernah berkata bahwa ikhlas itu sebuah rasa yang saaaangat halus.
Saking halusnya sampai-sampai malaikat dan syaithan pun tidak tahu
ketika kita mengikhlaskan sesuatu. Hanya Allah dan hati saja yang berhak
mengetahui anugrah mulia ini.. (Semoga Allah mencintai ustadz yang
memberi nasehat ini dan menempatkannya di Surga-Nya yang tinggi.- Aamiin )
Noor Ahmed// Welcome to my world.. This is mine, you're just allowed to visit and comment, not more..
Sunday, 18 August 2013
(berkah) SEDEKAH atau MEMENUHI UNDANGAN
June 27, 2013 at 1:24pm
Seminggu yang lalu kami dapat undangan dari keluarga istri adek saya yang nomer dua.
Berhubung ayah sedang sakit, jadi tidak ada yang bisa pergi untuk memenuhi undangan itu.. Sayapun kemudian diutus mamak untuk menghadiri undangan dari besannya tersebut.. Tapi saya adalah orang yang sangat tak suka pesta.. Tak suka keramaian dan kegemerlapan dunia.. hahay.. Apalagi tempatnya lumayan jauh, ke dekat pantai ulee lhee sana.
Akhirnya saya lebih memilih pulang ke Montasik menjenguk ayah, daripada pergi ke pesta..
Namun, setiba di Montasik, mamak menyuruh saya sekali lagi untuk pergi mengantarkan kado mamak saja.
"Kiban dilee meusidroe hana so jak. Hana mangat tanyo. (Cam mana dulu, satu orangpun gak ada yang pigi. gak enak kita)." Kata mamak..
Tapi saya masih bermalas-malasan untuk pergi dan menyibukkan diri dengan mencuci pakaian anak-anak saya (padahal yang sibuk mesin, saya cuman sibuk nunggu mesin siap nyucik :D).
Tepat jam 12 saya menerima sms dari adek sepupu..
"Jak khanduri, kak? (Pigi pesta, kak?)" Tulisnya
"Hom.. Menye na so ba honda..(Gak tau nih, kalo aada yang mau bawa motor..)" Jawabku berharap adek sepupuku membatalkan ajakannya karena selama bepergian denganku, dia belum pernah mau memboncengku.. Selalu saja memilih untuk duduk di belakang.
"Jet lon ba.Siap-siap beh.(Biar saya yang bawa, siap-siap terus ya.)" Tulisnya di sms trakir yang masuk ke inboxku sebelum adzan dhuhur hari itu.
Akhirnya, setelah azan dhuhur telah setengah jam berkumandang, kami baru berangkat dengan rasa malas dan beberapa kali bolak balik ke rumah karena ada saja yang tertinggal.. Gak hp lah, gak helm, gak dompet lah. macam-macamlah, karena emang gak niat banget untuk pergi..
Setelah lebih dari setengah jam menempuh badai debu di tengah teriknya mentari ba'da dhuhur, kami tiba juga di tempat pesta..
Kemudian kami menulis nama dengan huruf besar-besar di buku tamu -agar orang yang telah mengundang tahu, kalau kami sudah datang menghadiri undangannya- dan mencari tempat paling sudut untuk makan.
Ketika hampir pulang, karena sudah terlanjur bertemu seorang empunya pesta, kamipun bersalaman dengan dara baro dan linto baro..
Saya yang tadi hanya membawa kado bertuliskan nama mamak, merasa tidak enak karena telah makan di pesta dengan gratis.. Hehehe. Akhirnya saya tempelkan selembar rupiah berwarna ....?. dengan harga paling minimum untuk ditempel.. Asbabnya saya sedang tidak punya uang ( kecil)... :D (namun) itu adalah the only uang (yang paling besar) yang bisa saya tempel.
Dan kamipun pulang sambil mengucap syukur dalam hati karena telah bisa menghadiri undangan tersebut.
Di tengah perjalanan pulang yang santai, saya melihat sebuah sms masuk ke inbox saya. Isi smsnya adalah laporan dari Mkios.
Sayapun dengan penasaran mengecek jumlah saldo yang tersisa. Ternyata jumlahnya telah bertambah 20.000 rupiah..
Saya terkejut dan senang menerima pulsa tambahan dari sumber yang tidak saya ketahui dan berjumlah yang lumayan banyak itu. -Biasanya saya cuman isi 10.000 rupiah untuk seminggu.. hhehhe
Saya menunggu-nunggu seseorang menelpon dan berkata, "Maaf, saya salah kirim pulsa, apa bisa dikirim balek ke no.saya?" Namun handphone tak kunjung berdering dan tak satupun sms yang masuk saat itu yang berhubungan dengan pulsa nyasar tadi.
