Senin adalah hari yang paling membosankan dalam sebuah minggu. Selain
karena pelajaran-pelajaran penting yang entah sengaja atau tidak
ditumpuk pada hari itu, Senin juga menjadi hari dimana seluruh kegiatan
rodi yang akan kulalui di penjara ini,segera dimulai pada hari ini. Itu
artinya aku harus mememulai waktu-waktu sulit dan melewatinya satu
persatu selama 6 hari ke depan. Selain itu, adalah hal yang memualkan
ketika kita baru kembali dari rumah yang penuh dengan kenyamanan dan
ketenangan, kemudian harus memulai hari yang super sibuk yang dimulakan
dengan kegiatan yang sangat membuat boring : upacara bendera. Sebuah
kegiatan yang diulang setiap minggunya dengan melakukan ritual-ritual
yang sama tanpa ada bekas yang menyenangkan selain pengumuman para juara
lomba-lomba yang selalu dipanggil ke tengah lapangan seusai upacara.
Lainnya nonsense. Jujur aku tidak menyukainya. Terlebih lagi
adanya hukuman yang diberikan kepada kami, para peserta upacara, jika
kami terlambat sedetik saja ketika moderator upacara sudah mulai
membaca susunan tata tertib upacara, membuat kegiatan mingguan ini
menjadi momok yang menakutkan sekaligus membosankan bagi siswa-siswi
SMAN 21 Harapan Ummah Boarding School.
Aku berlari lari
kecil menyusuri aspal hitam depan blok E menuju lapangan upacara bendera
di hadapan kantor guru. Aku tak berlari sendirian, beberapa orang
temanku penghuni blok E juga terlihat berlarian menyusulku dari
belakang. Mereka juga tampak khawatir akan terlambat upacara karena bel
peringatan akan dimulainya upacara telah dibunyikan.
Setiba
di lapangan kami langsung bergabung di barisan bersama teman-teman yang
telah duluan tiba. Walaupun beberapa dari kami masih merasa kecapaian
setelah berlari sekitar 200 meter, namun kami tetap harus berdiri tegak
dan rapi karena ritual itu akan segera dimulai.
Rasa lelah yang masih membuatku ngos-ngosan membuatku menggurutu pelan, “That’s why I hate Monday.. A lot.”
Seorang
teman melirik ke arahku dan tersenyum membenarkan.. “Aku juga, I hate
Monday too, but I hate flag ceremony the most.” Dia ikut-ikutan
menggerutu geram.
Aku baru mulai berdiri tegak dan tenang
ketika suara salah seorang petugas upacara dari kelas XI-1 mulai membaca
ayat demi ayat dari surat Al-Qur’an yang dipilihnya untuk mengawali
upacara bendera pagi ini.
Bacaan ayat-ayat indah itulah yang akhirnya membuatku bisa merasa benar-benar tenang.
Aku
menyapukan pandanganku ke seluruh lapangan upacara. Aku memerhatikan
barisan aubade di samping kiri lapangan. Kemudian pandanganku mulai
memerhatikan teman-teman petugas upacara hari ini yang berdiri di depan
sana dan tepat bersitentangan dengan barisan tempat aku sedang berdiri.
Kemudian
aku memindahkan arah pandangku ke barisan para guru yang juga berada di
depan lapangan namun mereka menempati posisi di sebelah kanan lapangan.
Ada sesuatu yang berbeda yang berhasil tertangkap oleh mataku di
barisan para guru hari ini. Ada seorang laki-laki berpostur sangat
tinggi tampak berdiri di samping para guru laki-laki SMAN 21 Harapan
Ummah. Tinggi badannya yang sangat mencolok ditambah dengan baju non
seragam yang dipakainya, membuatnya sangat mudah untuk dijadikan pusat
perhatian. Aku menyikut Salwa, sahabat sekamarku yang berdiri tepat di
sebelah kananku.
“Ada tamu tu, di depan.” Ujarku sabil memberi isyarat dengan dongakkan kepala ke arah depan.
“Mana?” Tanya Salwa. Dia segera mengangguk-anggukkan kepalanya ketika melihat ke arah barisan para guru.
“Bule ya?” Tambah Salwa.
“Ssst.”
Aku member isyarat kepadanya agar dia kembali diam karena kulihat Bu
Ina segera menuju ke barisan kami yang kini tampak kasak kusuk karena
hampir seluruh anggota barisan sudah menyadari adanya pemandangan baru
di depan sana.
Keberadaan seorang tamu yang sangat tinggi
dan berwajah indo telah membuat upacara hari ini jadi sedikit lebih
menyenangkan dari hari-hari sebelumnya. Dari Pembina upacara kami
mengetahui bahwa tamu baru itu adalah seorang volunteer yang akan mengajar Bahasa Inggris di sekolah kami untuk beberapa bulan ke depan. ‘Mudah-mudahan orangnya asik.’ Bisikku dalam hati.
Dan
benar saja, ternyata pria berkebangsaan Amerika yang bernama Landy itu
sangat ramah. Pembawaannya sangat menyenangkan dan ia juga sangat murah
senyum kepada setiap orang.
Senyuman abadi dan wajahnya yang good looking membuat
Mr. Landy segera menjadi bahan gosip terhangat di asrama putri Blok E.
Tidak hanya di blok E mungkin, aku yakin kawan-kawan dan adek-adek di
blok A dan Blok B juga akan memilih Mr.Landy untuk menjadi topik gosip
di asrama mereka.
Teman-temanku dan juga aku, baru bisa
melihat Mr.Landy secara dekat keesokan harinya ketika Mr. Landy masuk ke
kelas kami. Pertemuan pertama itu diawali dengan perkenalan dirinya.
Dia menuliskan sebuah gambar berbentuk persegi empat yang di setiap
sisinya ia tuliskan dengan beberapa huruf dan angka.
Sebuah
angka 25 dia tulis di sudut kanan atas table tersebut. Di samping kiri
atas ia menulis dua buah huruf B besar. Di sudut kiri bawah aku
melihatnya menggambar sesuatu yg berbentuk sebuah bukit. Dan di sudut
kanan bawah aku melihatnya menuliskan sebuah kata USA, yang tafsirku
pastilah singkatan dari United State of America, negara asalnya.
Segera
setelah ia menjelaskan maksud dari angka-angka beserta huruf dan
lambang yang ditulisnya di dalam kotak persegi di papan tulis sana, dia
pun meminta kami melakukan hal yang sama.
Kamipun kemudian
sibuk menuliskan inisial dan lambang-lambang yang berhubungan dengan
kami untuk sesi perkenalan yang unik itu. Dan kesan pertama yang
diberikan Mr. Landy sungguh menyenangkan.
Jadwal untuk
pelajaran Bahasa Inggris selanjutnya adalah waktu yang kami
tunggu-tunggu. Selain menyenangkan Mr. Landy punya beribu cara untuk
membuat kelas Bahasa Inggris kami menjadi lebih hidup dan berwarna.
Keramahan
Mr. Landy segera membuatnya dekat dengan beberapa orang kawanku,
terutama anak-anak English Club yang Bahasa Inggrisnya sangat luar
biasa. Sebersit iri sempat terlintas ketika di kelas, Mr. Landy selalu
meminta bantuan kepada Salwa, kawan dekatku semenjak dari SMP. Tapi
kenapa aku harus iri ya? Aku tersenyum sendiri memikirkan pertanyaan
aneh itu singgah di alam fikirku. Siapa sih itu orang itu, hingga aku
juga ingin dekat dengannya? Senyum itu kini berubah menjadi sebuah tawa
yang membuatku merasa geli sendiri menertawakan kekonyolanku.
