Sie Reuboh
.
Sebelum Ramadhan dan lebaran menjelang, kita memiliki tradisi berpesta daging bagi masayarakat Indonesia umumnya dan di daerah Aceh khususnya.
Tradisi berdaging ria ini sering kami sebut 'Bak Meugang' di Aceh.
Nah, untuk melengkapi kemeriahan penyambutan puasa Ramadhan tersebut, tanpa bermaksud berfoya-foya, di setiap rumah orang Aceh telah dihidangi dengan berbagai macam jenis olahan daging.
Salah satunya yang paling special dan tahan lama dan hanya bisa anda temukan di daerah Aceh besar adalah 'sie reuboh' alias daging rebus kalau dibahasa Indonesiakan.
Olahan sie reuboh berbeda-beda menurut tempat dan wilayah. Namun disini saya tidak hendak membagikan semua resep tersebut, saya hanya ingin membagikan resep klasik sie reuboh yang dulu sekali sering diracik oleh nektu-nektu kami.
Berikut olahanya..
RESEP SIE REUBOH (wilayah Montasik dan sekitarnya)
Bahan :
2 kg daging sapi segar.
1 ons cabe merah
15 butir cabe rawit
5 siung bawang putih
kunyit sekucupnya
garam dan cuka secukupnya.
Lengkuas bila suka(boleh tidak dipakai)
Cara :
- Potong daging besar-besar dan bersihkan, kemudian baluri dengan garam dan cuka. (Cuka bisa diganti dengan jeruk purut)
- Giling cabe merah + cabe rawit + bawang putih, lalu siram langsung ke atas daging.
- Tambahkan kunyit, ratakan
- Parut halus lengkuas dan campurkan ke dalam daging dan bumbu halus.
- Masukkan dalam belanga tanah, tambahkan air secukupnya dan masak yang lama sampai daging empuk.
Selama proses memasak berlangsung anda harus beberapa kali menambahkan air jika dagingnya belum benar-benar empuk.
Setelah daging masak, anda hanya tinggal membiarkannya dingin. Kemudian anda bisa langsung mengkonsumsi danging tersebut dengan kuahnya yang sudah dipenuhi minyak dari gajih atau mengolahnya untuk berbagai macam resep lain di kemudian hari (seperti : digoreng atau di sambal lado atau disambal goreng atau di kuah santankan,dll).
Kelebihan dari sie reuboh ini adalah sangat tahan disimpan lama dalam kondisi suhu papun. Anda tidak perlu khawatir danging ini akan basi atau busuk jika anda tak sempat memanaskannya. Anda juga tidak perlu menyimpannya dalam lemari pendingin. Biarkan sie reuboh tetap berada dalam belanga yang tertutup dan anda hanya perlu memanaskan daging ketika anda ingin mengkonsumsinya.
Catatan tambahan : beberapa orang tua seperti nenek saya, tidak menambahkan bawang putih dalam resep ini karena beliau suka dagingnya tetap utuh tidak lembek (cepat hancur) karena pengaruh bawang putih. Beliau hanya menggunakan cabe, garam, dan cuka untuk memasak menu favorit keluarga kami ini. Untuk memastikan dagingnya empuk sesuai dengan yang diharapkan, nenek saya menambah air beberapa kali dalam masakan beliau.
Oke, demikian saja ulasan dan resep mengolah "Sie Reuboh" dari saya. Selamat Mencoba,,,
No comments:
Post a Comment