Sesampai di rumah, saya menanyakan ke semua orang, adakah yang telah berbaik hati mengirimi saya pulsa.. Tapi tak seorangpun dari mereka yang menjawab: ADA.
Saya juga berusaha bertanya kepada kawan-kawan yang bisa jadi tersangka, karena pernah mengirimi saya pulsa beberapa kali.. Namun jawabannya tetap :TIDAK ADA.
Ya sudah, akhirnya saya berpasrah pada takdir yang telah membuat saya mendapatkan anugrah pulsa gratis hari itu.
Di balik rasa pasrah itu, saya mulai membuat analisa : mungkin pulsa nyasar ini adalah hadiah dariNYA karena saya telah menyumbang salam tempel yang tak seberapa ke tangan dara baro tadi.... Atau mungkin juga, karena saya telah memenuhi undangan dari keluarga besar adik ipar saya.. Entahlah.. Di tengah kegalauan dan rasa senang yang campur aduk, tiba-tiba saya tak sengaja menumpahkan beberapa lembar uang berwarna ungu dari baju kaos yang baru saya ambel di lemari untuk saya pakai di rumah..
Dan bertambah lagi berkah yang saya dapatkan hari itu..
Berhubung ayah sedang sakit, jadi tidak ada yang bisa pergi untuk memenuhi undangan itu.. Sayapun kemudian diutus mamak untuk menghadiri undangan dari besannya tersebut.. Tapi saya adalah orang yang sangat tak suka pesta.. Tak suka keramaian dan kegemerlapan dunia.. hahay.. Apalagi tempatnya lumayan jauh, ke dekat pantai ulee lhee sana.
Akhirnya saya lebih memilih pulang ke Montasik menjenguk ayah, daripada pergi ke pesta..
Namun, setiba di Montasik, mamak menyuruh saya sekali lagi untuk pergi mengantarkan kado mamak saja.
"Kiban dilee meusidroe hana so jak. Hana mangat tanyo. (Cam mana dulu, satu orangpun gak ada yang pigi. gak enak kita)." Kata mamak..
Tapi saya masih bermalas-malasan untuk pergi dan menyibukkan diri dengan mencuci pakaian anak-anak saya (padahal yang sibuk mesin, saya cuman sibuk nunggu mesin siap nyucik :D).
Tepat jam 12 saya menerima sms dari adek sepupu..
"Jak khanduri, kak? (Pigi pesta, kak?)" Tulisnya
"Hom.. Menye na so ba honda..(Gak tau nih, kalo aada yang mau bawa motor..)" Jawabku berharap adek sepupuku membatalkan ajakannya karena selama bepergian denganku, dia belum pernah mau memboncengku.. Selalu saja memilih untuk duduk di belakang.
"Jet lon ba.Siap-siap beh.(Biar saya yang bawa, siap-siap terus ya.)" Tulisnya di sms trakir yang masuk ke inboxku sebelum adzan dhuhur hari itu.
Akhirnya, setelah azan dhuhur telah setengah jam berkumandang, kami baru berangkat dengan rasa malas dan beberapa kali bolak balik ke rumah karena ada saja yang tertinggal.. Gak hp lah, gak helm, gak dompet lah. macam-macamlah, karena emang gak niat banget untuk pergi..
Setelah lebih dari setengah jam menempuh badai debu di tengah teriknya mentari ba'da dhuhur, kami tiba juga di tempat pesta..
Kemudian kami menulis nama dengan huruf besar-besar di buku tamu -agar orang yang telah mengundang tahu, kalau kami sudah datang menghadiri undangannya- dan mencari tempat paling sudut untuk makan.
Ketika hampir pulang, karena sudah terlanjur bertemu seorang empunya pesta, kamipun bersalaman dengan dara baro dan linto baro..
Saya yang tadi hanya membawa kado bertuliskan nama mamak, merasa tidak enak karena telah makan di pesta dengan gratis.. Hehehe. Akhirnya saya tempelkan selembar rupiah berwarna ....?. dengan harga paling minimum untuk ditempel.. Asbabnya saya sedang tidak punya uang ( kecil)... :D (namun) itu adalah the only uang (yang paling besar) yang bisa saya tempel.
Dan kamipun pulang sambil mengucap syukur dalam hati karena telah bisa menghadiri undangan tersebut.
Di tengah perjalanan pulang yang santai, saya melihat sebuah sms masuk ke inbox saya. Isi smsnya adalah laporan dari Mkios.