Hingga
suatu hari ketika aku terburu-buru berlari menuju toilet di dekat ruang
guru, aku tak sengaja menabrak seorang, seorang laki-laki, yang
berpakaian kemeja, bukan seragam putih abu-abu, juga bukan pakaian
seragam dinas yang sering dikenakan guru-guruku. Dan laki-laki itu pasti
begitu tinggi,karena aku menabrak lengannya, kurasa. Jantungku berdegup
sangat kencang, begitu kencang hingga kurasa organ itu hampir melompat
keluar. Aku ingin sekali mendongak ke atas, tapi rasa malu dalam hatiku
membuatku hanya mampu berkata, “Sorry, it’s an accident.”
Dan begitu mendengar, “It’s Ok.”
keluar dari mulut orang yang sudah kuduga dari tadi, akupun
mendongakkan kepalaku sejenak menatap k e wajah indo milik seorang
laki-laki setinggi hampir dua meter itu. Ada sebuah senyum yang sangat…
Ah, aku tak tahu harus membahasakan dengan istilah apapun untuk senyum
itu. Dan matanya yang ternyata berwarna abu-abu telah berhasil membuat
irama jantungku berdetak lebih cepat.
“That’s him.” Bisik hatiku sesaat setelah aku berhasil melarikan diri dan mengunci diri dari kamar mandi.
“Astaghfirullah. Astaghfirullah., Ya Allaaaah.. Aku berusaha menenangkan diri.
Astaghfirullaaaaaaaaaaaaaaaaaaah..
Ini kamar mandi..” Aku terpekik panik ketika menyadari aku sedang
beristighfar ria di kamar mandi.
Aku kembali ke kelasku
dengan pikiran kacau dan konsentrasiku yang tidak karuan. Aku harus
berbicara dengan seseorang, fikirku. Segera setelah aku kembali ke
asrama nanti.
Namun karena kegiatan yang sangat padat di
asrama, aku tak sempat bercerita kepada siapa-siapa hingga malam tiba.
Hal itu membuat kepalaku hampir meledak. Aku merasakan dadaku semakin
sesak dan segera setelah shalat magrib aku tak bisa menahan diri dan
seluruh perasaanku pun tumpah dalam bulir-bulir tangis yang tak mampu
kubendung lagi.
“Ya Allah. Mila, ada apa?” Tanya Rere, salah satu kawan sekamarku.
Namun
aku tak punya lagi kata yang bisa kutumpahkan untuk mendeskripsikan
perasaan hatiku. Hingga setengah jam ke depan aku hanya menangis dan
menangis. Hal itu tentu saja mengundang lebih banyak orang yang
berkunjung ke kamarku. Siapa saja yang lewat kamar teratai dan tak
sengaja melihat ke dalam, pastilah singgah untuk bertanya, “Mila
kenapa?”
Dan jawabanku hanyalah isakan-isakan yang sedang ingin kutahan namun tak jua berhasil.
Hingga
setelah semua kawan-kawanku kembali dari shalat Isya di Mushalla, aku
baru berhasil mengendalikan luapan emosiku. Dan merekapun kini sudah
duduk dengan tidak sabar di sisi tempat tidurku untuk mendengar
ceritaku.
“Emm, tadi.. Mila gak sengaja nabrak Mr. Landy waktu lagi buru-buru ke kamar mandi.” Ujarku memulai cerita.
“Terus, emangnya kenapa?” Tanya Rere, bingung.
“Mila
lihat matanya. Terus Mila jadi bingung. Jadi galau. Terus pikiran Mila
jadi kacau. Terus.. Aaaa..” tiba-tiba aku ingin menagis lagi.
Di pintu kamar kulihat beberapa orang kawan lain sedang memasang wajah penasaran mereka dengan tingkah anehku sedari tadi.
Di tengah isak-isak kecilku yang kembali hadir, aku berucap pias, mungkin Mila jatuh cinta sama Mr. Landy.. Hikshiks..”
“Hahahahah.”
Gemuruh tawa segera memenuhi ruang kamarku. “Jatuh cinta kok susah,
biasa ajalah. Semua orang juga jatuh cinta. Yang penting jangan lebay.”
Kudengar seorang kawan yang berdiri di pintu kamar menyelutuk lalu pergi
sambil tertawa.
Sejak saat itu, perasaan yang aneh itu
terus menerus memenuhi otakku. Jujur, aku terganggu, tapi terus berusaha
untuk tenang dan terus berkonsentrasi. Namun ternyata jatuh cinta itu
sangatlah menyusahkan. Sosok itu akan selalu hadir dalam khayalmu dan
memenuhi rongga hatimu. Begitu menyiksa sekali.
Namun
sebaliknya, perasaan itu juga kadang-kadang membuatmu sangat
bersemangat, merasa lebih hidup dan lebih bahagia. Begitu menyenangkan.
Saat-saat
bertemu Mr. Landy kemudian adalah waktu-waktu yang sangat spesial.
Waktu-waktu yang bisa mengubah hujan menjadi pelangi, terik mentari
terasa seindah purnama. Begitulah cinta. Dan malam itu, tak sengaja aku
bertemu dengannya lagi. Aku baru saja berjalan pulang dari kantin
bersama Sela ketika tiba-tiba kami melihat sesosok jangkung berbaju
Basket yg masih kuyup dengan keringat berdiri di pintu kelas XII-1
tempat dimana anak-anak anggota English Club sedang berlatih debat.
Aku merasa jantungku tak lagi berada di rongga dadaku melihat pemandangan aneh itu. “Ya Allah, apa-apaan tu bule kenapa nyusup ke asrama dengan pakaian tak sopan seperti itu?” Aku terpekik sendiri, sementara Sela masih terlihat shock menyaksikan pemandangan di depan sana, persis sepertiku.
Dan setelah malam itu, aku menjadi tambah gila. Aku benar-benar membenci sebuah kata yang tediri dari lima huruf yang dieja ‘el e en di way’
yang berhasil mengubah keceriaanku menjadi kegundah-gulanaan sepanjang
masa. Aku merasa sedang sangat menderita karenaa cinta. Cinta yang salah
kepada orang yng tak boleh kucintai. Orang yang telah memaksa masuk ke
dalam fikiranku belakangan adalah seorang non-muslim. ‘How could I fall in love to that kind of guy? Oh God. Please help me’.
Di
tengah kekhawatiranku yang luar biasa, ternyata Allah masih sangat
menyayangiku. Ternyata batas kontrak Mr. Landy mengajar di sekolah kami
akan segera habis. Aku bahagia karena akan segera terbebas dari perasaan
yang telah membunuh karakter hebohku hanya karena jatuh cinta pada
seseorang yang tak boleh kujatuhi cinta. Tapi aku tak henti-hentinya
menangis karena dia akan segera pergi. Ya, pergi dari sini dan tak
pernah kembali.
***
Berbulan ke depan
setelah dia pergi, ternyata aku belum juga berhasil membuang namanya
dari hatiku. Senyuman dan mata abu-abunya masih saja melekat erat dalam
khayalku. Padahal aku telah berusa keras mengusirnya. Hush hush..
Allaaah. HELP…
Namun penderitaan itu akhirnya berhasil memaksaku menyusun sebuah rencana besar yang tak pernah terlintas sedikitpun sebelumnya.
Aku ingin kuliah di University of Denver, Colorado.
Itu gila, aku tahu itu. Tapi hanya dengan cara itu aku bisa bertemu
lagi dengan Mr. Landy. Kabar terakhir yang kudengar, Mr. Landy sudah
menjadi salah seorang dosen di University of Denver. Mungkin nanti aku bisa menjadi salah seorang mahasiswinya.
Aku
baru saja belajar satu hal. Cinta ternyata selalu berhasil membuat
orang memotong urat takut dan ragu terhadap kemampuannya. Cinta bisa
membangkitkan sebuah energi besar yang terpendam dalam jiwa dan tak
pernah disadari seseorang.
Dan semenjak planning itu muncul dalam benakku, aku mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Selain mencari-mencari informasi tentang University of Denver, aku juga sibuk membrowsing semua link
beasisiwa S1 ke Amerika. Selain juga mengasah kebolehan Bahasa
Inggrisku dengan mengikuti kursus-kursus yang akan membantuku menembus
beasiswa menuju Mr. Landy.
Usaha dan pengorbananku
terbalas dengan kegagalan menjadi mahasiswa pada tahun pertama setelah
aku meninggalkan bangku SMA. Aku gagal berangkat ke Amerika plus tidak
berhasil berkuliah dimana-mana , sementara hampir semua kawan-kawanku
telah menjalani rutinitas mereka sebagai mahasiswa di
universitas-universitas yang mereka idamkan.
Namun demi sebuah perjuangan cinta aku tak merasa putus asa. Aku masih terus berjuang untuk menuju Denver. Sebuah pengumuman beasiswa dari daerahku berhasil memompa kembali semangatku yang hampir kempes.
Aku sedang mencoba lagi menujunya dan menghubungi semua teman-temanku untuk memohon doa.
Dan
sahabat-sahabat terbaik itu tidaklah tercipta kecuali untuk
membahagiakanmu di saat galau. Menemanimu di saat-saat susah.
Menyemangatimu di saat down, dan menghapus air matamu di saat kau kehabisan tissue. :)
Begitulah perjuangan itu kemudian menghantarkanku menuju Colorado.
In Colorado 2014.
Aku telah melewati seluruh prosedur pendaftaran online. Sehingga setiba disini aku sudah tidak terlalu repot dengan administrasi pendaftaran.
Aku hanya perlu menemui seorang professor yang telah kuhubungi selama ini via email.
Dan dia ternyata membantuku dengan senang hati. Winny namanya. Dari
Prof. Winny aku mendapat informasi tentang kelas-kelas yang akan diisi
Mr. Landy.
Aku tak sabaran ingin segera belajar di kampus
ini menjadi mahasiswi Mr. Landy yang belum kukabari bahwa aku telah
mengejarnya sampai sejauh ini. Aku ingin memberinya sebuah kejutan
dengan keberadaanku yang tak hanya berhasil lolos seleksi di University of Denver namun juga sekaligusnya akan menjadi mahasiswinya.
Sambil bersabar menunggu awal musim gugur aku mencari-mencari informasi tentang komunitas Islam dan mencari pusat Islamic Center di seputaran Denver bersama seorang kawan baru –Aisy, yang segera menjadi saudara ketika telah berada dirantau orang.
Dan
berbekal identitas muslim dan jilbab yang selalu kukenakan, aku dengan
mudah mendapatkan informasi tentang semua hal yng berhubungan gelar
keislamanku. Aku kemudian segera menjadi pengunjung setia Islamic Center di Masjid Dawah yang terletak tak seberapa jauh dari University of Denver.
Banyak
hal-hal baru yang kupelajari tentang Islam disini, agama yang kubawa
sejak lahir dan menjadi agama dengan penganut terbanyak di negeri
asalku. Ada perasaan ‘butuh’ yang berlebihan terhadap keyakinan itu
ketika aku hidup di lingkungan orang-orang atheis yang bahkan bingung
hendak memanjatkan doa ke siapa ketika mereka sangat butuh untuk memohon
sesuatu.
Dan kehausanku tentang ilmu agama kemudian mencipta sebuah jadwal tetap untukku berkunjung ke Islamic Center demi menghilangkan dahagaku akan ilmu akhirat itu.
Dan sore ini sekembaliku dari Islamic Center, aku mengajak Aisy utk menghabiskan sore di sebuah taman indah dengan rumput-rumput hijau yang terletak di pinggiran Denver.
Disana,
kami memilih untuk melepas lelah dengan duduk lesehan di atas rumput
agar kami dengan mudah bisa menjulurkan kaki kami yang telah sangat
kecapaian.
Aku sedang memijat-mijat kakiku ketika tak
sengaja aku merasakan sesuatu yang aneh. Hatiku tiba-tiba dipenuhi oleh
Mr. Landy dan aku dapat merasakan auranya sangat dekat. Aku dapat
merasakan dia berada disini, di taman ini, hanya berjarak beberapa ratus meter dariku. Aku sangat yakin dengan hatiku, karena aku percaya dengan sebuah candaan iseng Miss
SMA-ku dulu : “Jika kau benar-benar jatuh cinta kepada seseorang, kau
akan dengan mudah merasakan auranya dari radius 200 meter.”
Candaan
itu juga yang kemudian membuatku bangkit dan mulai berjalan
mencari-cari asal aura itu. Dan hatimu takkan pernah bisa menipu, Kawan.
Dia adalah referensi paling jujur yang bisa kau jadikan rujukan kapan
saja. Dia takkan membohongimu. Takkan pernah, bahkan ketika engkau
berusaha keras untuk TIDAK mempercayainya.
Oleh karena
itu, aku memilih untuk mempercayai hatiku saat ini. Aku segera berjalan
menyusuri rumput-rumput hijau lembut di bawah kaus kakiku. Hatiku
menjadi GPS menuju sebuah cinta yang telah jauh-jauh kukejar sampai ke
denver. Teriakan-teriakan kecil Aisy tidakk sedikitpun mengalihkan
perhatianku. Aku memutar-mutar badan dan kepalaku agar bisa memandang ke
seluruh penjuru taman ini.
Dan mataku segera berhenti di sebuah bangku taman bercat hijau yang sedang diisi oleh sepasang bule yang sedang asik mengobrol.
Segera
setelah itu, darahku berhenti mengalir, hatiku berhenti berdesir,
mataku berkunang-berkunang, aku hampir pingsan karena rasa gembira yang
tak berhasil kukendalikan.
Akhirnya aku menemukannya
disini. Dia, cinta yang telah kusimpan selama dua tahun, sekarang hanya
berjarak beberapa puluh meter di hadapanku.
Aku berusaha menguasai diri. Mengatur irama nafasku, merapikan jilbabku dan mengibasi rumput-rumput yang lengket di pakaianku.
Aku akan menujunya, dan aku ingin terlihat sempurna.
Aku menyeret langkahku perlahan-lahan diikuti Aisy di belakangku yang sepertinya sudah mendapatkan clue
tentang sikap anehku. Mataku dan matanya kini berfokus ke satu titik,
seorang laki-laki bule berusia sekitar 27 tahun yang sedang duduk di
sana bersama seorang teman.