Sayapun dengan penasaran mengecek jumlah saldo yang tersisa. Ternyata jumlahnya telah bertambah 20.000 rupiah..
Saya terkejut dan senang menerima pulsa tambahan dari sumber yang tidak saya ketahui dan berjumlah yang lumayan banyak itu. -Biasanya saya cuman isi 10.000 rupiah untuk seminggu.. hhehhe
Saya menunggu-nunggu seseorang menelpon dan berkata, "Maaf, saya salah kirim pulsa, apa bisa dikirim balek ke no.saya?" Namun handphone tak kunjung berdering dan tak satupun sms yang masuk saat itu yang berhubungan dengan pulsa nyasar tadi.
Sesampai di rumah, saya menanyakan ke semua orang, adakah yang telah berbaik hati mengirimi saya pulsa.. Tapi tak seorangpun dari mereka yang menjawab: ADA.
Saya juga berusaha bertanya kepada kawan-kawan yang bisa jadi tersangka, karena pernah mengirimi saya pulsa beberapa kali.. Namun jawabannya tetap :TIDAK ADA.
Ya sudah, akhirnya saya berpasrah pada takdir yang telah membuat saya mendapatkan anugrah pulsa gratis hari itu.
Di balik rasa pasrah itu, saya mulai membuat analisa : mungkin pulsa nyasar ini adalah hadiah dariNYA karena saya telah menyumbang salam tempel yang tak seberapa ke tangan dara baro tadi.... Atau mungkin juga, karena saya telah memenuhi undangan dari keluarga besar adik ipar saya.. Entahlah.. Di tengah kegalauan dan rasa senang yang campur aduk, tiba-tiba saya tak sengaja menumpahkan beberapa lembar uang berwarna ungu dari baju kaos yang baru saya ambel di lemari untuk saya pakai di rumah..
Dan bertambah lagi berkah yang saya dapatkan hari itu..
Thursday, 15 August 2013
DOSA Part -II
Bismillah...Allahumma Shalli 'Ala Muhammmad..
Islam itu datang sebagai sesuatu yang aneh, dan di suatu masa nanti Islam juga akan kembali dianggap aneh.. (Al-Hadith).
Demikianlah yang hari ini kita lihat ikhwani fillah. Ketika ada sekelompok orang yang ingin menegakkan Islam dengan sebenar-benarnya,nmaka kita memandangnya dengan aneh. Anehnya cara berfikir sang ahlussunnah. Anehnya cara mereka bersikap, cara mereka berinteraksi, juga cara mereka berpakaian,, Semua yang mereka lakoni hanya keanehan.. Kenapa??? Karena kita sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan dakwah-dakwah musuh Islam. Mereka sukses mencuci otak ummat Islam di seluruh penjuru dunia...
Tak usah jauh-jauh... Seorang muslimah yang sudah menutup aurat dengan benar, menjaga diri dengan baik, pasti merasa aneh kalau suatu waktu tiba-tiba dilarang untuk keluar malam hari ...
Mereka telah sukses kawan.. Sukses sesukses-suksesnya kesuksesan.. Para pembenci Islam hanya punya SATU target.. Goalkan pekerjaan syaithan menjerumuskan manusia dari jalan ALLAH..
Muslimin dibuat terbiasa mengikuti gaya hidup musuh-musuh ALLAH... Menipu sedikit tak apa-apa... Berzina sedikit tak apa-apa... Bergosip sedikit tak apa-apa... Bersenang-senang sedikit, kapan lagi, selagi masih muda...
Ingatlah kawan...
Muda itu waktu menanam, tua waktu menuai..
Semua yang kita biasakan di waktu muda..itulah yang akan mendarah daging saat kita tua..
Ayolah... kita bertafakur sejenak.. Mumpung masih dalam momentum Syawal. Apakah yang saya buat sekarang sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pemegang Hidup saya.. Sudah mengikut cara hidup orang-orang yang dikasihiNYA??? Apakah sudah sedikit??? Sedikit saja tak apa..Kita akan berusaha lagi... Bukankah many little make a mickle??? Tapi alangkah sedihnya kalau yang sedang kita tabung sedikit demi sedikit itu hanyalah dosa.. Kesalahan-kesalahan kecil.. dan kemungkaran.. dan kita melakukannya dengan tersenyum... Astaghfirullah...
Ingatlah... Ketika engkau melakukan sebuah dosa dalam keadaan tertawa, maka nanti kamu akan masuk neraka dalam keadaan menangis...
Allah Subhanahu wa Ta'ala saaangat mencintai orang-orang muda yang kembali ke jalan-Nya..
Kita sama-sama tahu, kita tak buat dosa-dosa besar seperti KORUPSI, BERZINA, MENGADU DOMBA, dll.