Setiba di hadapannya, kudapati
laki-laki bermata abu-abu itu tersenyum kebingungan menebak-nebak
kalau-kalau dia pernah melihatku, mungkin dalam mimpi buruknya, tebakku.
“Mister.. It’s me, Mila, one of Harapan Ummah students. Do you remember me?”
“Ow. Hi you.. “ Jawabnya menggantung. Mungkin masih berusaha mempercayai bahwa aku tidak sedang membohonginya.
“What
a surprise to see u here, in Denver.” Sambungnya lagi berbasa basi. Dan
dia adalah bule yang paling pintar mengambil hati orang timur dengan
basa basinya yang tak penah basi.
Ingin rasanya aku
berteriak menjawab kaliamatnya tadi, “I’m here to find you, my love. You
have succesfully taken my heart to Denver. That’s why I’am here.” Tapi
kalimat itu kutelan kembali mentah-mentah.
“Oh yeah, I will be one of students in University of Denver for Education Program , Mister.
“Ow really?? I can’t believe my ears. What a chance.” Tambahnya lagi.
“I
will be one of your lecturers, then, together with my wife, Amera. It
will be a really great time to us to get you join in our classes.” Dia
berucap panjang lebar, namun aku tak lagi jelas mendengar
kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya. Hanya satu kata yang
berhansil kutangkap dengan baik : wife, ya wife.
Dan perempuan berambut pirang dengan kaos berleher lebar itu ternyata adalah istrinya.
Demi
Allah, ini adalah hal tersakit yang pernah kurasa selama 19 tahun aku
hidup. Setelah menelan pahit pil-pil rindu selama dua tahun dan berhasil
menyusulnya kemari, aku kemudian menemukannya telah beristri. Ya Allah,
kenapa buruk nian suratan yang tetulis di atas garis takdirku. Kenapa
aku harus jauh-jauh ke Denver hanya untuk merasakan pedihnya patah hati.
Dalam
rasa sakit yang tak berhasil kubuang, aku menggenggam tangan Aisy dan
bersiap untuk segera lari menjauh darinya, yang telah mengajariku arti
rasa sakit akan cinta pertama yang harus kandas di sebuah tempat yang
berjarak ribuan mil jauh dari rumahku, dari orangtuaku. Dan pilihan
untuk mati menyusup-menyusup dengan sayup ke dalam alam gamangku.
“Astaghfirullah..
Astaghfirullah.” Aku membuang pikiran-pikiran setan itu dan segera
berlalu dari hadapan cinta pertamaku yang tak pernah berhasil kugapai,
takkan pernah bisa kucapai, selamanya.
Dia terlalu jauh, bahkan dalam mimpi burukpun aku takkkan pernah dapat menggapainya.
Dan
aku dengan airmata, kemudian berusaha mengumpulkan kembali
kepingan-kepingan hatiku yang bertabur luka dan berhasil dialirkan ke
seluruh pembuluh darahku dengan kepedihan yang tak berhasil kulukiskan
lewat kata-kata. Dan engkau takkan pernah bisa merasakan apa yang
kurasa, Kawan. Karena aku telah membayar telalu mahal hanya untuk sebuah
kata “Heart-breaking.”
Namun, bertahun setelah itu, aku
baru menyadari bahwa rasa sakit itulah yang kemudian mengantarku menjadi
seorang muslimah tangguh yang tidak mudah ditaklukkan oleh sembarang
hati.
Noor Ahmed// Welcome to my world.. This is mine, you're just allowed to visit and comment, not more..
Wednesday, 19 November 2014
Saturday, 6 September 2014
Elzi
Ingin kudengar darimu ttg kabar hari ini.
Tapi aku tlah berjanji akan berusaha lebih lagi,
Untuk mengeluarkanmu dgn paksa dari hati,
Walau ku tau aku takkan berhasil sekarang ataupun nanti..
Apa kabarmu, Elzi?? :(
Tapi aku tlah berjanji akan berusaha lebih lagi,
Untuk mengeluarkanmu dgn paksa dari hati,
Walau ku tau aku takkan berhasil sekarang ataupun nanti..
Apa kabarmu, Elzi?? :(
Thursday, 26 June 2014
Jelang Ramadhan III
Trik2 penghilang boring selama Ramadhan.
1. Pasang Target
Selama Ramadhan, kita sering malas-malasan karena kita tidak punya target yang jelas selain puasa di siang hari dan tarawih di malam hari.
Oleh itu, ayo dari sekaarang kita pasang target yang sesuai dengan kemampuan kita selama menunaikan ibadah puasa agar tidak hanya 'tidur yang
menjadi ibadah' favorit kita di bulan suci nanti.
Nah, masalahnya target seperi apa yang harus kita pasang?
a. Membaca Qur'an minimal 1 juz sehari, kalau masih suntok, ta,bah setengah atau satu juz lagi. tergantung kebutuhan.
b. Targetkan hafalan baru atau muraja'ah yang sudah kita hafal. minimal juz 30.
c. Baca buku yang bermanfaat ; cari/ pinjam buku banyak2. kalau gak bisa pinjam, kunjungi puswil untuk daerah lampineung dan sekitarnya. Atau perpustakaan Ali Hasyimi untuk daerah seputaran Lamteumen dan Perpustakaan Masjid Raya untuk yang berada di posisi central. Ajak kawan2 yaa.
d. Shalat sunnah (tarawih uda pasti). Shalat dhuha (12 rakaat), shalat rawatib, qiyam lail, shalat taubat n shalat witir kalau kurang 3 boleh 11 kok.
Biar betah shalat sunnahnya, cari mesjid yang adem, jangan ke DOLOG selalu..
e. Baca Ma'tsurat (kumpulan doa) pagi n sore
f. Baca n hafal hadits2 arba'in (mis juga blm ni TT )
g. Silaturrahmi, kunjungi kawan, yang cewek ke rumah cewek, yang cowok ke rumah cowok, biar puasanya afdhal. Atau ke rumah saudara2 orang tua kita.
h. Olah raga. jalan kaki atau lari2 kecil pagi hari. bukan asrama subuh eh asmara subuh yang mutar2 naek motor trs nongkrong.. itu bukan olah raga yaa.
i. Buat efreshing boleh coba mancing, selain main ludo dan twitteran, tapi cari tempat yang adem yaa.
2. Buat Hukuman
Apabila target yang kita buat tidak tercapai, agar kita tidak lengah, kita juga harus menyiapkan hukuman untuk diri sendiri. Dari kita untuk kita.
Jenis hukumannya yang ringan-ringan saja.Contoh :
-Kalau hari ni gak nyampe 1 juz ngajinya, saya gak boleh bbm-an n twitteran.
-Kalau tidak hafal beberapa ayat yang ditargetkan karena lalai, besok hafalannya harus double.
-Kalau tidak sempat dhuha karena ketiduran, harus rela sisihin uang jajan untuk disedekahin. misal : 5000 per 2 raka'at.
Gitu-gitu aja. yang ringan n tidakmemberatkan.
Mau coba semua?? Insya Allah liburan Ramadhannya gak akan membosankan. Kita punya target yang harus dikejar kan?
1. Pasang Target
Selama Ramadhan, kita sering malas-malasan karena kita tidak punya target yang jelas selain puasa di siang hari dan tarawih di malam hari.
Oleh itu, ayo dari sekaarang kita pasang target yang sesuai dengan kemampuan kita selama menunaikan ibadah puasa agar tidak hanya 'tidur yang
menjadi ibadah' favorit kita di bulan suci nanti.
Nah, masalahnya target seperi apa yang harus kita pasang?
a. Membaca Qur'an minimal 1 juz sehari, kalau masih suntok, ta,bah setengah atau satu juz lagi. tergantung kebutuhan.
b. Targetkan hafalan baru atau muraja'ah yang sudah kita hafal. minimal juz 30.
c. Baca buku yang bermanfaat ; cari/ pinjam buku banyak2. kalau gak bisa pinjam, kunjungi puswil untuk daerah lampineung dan sekitarnya. Atau perpustakaan Ali Hasyimi untuk daerah seputaran Lamteumen dan Perpustakaan Masjid Raya untuk yang berada di posisi central. Ajak kawan2 yaa.
d. Shalat sunnah (tarawih uda pasti). Shalat dhuha (12 rakaat), shalat rawatib, qiyam lail, shalat taubat n shalat witir kalau kurang 3 boleh 11 kok.
Biar betah shalat sunnahnya, cari mesjid yang adem, jangan ke DOLOG selalu..
e. Baca Ma'tsurat (kumpulan doa) pagi n sore
f. Baca n hafal hadits2 arba'in (mis juga blm ni TT )
g. Silaturrahmi, kunjungi kawan, yang cewek ke rumah cewek, yang cowok ke rumah cowok, biar puasanya afdhal. Atau ke rumah saudara2 orang tua kita.
h. Olah raga. jalan kaki atau lari2 kecil pagi hari. bukan asrama subuh eh asmara subuh yang mutar2 naek motor trs nongkrong.. itu bukan olah raga yaa.
i. Buat efreshing boleh coba mancing, selain main ludo dan twitteran, tapi cari tempat yang adem yaa.
2. Buat Hukuman
Apabila target yang kita buat tidak tercapai, agar kita tidak lengah, kita juga harus menyiapkan hukuman untuk diri sendiri. Dari kita untuk kita.
Jenis hukumannya yang ringan-ringan saja.Contoh :
-Kalau hari ni gak nyampe 1 juz ngajinya, saya gak boleh bbm-an n twitteran.
-Kalau tidak hafal beberapa ayat yang ditargetkan karena lalai, besok hafalannya harus double.
-Kalau tidak sempat dhuha karena ketiduran, harus rela sisihin uang jajan untuk disedekahin. misal : 5000 per 2 raka'at.
Gitu-gitu aja. yang ringan n tidakmemberatkan.
Mau coba semua?? Insya Allah liburan Ramadhannya gak akan membosankan. Kita punya target yang harus dikejar kan?
Wednesday, 18 June 2014
Dicintai Dengan Lebih
Allah mengabulkan doa dengan berbagai cara.
Salah satu cara yang paling Allah suka dg berlama2 memakbulkannya.
Namun cara itu paling tidak disuka manusia.
Pernah dgr cerita ini kan??
Di suatu masa ada seorang kaya yang hidup bergelimang kemewahan, byk harta juga keluarga yang bahagia.
Sayangnya si fulan itu tidak faham agama, jadi berbuat baik yg standar2 saja.
Hingga suatu masa Allah memberinya hidayah.
Dan mulai dari saat itu hidupnya berangsur-angsur mulai tidak lagi stabil.
Hartanya yang banyak mulai berkurang. Anak istrinya mulai sakit2an. Usahanya bangkrut dan kawan2 yang dulu selalu ada di sampingnya mulai menjauh. Dia miskin sekarang. Tapi hatinya kaya karena ia telah lebih mengenal Allah.
Semakin dekat ianya kepada Allah, semakin byk cabaran yang ia hadapi. Namun ia tetap bersabar dan selalu bersabar. Hingga puncak kefuturannya datang ketika itsrinya memutuskan untuk keluar dari kehidupan tersebut. Berlalu meninggalkan si 'kaya' yg kini berganti gelar menjadi si "papa".
Akhirnya si fulan mulai berfikir untuk protes kpd Tuhannya. Kenapa dulu ketika ia tak jadi org baik, Allah memberinya segala? Sekarang ketika ia mencintai Allah, Allah malah terus menerus menguji kesabaran hatinya.
Suatu malam dalam tahajjudnya yang panjang, ia protes...
"Ya Allah, yang Maha Kuasa. Maha menentukan. Maha Berbuat Sesuka. Kenapa Engkau mencobaku dg hal2 yang aku tak mampu??" T_T
"Engkau begitu tegaaa." ratapnya.
Kemudian iapun terlelap sejenak di atas sajadah.
Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu seseorang dan curhat.
"Lihatlah wahai Akhi, Allah begitu tega kepadaku.. Dulu waktu aku jahat, Allah melimpahiku kebahagiaan." Ucapnya
Si kawanpun menjawab, " AllahUr Rahman"
SSekarang ketika aku mendekatiNya, Allah mencobaku terlalu berat, seperti tak sayang saja kpdku." Sambung si fulaan lagi.
"AllahUr Rahiim." tambah kawannya.
"Allah dgn sifat RahmanNya, boleh Mengasihi siapa saja. Seluruh manuasia dan juga seluruh makhluk di alam termasuk binatang dan tumbuhan. Dengan sifat ini Allah mengasihi GENERALLY kepada semua tanpa kecuali."
"Tapi... Dengan sifat RahimNya, Allah mencintai dgn khusus, SPECIALLY,hanya kepada hamba-hamba yang Allah ingin sahaja."
"Sekarang engkau mau pilih dikasihi Generally atau Specially wahai saudaraku? " imbuh kawannya panjang lebar.
"Ya Rahiiiiiiiim. Aku lebih memilih Engkau mencintaiku dgn cara ini..." ;'( Si fulan menangis mendengar ulasan sahabatnya.
Tak berhenti disitu, sang sahabat masih ingin bercerita lagi.
"Allah itu sangat suka mendengar hambaNya memohon, memelas2, merengek2 kpd Nya. Allah menyukai didatangi hamba yg dicintaNya dgn tangisan mengharap kasih sayang Nya terus menerus. Oleh itu, ketika seorang hamba lebih dicintai dari yang lain, Allah akan mengujinya lebih. Karena Allah suka si hamba terus datang kepada Nya." (yg nulis uda berlinang).
"Jika sekarang cobaanmu belum putus, itu ertinya, Allah masih mengharap kedatanganmu setiap malam menjumpai-Nya, Akhi." Si kawan mengakhiri.
Sementara Si fulan sudah terhanyut dalam butir2 cinta air mata, merasa sangat berbahagia karena Allah ternyata saaaaangat mencintainya.
"He loves me more." bisik hatinya.. :")
Salah satu cara yang paling Allah suka dg berlama2 memakbulkannya.
Namun cara itu paling tidak disuka manusia.
Pernah dgr cerita ini kan??
Di suatu masa ada seorang kaya yang hidup bergelimang kemewahan, byk harta juga keluarga yang bahagia.
Sayangnya si fulan itu tidak faham agama, jadi berbuat baik yg standar2 saja.
Hingga suatu masa Allah memberinya hidayah.
Dan mulai dari saat itu hidupnya berangsur-angsur mulai tidak lagi stabil.