Kita hanya membuat yang kecil-kecil seperti menyontek, pacaran, bergosip, dll
Tapi disitulah bermulanya kita membiasakan diri berbuat tidak benar.. Membiasakan diri dengan penipuan kecil bisa berakhir dengan pentipuan-penipuan besar.
Kita membiasakan diri menggadaikan hati kepada orang yang tak Allah izinkan, akan berhujung pengkhianatan panjang terhadap cinta yang ALLAH halalkan.
Begitu juga kesalahan lainnya yang kita anggap biasa.
Kebiasaan yang berujung dosa...
Tidakkah engkau takut akan murka-NYA???
Kalau tak takut... Buatlah terus... TAPI, buatlah sendiri... Tolong jangan di depan kami..
Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan...
"Apabila engkau melihat sebuah kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu. Jika kau tak mampu cegah dengan lidahmu. Apabila kau juga tak mampu bencilah dengan hatimu. Itulah selemah-lemah iman.". (Al-Hadith)
Ketika seorang Muslim melihat saudaranya tak lagi ikut aturan Allah, dia wajib mengingatkann...:
1. Dengan kekusaan yang dia punya..atau
2. Dengan perkatnaannya... atau
3. Denga membenci dalam hati... tapi itu ada di posisi iman yang selemah-lemahnya..
Tak ada orang yang mau berada di posisi ke tiga, mempunyai iman yang saaangaat lemah.. Tapi keadaan selalu saja menuntut itu. Agar silaturrahmi tak putus.. Agar tak ada yang tersakiti... Sungguh sebuah pilihan yang sulit denganan menggadaikan kadar iman yg dipunya..
Haqqul yakin, Allah pasti cemburu ketika hamba-hamba itu lebih memuliakan hati saudaranya ketimbang menunaikan perintah ALLAH.
Orang-orang akan lebih memilih diam daripada mengingatkan saudaranya yang bisa berujung putusnya persahabatan.. Saya juga demikian..
Oleh kerana itu, tolonglah saudara-saudaraku yang merasa bisa membuat orang lain terganggu dengan hal-hal kecil yang ternyata bisa melemahkan iman orang-orang di sekitarnya.. Tolong jangan lagi menyontek di dpn pengawas dan kawan2-kawan.. Jangan lagi berdua-duaan di depan orang ramai.. (Enak lagi kalau gak diliat orang :P).. Jangan lalu suka menyebar gosip.. Jangan suka mengadu domba.. Jangan melihat apa yang tak boleh dilihat.. Jangan mengumbar apa yang tak boleh diumbar... Kasihanilah orang lain yang tak buat, tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa..
Bersyukurlah, hari ini kita tak hidup di Palistin, di Mesr, di Suriah. Tak sedang harus mempertahankan diri, harta benda dan menjaga rumah ALLAH denga nyawa dan darah.. Tak sedang harus merelakan keluarga dan sahaba-sahabat kita syahid di depan mata kita.. Tak sedang harus lari ketakutan ketika shalat Jum'at, juga ketika sedang belajar...
Allah sedang mencoba kita dengan nikmat yang berlimpah... Maka nikmat manakah yang pantas kita dustakan???? :'(
Islam itu datang sebagai sesuatu yang aneh, dan di suatu masa nanti Islam juga akan kembali dianggap aneh.. (Al-Hadith).
Demikianlah yang hari ini kita lihat ikhwani fillah. Ketika ada sekelompok orang yang ingin menegakkan Islam dengan sebenar-benarnya,nmaka kita memandangnya dengan aneh. Anehnya cara berfikir sang ahlussunnah. Anehnya cara mereka bersikap, cara mereka berinteraksi, juga cara mereka berpakaian,, Semua yang mereka lakoni hanya keanehan.. Kenapa??? Karena kita sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan dakwah-dakwah musuh Islam. Mereka sukses mencuci otak ummat Islam di seluruh penjuru dunia...
Tak usah jauh-jauh... Seorang muslimah yang sudah menutup aurat dengan benar, menjaga diri dengan baik, pasti merasa aneh kalau suatu waktu tiba-tiba dilarang untuk keluar malam hari ...
Mereka telah sukses kawan.. Sukses sesukses-suksesnya kesuksesan.. Para pembenci Islam hanya punya SATU target.. Goalkan pekerjaan syaithan menjerumuskan manusia dari jalan ALLAH..
Muslimin dibuat terbiasa mengikuti gaya hidup musuh-musuh ALLAH... Menipu sedikit tak apa-apa... Berzina sedikit tak apa-apa... Bergosip sedikit tak apa-apa... Bersenang-senang sedikit, kapan lagi, selagi masih muda...