Hartanya yang banyak mulai berkurang. Anak istrinya mulai sakit2an. Usahanya bangkrut dan kawan2 yang dulu selalu ada di sampingnya mulai menjauh. Dia miskin sekarang. Tapi hatinya kaya karena ia telah lebih mengenal Allah.
Semakin dekat ianya kepada Allah, semakin byk cabaran yang ia hadapi. Namun ia tetap bersabar dan selalu bersabar. Hingga puncak kefuturannya datang ketika itsrinya memutuskan untuk keluar dari kehidupan tersebut. Berlalu meninggalkan si 'kaya' yg kini berganti gelar menjadi si "papa".
Akhirnya si fulan mulai berfikir untuk protes kpd Tuhannya. Kenapa dulu ketika ia tak jadi org baik, Allah memberinya segala? Sekarang ketika ia mencintai Allah, Allah malah terus menerus menguji kesabaran hatinya.
Suatu malam dalam tahajjudnya yang panjang, ia protes...
"Ya Allah, yang Maha Kuasa. Maha menentukan. Maha Berbuat Sesuka. Kenapa Engkau mencobaku dg hal2 yang aku tak mampu??" T_T
"Engkau begitu tegaaa." ratapnya.
Kemudian iapun terlelap sejenak di atas sajadah.
Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu seseorang dan curhat.
"Lihatlah wahai Akhi, Allah begitu tega kepadaku.. Dulu waktu aku jahat, Allah melimpahiku kebahagiaan." Ucapnya
Si kawanpun menjawab, " AllahUr Rahman"
SSekarang ketika aku mendekatiNya, Allah mencobaku terlalu berat, seperti tak sayang saja kpdku." Sambung si fulaan lagi.
"AllahUr Rahiim." tambah kawannya.
"Allah dgn sifat RahmanNya, boleh Mengasihi siapa saja. Seluruh manuasia dan juga seluruh makhluk di alam termasuk binatang dan tumbuhan. Dengan sifat ini Allah mengasihi GENERALLY kepada semua tanpa kecuali."
"Tapi... Dengan sifat RahimNya, Allah mencintai dgn khusus, SPECIALLY,hanya kepada hamba-hamba yang Allah ingin sahaja."
"Sekarang engkau mau pilih dikasihi Generally atau Specially wahai saudaraku? " imbuh kawannya panjang lebar.
"Ya Rahiiiiiiiim. Aku lebih memilih Engkau mencintaiku dgn cara ini..." ;'( Si fulan menangis mendengar ulasan sahabatnya.
Tak berhenti disitu, sang sahabat masih ingin bercerita lagi.
"Allah itu sangat suka mendengar hambaNya memohon, memelas2, merengek2 kpd Nya. Allah menyukai didatangi hamba yg dicintaNya dgn tangisan mengharap kasih sayang Nya terus menerus. Oleh itu, ketika seorang hamba lebih dicintai dari yang lain, Allah akan mengujinya lebih. Karena Allah suka si hamba terus datang kepada Nya." (yg nulis uda berlinang).
"Jika sekarang cobaanmu belum putus, itu ertinya, Allah masih mengharap kedatanganmu setiap malam menjumpai-Nya, Akhi." Si kawan mengakhiri.
Sementara Si fulan sudah terhanyut dalam butir2 cinta air mata, merasa sangat berbahagia karena Allah ternyata saaaaangat mencintainya.
"He loves me more." bisik hatinya.. :")
Semangat Perang Badar
Ana sedang sangat bersemangat alias feeling excited hari ini. Karena
lagi semangat-semangat gini, ana jadi teringat kata-kata yg sering
dipakai orang kalau lagi meledak-meledak ingin melakukan sesuatu.
Yaaah, SEMANGAT '45
Seringkan kita pakai ungkapan seperti itu untuk menunjukkan level semangat kita yang paling tinggi..??
Secara kita orang indonesia pastilah ungkapan itu adalah ungkapan yang kereeeen banget.
Tapi......, hmm, ada tapinya ni (uda pada tahu kan, bila dlm sebuah kalimat ada kata "tapi", maka perhatikan kalimat yang berada di depan kata tapi, bkn di belakangnya..!!)
Nah, ungkapan yang uda ana sebut tadi itu emang cool abis, tapi..... (pantengan yang ini) selaku ummat islam yg gak cuman merk di KTP doang, ada ungkapan yang lebih Te O pe Be Ge Te untuk melukiskan semangat yang sudah mau loncat keluar dari rongga hati kita.
Semangat apakah itu?
Itu adalah semangat Perang Badar. Perang yang pada saat itu Rasulullah hanya mempunyai 300 orang pasukan (dengan hanya dua ekor kuda dan 70 ekor unta) yg dikhawatirkannya akan ciut nyalinya menghadapi tentara Quraisy dan para sekutu yang berjumlah sekitar 1,300 orang (dilengkapi dengan 100 ekor kuda, 600 baju besi, dan unta yang sangat banyak).
Saking khawatirnya Rasulullah Saw dengan jumlah mereka yang sedikit, sepenuh malam sebelum perang tiba, beliau bersujud terus menerus memohon mohon pada Allah agar Allah tidak pernah meninggalkan mereka.
Jika difikir dengan logika yang waras, 300 tentara melawan 1,300 tentara itu pastilah akan sangat tidak imbang, konon lagi tentara berkuda yang hanya dua orang berbanding seratus pasukan. Imagine it, man. Imagine!! Mungkinkah kemenangan akan ada dipihak 1 dilawan 4? Tentu tidak. Hal itu tidak akan pernah bisa diterima oleh logika manusia biasa seperti kita.
Tapi, bagi manusia super seperti Rasulullah Saw, (alaihi shalli wasallim) semua adalah mungkin di bawah pengawasan Allah. Dan ini adalah tingkat iman yang paling tinggi, mamen.
Inilah dia cuplikannya :
Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan berkata kepada beliau,
”Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Mereka adalah orang muslim terbaik.”
Maka, Jibril berkata,
“Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka termasuk muslim terbaik.”
Karena ihsannya kepada Allah kemudian Allah menambah semangat Rasulullah dengan kehadiran Jibril dan bala tentara gaibnya.
Ketika Rasulullah berhasil mendapat transferan semangat dari Jibril as, Rasulullah kemudian mengecek kesiapan semangat bala tentaranya melalui salah seorang pembawa bendera dari kalangan Anshar bernama Muadz.
Dan tahukah engkau, apa jawaban muadz ketika Rasulullah bertanya tentang semangat mereka??
Sa’ad ibn Muadz-pembawa bendera Anshar-pun saat itu angkat suara dan berkata, “Demi Allah, Kami telah beriman kepadamu, sehingga kami akan selalu membenarkanmu. Dan kami bersaksi bahwa ajaran yang engkau bawa adalah benar. Karena itu, kami berjanji untuk selalu mentaati dan mendengarkan perintahmu. Berangkatlah wahai Rasululah Shalallahu ‘alaihi wasallam, jika itu yang engkau kehendaki. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan nilai-nilai kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.
“Sungguh, tidak akan ada satu pun tentara kami yang akan tertinggal dan kami tidak takut sedikit pun kalau memang engkau mempertemukan kami dengan musuh-musuh kami esok hari. Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang terbiasa hidup dalam peperangan dan melakukan pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu berbagai hal dari kami yang dapat memberikan kebahagiaan bagimu. Maka, marilah kita berjalan menuju berkah Allah.”
You see? You seeee? My God, it was the best action had ever played in the world..Lihatlah betapa jumlah mereka yang sangaat sedikit tidak berhasil mengaburkan semangat mereka karena mereka percaya ada Yang Maha Kuat dan Maha Memutuskan Nasib sedang senantiasa mengawasi segala gerak mereka.Dan semangat ini kemudian mengoda Zack Snyder (tah iya pun) untuk mengangkat cerita ini dalam versi TERBALIK tentang kisah 300 tentara Yunani yang berjuang melawan ribuan tentara Persia yang juga dibantu oleh pasukan Iblis. Astaghfirullah.Itu konspirasi kawan.
Tapi wahai para penggemar "Three Hundred Spartans", kita tidak termakan konspirasi tersebut kan?? (Ups, kenapa sudah omongin film favorite ini??)
Well, as the closing, ana hanya ingin mengajak saudara/i pemuda/i remaja/i islam yang dirahmati Allah, alangkah lebih baik jika kita mau menggunakan ungkapan-ungkapan yang lebih dekat relasinya dengan pertumbuhan keimanan kita seperti SEMANGAT PERANG BADAR. ALLAHU AKBAR..!! daripada ungkapan-ungkapan biasa yang hanay kutip dari orang kebanyakan.
Disamping ungkapan-ungkapan lain yang antum uda pada tau, seperti : Muka surga, Ya ilaaah, Gaul (Gaya Ulama), Cowok keren itu yang gak punya pacar (Maksa.hehhe).
Semoga bermanfaat!!
Yaaah, SEMANGAT '45
Seringkan kita pakai ungkapan seperti itu untuk menunjukkan level semangat kita yang paling tinggi..??
Secara kita orang indonesia pastilah ungkapan itu adalah ungkapan yang kereeeen banget.
Tapi......, hmm, ada tapinya ni (uda pada tahu kan, bila dlm sebuah kalimat ada kata "tapi", maka perhatikan kalimat yang berada di depan kata tapi, bkn di belakangnya..!!)
Nah, ungkapan yang uda ana sebut tadi itu emang cool abis, tapi..... (pantengan yang ini) selaku ummat islam yg gak cuman merk di KTP doang, ada ungkapan yang lebih Te O pe Be Ge Te untuk melukiskan semangat yang sudah mau loncat keluar dari rongga hati kita.
Semangat apakah itu?
Itu adalah semangat Perang Badar. Perang yang pada saat itu Rasulullah hanya mempunyai 300 orang pasukan (dengan hanya dua ekor kuda dan 70 ekor unta) yg dikhawatirkannya akan ciut nyalinya menghadapi tentara Quraisy dan para sekutu yang berjumlah sekitar 1,300 orang (dilengkapi dengan 100 ekor kuda, 600 baju besi, dan unta yang sangat banyak).
Saking khawatirnya Rasulullah Saw dengan jumlah mereka yang sedikit, sepenuh malam sebelum perang tiba, beliau bersujud terus menerus memohon mohon pada Allah agar Allah tidak pernah meninggalkan mereka.
Jika difikir dengan logika yang waras, 300 tentara melawan 1,300 tentara itu pastilah akan sangat tidak imbang, konon lagi tentara berkuda yang hanya dua orang berbanding seratus pasukan. Imagine it, man. Imagine!! Mungkinkah kemenangan akan ada dipihak 1 dilawan 4? Tentu tidak. Hal itu tidak akan pernah bisa diterima oleh logika manusia biasa seperti kita.
Tapi, bagi manusia super seperti Rasulullah Saw, (alaihi shalli wasallim) semua adalah mungkin di bawah pengawasan Allah. Dan ini adalah tingkat iman yang paling tinggi, mamen.
Inilah dia cuplikannya :
Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan berkata kepada beliau,
”Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Mereka adalah orang muslim terbaik.”
Maka, Jibril berkata,
“Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka termasuk muslim terbaik.”
Karena ihsannya kepada Allah kemudian Allah menambah semangat Rasulullah dengan kehadiran Jibril dan bala tentara gaibnya.
Ketika Rasulullah berhasil mendapat transferan semangat dari Jibril as, Rasulullah kemudian mengecek kesiapan semangat bala tentaranya melalui salah seorang pembawa bendera dari kalangan Anshar bernama Muadz.
Dan tahukah engkau, apa jawaban muadz ketika Rasulullah bertanya tentang semangat mereka??
Sa’ad ibn Muadz-pembawa bendera Anshar-pun saat itu angkat suara dan berkata, “Demi Allah, Kami telah beriman kepadamu, sehingga kami akan selalu membenarkanmu. Dan kami bersaksi bahwa ajaran yang engkau bawa adalah benar. Karena itu, kami berjanji untuk selalu mentaati dan mendengarkan perintahmu. Berangkatlah wahai Rasululah Shalallahu ‘alaihi wasallam, jika itu yang engkau kehendaki. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan nilai-nilai kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.
“Sungguh, tidak akan ada satu pun tentara kami yang akan tertinggal dan kami tidak takut sedikit pun kalau memang engkau mempertemukan kami dengan musuh-musuh kami esok hari. Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang terbiasa hidup dalam peperangan dan melakukan pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu berbagai hal dari kami yang dapat memberikan kebahagiaan bagimu. Maka, marilah kita berjalan menuju berkah Allah.”
You see? You seeee? My God, it was the best action had ever played in the world..Lihatlah betapa jumlah mereka yang sangaat sedikit tidak berhasil mengaburkan semangat mereka karena mereka percaya ada Yang Maha Kuat dan Maha Memutuskan Nasib sedang senantiasa mengawasi segala gerak mereka.Dan semangat ini kemudian mengoda Zack Snyder (tah iya pun) untuk mengangkat cerita ini dalam versi TERBALIK tentang kisah 300 tentara Yunani yang berjuang melawan ribuan tentara Persia yang juga dibantu oleh pasukan Iblis. Astaghfirullah.Itu konspirasi kawan.
Tapi wahai para penggemar "Three Hundred Spartans", kita tidak termakan konspirasi tersebut kan?? (Ups, kenapa sudah omongin film favorite ini??)
Well, as the closing, ana hanya ingin mengajak saudara/i pemuda/i remaja/i islam yang dirahmati Allah, alangkah lebih baik jika kita mau menggunakan ungkapan-ungkapan yang lebih dekat relasinya dengan pertumbuhan keimanan kita seperti SEMANGAT PERANG BADAR. ALLAHU AKBAR..!! daripada ungkapan-ungkapan biasa yang hanay kutip dari orang kebanyakan.
Disamping ungkapan-ungkapan lain yang antum uda pada tau, seperti : Muka surga, Ya ilaaah, Gaul (Gaya Ulama), Cowok keren itu yang gak punya pacar (Maksa.hehhe).
Semoga bermanfaat!!
Tuesday, 17 June 2014
Mungkin Nanti
Suatu saat..
Ketika semua telah berlalu
Mungkin aku akan kembali membuka-buka
laci kenangan kita
Mengutip satu persatu
memory yang telah kau titip,
Dalaaaam,
Sangat dalam di sesudut terbaik di ruang hatiku.