Ingatlah kawan...
Muda itu waktu menanam, tua waktu menuai..
Semua yang kita biasakan di waktu muda..itulah yang akan mendarah daging saat kita tua..
Ayolah... kita bertafakur sejenak.. Mumpung masih dalam momentum Syawal. Apakah yang saya buat sekarang sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pemegang Hidup saya.. Sudah mengikut cara hidup orang-orang yang dikasihiNYA??? Apakah sudah sedikit??? Sedikit saja tak apa..Kita akan berusaha lagi... Bukankah many little make a mickle??? Tapi alangkah sedihnya kalau yang sedang kita tabung sedikit demi sedikit itu hanyalah dosa.. Kesalahan-kesalahan kecil.. dan kemungkaran.. dan kita melakukannya dengan tersenyum... Astaghfirullah...
Ingatlah... Ketika engkau melakukan sebuah dosa dalam keadaan tertawa, maka nanti kamu akan masuk neraka dalam keadaan menangis...
Allah Subhanahu wa Ta'ala saaangat mencintai orang-orang muda yang kembali ke jalan-Nya..
Kita sama-sama tahu, kita tak buat dosa-dosa besar seperti KORUPSI, BERZINA, MENGADU DOMBA, dll.
Kita hanya membuat yang kecil-kecil seperti menyontek, pacaran, bergosip, dll
Tapi disitulah bermulanya kita membiasakan diri berbuat tidak benar.. Membiasakan diri dengan penipuan kecil bisa berakhir dengan pentipuan-penipuan besar.
Kita membiasakan diri menggadaikan hati kepada orang yang tak Allah izinkan, akan berhujung pengkhianatan panjang terhadap cinta yang ALLAH halalkan.
Begitu juga kesalahan lainnya yang kita anggap biasa.
Kebiasaan yang berujung dosa...
Tidakkah engkau takut akan murka-NYA???
Kalau tak takut... Buatlah terus... TAPI, buatlah sendiri... Tolong jangan di depan kami..
Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan...
"Apabila engkau melihat sebuah kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu. Jika kau tak mampu cegah dengan lidahmu. Apabila kau juga tak mampu bencilah dengan hatimu. Itulah selemah-lemah iman.". (Al-Hadith)
Ketika seorang Muslim melihat saudaranya tak lagi ikut aturan Allah, dia wajib mengingatkann...:
1. Dengan kekusaan yang dia punya..atau
2. Dengan perkatnaannya... atau
3. Denga membenci dalam hati... tapi itu ada di posisi iman yang selemah-lemahnya..
Tak ada orang yang mau berada di posisi ke tiga, mempunyai iman yang saaangaat lemah.. Tapi keadaan selalu saja menuntut itu. Agar silaturrahmi tak putus.. Agar tak ada yang tersakiti... Sungguh sebuah pilihan yang sulit denganan menggadaikan kadar iman yg dipunya..
Haqqul yakin, Allah pasti cemburu ketika hamba-hamba itu lebih memuliakan hati saudaranya ketimbang menunaikan perintah ALLAH.
Orang-orang akan lebih memilih diam daripada mengingatkan saudaranya yang bisa berujung putusnya persahabatan.. Saya juga demikian..
Oleh kerana itu, tolonglah saudara-saudaraku yang merasa bisa membuat orang lain terganggu dengan hal-hal kecil yang ternyata bisa melemahkan iman orang-orang di sekitarnya.. Tolong jangan lagi menyontek di dpn pengawas dan kawan2-kawan.. Jangan lagi berdua-duaan di depan orang ramai.. (Enak lagi kalau gak diliat orang :P).. Jangan lalu suka menyebar gosip.. Jangan suka mengadu domba.. Jangan melihat apa yang tak boleh dilihat.. Jangan mengumbar apa yang tak boleh diumbar... Kasihanilah orang lain yang tak buat, tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa..
Bersyukurlah, hari ini kita tak hidup di Palistin, di Mesr, di Suriah. Tak sedang harus mempertahankan diri, harta benda dan menjaga rumah ALLAH denga nyawa dan darah.. Tak sedang harus merelakan keluarga dan sahaba-sahabat kita syahid di depan mata kita.. Tak sedang harus lari ketakutan ketika shalat Jum'at, juga ketika sedang belajar...
Allah sedang mencoba kita dengan nikmat yang berlimpah... Maka nikmat manakah yang pantas kita dustakan???? :'(
DOSA Part-I
Al
kisah, di sebuah zaman... Ada sebuah keluarga yang tinggal di sebuah
rumah adat yang bertiang tinggi, di dekat pegunungan yang hawanya masih sangat segar..