Dan jika nantinya kupun perlu,
Aku hanya perlu melukis bayangmu,
Tentunya setelah itu
Kunci prosa-prosa kenangan kita akan segera terbuka..
Ketika semua telah berlalu
Mungkin aku akan kembali membuka-buka
laci kenangan kita
Mengutip satu persatu
memory yang telah kau titip,
Dalaaaam,
Sangat dalam di sesudut terbaik di ruang hatiku.
Dan jika nantinya kupun perlu,
Aku hanya perlu melukis bayangmu,
Tentunya setelah itu
Kunci prosa-prosa kenangan kita akan segera terbuka..
Monday, 16 June 2014
Akhir Ramadhan II
Sie Reuboh
.
Sebelum Ramadhan dan lebaran menjelang, kita memiliki tradisi berpesta daging bagi masayarakat Indonesia umumnya dan di daerah Aceh khususnya.
Tradisi berdaging ria ini sering kami sebut 'Bak Meugang' di Aceh.
Nah, untuk melengkapi kemeriahan penyambutan puasa Ramadhan tersebut, tanpa bermaksud berfoya-foya, di setiap rumah orang Aceh telah dihidangi dengan berbagai macam jenis olahan daging.
Salah satunya yang paling special dan tahan lama dan hanya bisa anda temukan di daerah Aceh besar adalah 'sie reuboh' alias daging rebus kalau dibahasa Indonesiakan.
Olahan sie reuboh berbeda-beda menurut tempat dan wilayah. Namun disini saya tidak hendak membagikan semua resep tersebut, saya hanya ingin membagikan resep klasik sie reuboh yang dulu sekali sering diracik oleh nektu-nektu kami.
Berikut olahanya..
RESEP SIE REUBOH (wilayah Montasik dan sekitarnya)
Bahan :
2 kg daging sapi segar.
1 ons cabe merah
15 butir cabe rawit
5 siung bawang putih
kunyit sekucupnya
garam dan cuka secukupnya.
Lengkuas bila suka(boleh tidak dipakai)
Cara :
- Potong daging besar-besar dan bersihkan, kemudian baluri dengan garam dan cuka. (Cuka bisa diganti dengan jeruk purut)
- Giling cabe merah + cabe rawit + bawang putih, lalu siram langsung ke atas daging.
- Tambahkan kunyit, ratakan
- Parut halus lengkuas dan campurkan ke dalam daging dan bumbu halus.
- Masukkan dalam belanga tanah, tambahkan air secukupnya dan masak yang lama sampai daging empuk.
Selama proses memasak berlangsung anda harus beberapa kali menambahkan air jika dagingnya belum benar-benar empuk.
Setelah daging masak, anda hanya tinggal membiarkannya dingin. Kemudian anda bisa langsung mengkonsumsi danging tersebut dengan kuahnya yang sudah dipenuhi minyak dari gajih atau mengolahnya untuk berbagai macam resep lain di kemudian hari (seperti : digoreng atau di sambal lado atau disambal goreng atau di kuah santankan,dll).
Kelebihan dari sie reuboh ini adalah sangat tahan disimpan lama dalam kondisi suhu papun. Anda tidak perlu khawatir danging ini akan basi atau busuk jika anda tak sempat memanaskannya. Anda juga tidak perlu menyimpannya dalam lemari pendingin. Biarkan sie reuboh tetap berada dalam belanga yang tertutup dan anda hanya perlu memanaskan daging ketika anda ingin mengkonsumsinya.
Catatan tambahan : beberapa orang tua seperti nenek saya, tidak menambahkan bawang putih dalam resep ini karena beliau suka dagingnya tetap utuh tidak lembek (cepat hancur) karena pengaruh bawang putih. Beliau hanya menggunakan cabe, garam, dan cuka untuk memasak menu favorit keluarga kami ini. Untuk memastikan dagingnya empuk sesuai dengan yang diharapkan, nenek saya menambah air beberapa kali dalam masakan beliau.
Oke, demikian saja ulasan dan resep mengolah "Sie Reuboh" dari saya. Selamat Mencoba,,,
.
Sebelum Ramadhan dan lebaran menjelang, kita memiliki tradisi berpesta daging bagi masayarakat Indonesia umumnya dan di daerah Aceh khususnya.
Tradisi berdaging ria ini sering kami sebut 'Bak Meugang' di Aceh.
Nah, untuk melengkapi kemeriahan penyambutan puasa Ramadhan tersebut, tanpa bermaksud berfoya-foya, di setiap rumah orang Aceh telah dihidangi dengan berbagai macam jenis olahan daging.
Salah satunya yang paling special dan tahan lama dan hanya bisa anda temukan di daerah Aceh besar adalah 'sie reuboh' alias daging rebus kalau dibahasa Indonesiakan.
Olahan sie reuboh berbeda-beda menurut tempat dan wilayah. Namun disini saya tidak hendak membagikan semua resep tersebut, saya hanya ingin membagikan resep klasik sie reuboh yang dulu sekali sering diracik oleh nektu-nektu kami.
Berikut olahanya..
RESEP SIE REUBOH (wilayah Montasik dan sekitarnya)
Bahan :
2 kg daging sapi segar.
1 ons cabe merah
15 butir cabe rawit
5 siung bawang putih
kunyit sekucupnya
garam dan cuka secukupnya.
Lengkuas bila suka(boleh tidak dipakai)
Cara :
- Potong daging besar-besar dan bersihkan, kemudian baluri dengan garam dan cuka. (Cuka bisa diganti dengan jeruk purut)
- Giling cabe merah + cabe rawit + bawang putih, lalu siram langsung ke atas daging.
- Tambahkan kunyit, ratakan
- Parut halus lengkuas dan campurkan ke dalam daging dan bumbu halus.
- Masukkan dalam belanga tanah, tambahkan air secukupnya dan masak yang lama sampai daging empuk.
Selama proses memasak berlangsung anda harus beberapa kali menambahkan air jika dagingnya belum benar-benar empuk.
Setelah daging masak, anda hanya tinggal membiarkannya dingin. Kemudian anda bisa langsung mengkonsumsi danging tersebut dengan kuahnya yang sudah dipenuhi minyak dari gajih atau mengolahnya untuk berbagai macam resep lain di kemudian hari (seperti : digoreng atau di sambal lado atau disambal goreng atau di kuah santankan,dll).
Kelebihan dari sie reuboh ini adalah sangat tahan disimpan lama dalam kondisi suhu papun. Anda tidak perlu khawatir danging ini akan basi atau busuk jika anda tak sempat memanaskannya. Anda juga tidak perlu menyimpannya dalam lemari pendingin. Biarkan sie reuboh tetap berada dalam belanga yang tertutup dan anda hanya perlu memanaskan daging ketika anda ingin mengkonsumsinya.
Catatan tambahan : beberapa orang tua seperti nenek saya, tidak menambahkan bawang putih dalam resep ini karena beliau suka dagingnya tetap utuh tidak lembek (cepat hancur) karena pengaruh bawang putih. Beliau hanya menggunakan cabe, garam, dan cuka untuk memasak menu favorit keluarga kami ini. Untuk memastikan dagingnya empuk sesuai dengan yang diharapkan, nenek saya menambah air beberapa kali dalam masakan beliau.
Oke, demikian saja ulasan dan resep mengolah "Sie Reuboh" dari saya. Selamat Mencoba,,,
Subscribe to:
Posts (Atom)