Mereka sehari-hari mencari nafkah dengan bekerja di ladang-ladang orang dan menjaga
ternak-ternak orang kampung di sekitar pegunungan tersebut.
Setelah sekian lama
bekerja untuk orang lain akhirnya hasil tabungan mereka pun cukup untuk mereka
membeli seekor sapi. And now, they have their own cow.
Kelurga ini sangat bersyukur dengan apa yang mereka punya, namun.. mereka kebingungan, dimana mereka mengandangi si sapi harta mereka yang sangat berharga tersebut.
Setelah mereke mengadakan family meeting, mereke pun memutuskan bahwa si sapi bisa tinggal sementara di bawah rumah mereka sambil menunggu mereka mencarikan tempat yg cocok buat si sapi. HANYA SEMENTARA.....
Hari-hari pertama, sang keluarga merasa sangat terganggu dengan bau-bauan yang berasal dari bawah rumah mereka. Mereka merasa tidak nyaman karena udara segar yang menemani mereka, kini tergantikan dengan uap panas kotoran lembu.. Berhari-hari mereka mengeluh dan mencoba membersihkan rumah, semampu-mampu mereka..
Mereka
tidak mau anugrah udara segar pegunungan yang mereka miliki terampas begitu
saja hanya karena sekarang mereka memiliki anugrah baru... Seekor sapi..
Tapi... usaha mereka tak banyak membawa hasil... rumah mereka tetap dipenuhi dengan gas-gas panas kotoran sapi yangg semakin hari semakin terasa wangi...
Sampai akhirnya mereka terBIASA... Benar-benaR terbiasa dengan keadaan rumah mereka yang sekaligus menjadi rumah untuk si sapi.
Tapi... usaha mereka tak banyak membawa hasil... rumah mereka tetap dipenuhi dengan gas-gas panas kotoran sapi yangg semakin hari semakin terasa wangi...
Sampai akhirnya mereka terBIASA... Benar-benaR terbiasa dengan keadaan rumah mereka yang sekaligus menjadi rumah untuk si sapi.
Sekarang, mereka tak lagi bisa membedakan antara aroma segar pegunungan dengan aroma gas kotoran sapi.. Semuanya kelihatan sama... Terbaui sama di indra penciuman mereka, karena MEREKA TELAH TERBIASA...
Demikianlah juga dengan DOSA wahai saudara-saudara.....
Ketika
kita pertama kali berurusan dengan maksiat, hati kita akan terganggu, sehingga
kita berusaha sekuat tenaga untak menjauhinya dan membersihkan hati kita dari
maksiat tersebut.
Namun.... setelah sekian lama, kita akan dengan sendirinya terbiasa... Sampai-sampai kita tidak lagi bisa melihat kalau itu adalah sebuah DOSA... kita membiasakan hati kita untak menerima dosa-dosa tersebut, sehingga hati kitapun menjadi kotor dan tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang dosa..
Waspadalah !!! Waspadalah !!!
Berjalan-jalanlah ke tempat lain yang udaranya masih bersih... Hiruplah kembali udara segar dengan SHARING... Dengarlah pendapat orang-orang yan mencintai kita hanya karena ALLAH. Mudah-mudahan sapi itu bisa segera berada di kandangnya dan kotorannya tidak sampai memenuhi rongga hati kita... Aaamiin
Namun.... setelah sekian lama, kita akan dengan sendirinya terbiasa... Sampai-sampai kita tidak lagi bisa melihat kalau itu adalah sebuah DOSA... kita membiasakan hati kita untak menerima dosa-dosa tersebut, sehingga hati kitapun menjadi kotor dan tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang dosa..
Waspadalah !!! Waspadalah !!!
Berjalan-jalanlah ke tempat lain yang udaranya masih bersih... Hiruplah kembali udara segar dengan SHARING... Dengarlah pendapat orang-orang yan mencintai kita hanya karena ALLAH. Mudah-mudahan sapi itu bisa segera berada di kandangnya dan kotorannya tidak sampai memenuhi rongga hati kita... Aaamiin
Surga Itu
Aku ingin menulis semua tentangmu..
Mengabarkan kepada dunia...
Bahwa kita pernah menghuni sebuah surga..
Pernah melakoni sebuah drama yang indah..
Tentang cinta dan ketulusan..
Tentang arti sebuah persaudaraan..
Tentang sebuah ikatan yang tak terlekang oleh waktu...
Aku telah mencoba, sayang..
Tapi fabaana..
Tak ada pilihan kata yang begitu tepat untuk memulai cerita tentangmu..
Tak ada rangkaian kalimat yang mampu mewakili seluruh waktu yg telah kita habiskan bersama...
Di surga itu...
Lima belas tahun yang lalu..
2012.. untuk saudara-saudaraku di RIAB let.1
(Accord's Members)
NYAYIAN BAHAGIA
Iyakah bahagia datang
ketika aku dicintai pasanganku
ataukah ketika aku mencintainya?
Ketika aku mempunyai kawan-kawan yang kusuka
ataukah ketika aku menjadi kawan yang disukai
Ketika aku memiliki anak-anak yang hebat
ataukah ketika anak-anakku mempunyai orang tua yang hebat
ketika aku dicintai pasanganku
ataukah ketika aku mencintainya?
Ketika aku mempunyai kawan-kawan yang kusuka
ataukah ketika aku menjadi kawan yang disukai
Ketika aku memiliki anak-anak yang hebat
ataukah ketika anak-anakku mempunyai orang tua yang hebat
yang mencintai mereka dengan segenap nafasnya
Ketika aku ditaklukkan dunia
ataukah ketika dunia takluk di hadapanku
Ketika manusia menulis ceritaku
ataukah ketika aku mampu menulis cerita seluruh manusia
Ketika aku bisa memanfaatkan lingkunganku
ataukah ketika aku bermanfaat untuk lingkunganku
Ketika aku ditangisi
ataukah ketika aku masih punya waktu untuk menangisi mereka
Ketika aku dianggap luar biasa
ataukah ketika aku mampu membuat orang lain merasa luar biasa
Ketika aku menjadi aku
ataukah ketika aku menjadi bagian dari mereka
Ketika hidup menganugrahi kita kesempatan
ataukah ketika kita memanfaatkan setiap detik yang ada
Ketika manis menghampiri kita
ataukah ketika kita menaburkan madu di kehidupan orang lain
Ketika kita dirindui mati
ataukah ketika kita rindu mati
dan rindu untuk bertemu denganNYA
Ketika aku ditaklukkan dunia
ataukah ketika dunia takluk di hadapanku
Ketika manusia menulis ceritaku
ataukah ketika aku mampu menulis cerita seluruh manusia
Ketika aku bisa memanfaatkan lingkunganku
ataukah ketika aku bermanfaat untuk lingkunganku
Ketika aku ditangisi
ataukah ketika aku masih punya waktu untuk menangisi mereka
Ketika aku dianggap luar biasa
ataukah ketika aku mampu membuat orang lain merasa luar biasa
Ketika aku menjadi aku
ataukah ketika aku menjadi bagian dari mereka
Ketika hidup menganugrahi kita kesempatan
ataukah ketika kita memanfaatkan setiap detik yang ada
Ketika manis menghampiri kita
ataukah ketika kita menaburkan madu di kehidupan orang lain
Ketika kita dirindui mati
ataukah ketika kita rindu mati
dan rindu untuk bertemu denganNYA
Pertukaran Guru Monbukagusho
Beasiswa Pelatihan Guru ke Jepang dari Monbukagukosho
Sejak tamat kuliah di jenjang Sarjana Ilmu pendidikan tahun
2005, saya selalu mengikuti tes beasiswa Master Degree ke luar negeri. Cita-cita
saya untuk bisa belajar di salah satu English
Native Country adalah karena saya ingin sekali hidup di tengah-tengah
komunitas yang berbahasa Inggris murni dan juga belajar tentang culture di negara-negara tersebut.
Harapan saya hanyalah untuk bisa merasakan sense
dari penutur bahasa Inggris asli yang telah menjadi pilihan prodi saya di saat
belajar di salah satu Institusi Negeri di Banda Aceh.
Namun hingga tahun 2010 belum ada satupun beasiswa yang
berhasil saya dapat. Akhirnya saya berhenti mengejar beasiswa pada akhir tahun
2010 karena faktor umur dan saya sudah mempunyai dua orang anak yang masih balita.
Kemudian pada Januari 2013 lalu, saya mendengar tentang sebuah
program beasiswa untuk
Penataran Guru (Teacher Training Program) yang merupakan salah satu program
beasiswa dari Pemerintah Jepang (Monbukagakusho). Semangat saya yang sempat
patah di ujung 2010, tiba-tiba tumbuh lagi ketika melihat syarat-syarat
beasiswa Monbukagakusho yang sangat mudah, tanpa syarat Toefl bahkan rekom dari
Profesor, seperti syarat-syarat kebanyakan beasiswa lainnya.
Setelah
saya dinyatakan lulus seleksi berkas, pada pertengahan Februari 2013, saya
bertolak ke Medan untuk mengikuti seleksi ujian tulis Program Penataran Guru
tersebut, karena untuk seluruh wilayah Pulau Sumatera, tes tulis hanya diadakan
di Medan seperti kebanyakan beasiswa-beasiwa lain yang pernah saya ikuti.
Dua
belas jam perjalanan menuju Kota Medan saya lewati dengan sengsara, karena
sepanjang jalan saya muntah-muntah terus di bus, begitu juga dengan suami saya.
Walaupun demikian, begitu tiba di Medan kami tidak sempat singgah kemana-mana,
karena beberapa jam berselang ujian tulis untuk beasiswa Program Penataran Guru
ke Jepang akan segera dimulai. Setelah setengah jam berputar-putar mencari
lokasi Konsulat Jenderal Jepang dan wisma BII yang beralamat di jalan
Diponegoro 18, dan nomor 18 itu tidak terpampang dimana-mana, akhirnya kami
menanyai seorang petugas yang berada di depan Bank BII Medan. Dan ternyata
lokasi Wisma BII dan Kantor BII Medan adalah di sebuah gedung yang sama.
Setelah
berada di dalam gedung BII Medan, saya segera bersiap-siap di toilet lantai
dasar gedung tersebut. Saya mencuci muka, menggosok gigi, dan berganti pakaian.
Selang satu jam, usai shalat dhuhur, sayapun terburu-buru ke lantai 5 gedung BII Medan tempat dimana Konsulat
jenderal Jepang berada.
Sesampai
saya di lantai 5, saya melihat barisan teman-teman calon peserta tes tulis
sedang mengantri untuk mendapatkan nomor ujian dengan memperlihatkan KTP
masing-masing.
Beberapa
menit berselang, para peserta ujian tulis telah semuanya duduk dengan rapi di
kursi yang sekaligus dipakai untuk meja tempat meletakkan paper dan alat-alat
tulis para peserta ujian. Sambil menunggu jam 13.30 dimana ujian akan segera
dimulai, seorang peserta ujian bertanya tentang quota peserta yang akan
diberangkatkan ke Jepang dalam beasiswa ini. Jawaban yang kami terima bahwa Badan
Komisi Beasiswa tidak membatasi jumlah yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Siapa saja yang dinyatakan lulus akan berangkat. Di satu sisi, jawaban itu
sedikit melegakan, karena peluang yang mereka tawarkan ternyata besar. Namun di
sisi lain, jika jumlah peserta yang lewat tidak ditentukan jumlahnya dan jumlah
nilai yang akan dinyatakan lewat juga tidak diumumkan secara resmi, maka
peluang yang ada bisa jadi sangatlah kecil.
Tidak ada seorangpun yang tahu
berapa jumlah nilai mereka ketika dinyatakan lewat tes tulis dan tes interview,
dan berapa jumlah nilai yang dinyatakan gugur. Satu-satunya hasil yang bisa
kita lihat adalah di lembar pengumuman tes tulis yang diumumkan melalui website
kedutaan Jepang.
Sebelum
mengikuti tes ini, saya sempat men-download soal-soal tes tulis yang tersedia
di website resmi kedutaan Jepang. Hampir 75% soal yang diberikan berisi
soal-soal idiom bahasa Inggris dan selebihnya adalah soal reading
comprehension. Begitu juga ketika saya membuka lembaran tes tulis tahun 2013,
soal-soalnya terdiri dari 60% soal-soal idiom dan 40% soal-soal reading
comprehension.
Setelah
mengikuti tes tulis yang berakhir tepat pada jam 14.30 Wib, kami segera ke
terminal untuk membeli tiket pulang ke Banda Aceh. Sungguh sebuah perjalanan
yang sangat melelahkan yang kemudian berbayar hasil pengumuman tes tulis yang
TIDAK MENCANTUMKAN NAMA SAYA
dimana-mana. :D
Namun
walaupun tidak berhasil lolos kali ini, saya telah mendapatkan sebuah
pengalaman tersendiri ketika mengikuti tes untuk program beasiswa ini. Apabila
pada saat yang akan datang saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes ini
lagi, saya tahu bahwa saya harus benar-benar mempersiapkan diri dengan lebih
baik lagi dengan perbekalan vocabularies dan idioms yang lebih banyak lagi.
Mudah-mudahan
bagi teman-teman yang akan mengikuti tes tulis untuk Teacher Training Program
ke Jepang, juga sudah membekali diri dengan idioms dan vocabularies yang cukup.
Selamat Mencoba !! Mudah-mudahan anda lebih beruntung dari saya. :)
Subscribe to:
Comments (Atom)