Thursday, 26 June 2014

Jelang Ramadhan III

Trik2 penghilang boring selama Ramadhan.

1. Pasang Target

   Selama Ramadhan, kita sering malas-malasan karena kita tidak punya target yang jelas selain puasa di siang hari dan tarawih di malam hari.
   Oleh itu, ayo dari sekaarang kita pasang target yang sesuai dengan kemampuan kita selama menunaikan ibadah puasa agar tidak hanya 'tidur yang 
   menjadi ibadah' favorit kita di bulan suci nanti.

   Nah, masalahnya target seperi apa yang harus kita pasang?

  a. Membaca Qur'an minimal 1 juz sehari, kalau masih suntok, ta,bah setengah atau satu juz lagi. tergantung kebutuhan.

  b. Targetkan hafalan baru atau muraja'ah yang sudah kita hafal. minimal juz 30.

  c. Baca buku yang bermanfaat ; cari/ pinjam buku banyak2. kalau gak bisa pinjam, kunjungi puswil untuk daerah lampineung dan sekitarnya. Atau perpustakaan Ali Hasyimi untuk daerah seputaran Lamteumen dan Perpustakaan Masjid Raya untuk yang berada di posisi central. Ajak kawan2 yaa.

  d. Shalat sunnah (tarawih uda pasti). Shalat dhuha (12 rakaat), shalat rawatib, qiyam lail, shalat taubat n shalat witir kalau kurang 3 boleh 11 kok.
      Biar betah shalat sunnahnya, cari mesjid yang adem, jangan ke DOLOG selalu..

  e. Baca Ma'tsurat (kumpulan doa) pagi n sore

  f. Baca n hafal hadits2 arba'in (mis juga blm ni TT )

  g. Silaturrahmi, kunjungi kawan, yang cewek ke rumah cewek, yang cowok ke rumah cowok, biar puasanya afdhal. Atau ke rumah saudara2 orang tua kita.

  h. Olah raga. jalan kaki atau lari2 kecil pagi hari. bukan asrama subuh eh asmara subuh yang mutar2 naek motor trs nongkrong.. itu bukan olah raga yaa.

  i. Buat efreshing boleh coba mancing, selain main ludo dan twitteran, tapi cari tempat yang adem yaa.

2. Buat Hukuman

  Apabila target yang kita buat tidak tercapai, agar kita tidak lengah, kita juga harus menyiapkan hukuman untuk diri sendiri. Dari kita untuk kita.

 Jenis hukumannya yang ringan-ringan saja.Contoh :

-Kalau hari ni gak nyampe 1 juz ngajinya, saya gak boleh bbm-an n twitteran.
-Kalau tidak hafal beberapa ayat yang ditargetkan karena lalai, besok hafalannya harus double.
-Kalau tidak sempat dhuha karena ketiduran, harus rela sisihin uang jajan untuk disedekahin. misal : 5000 per 2 raka'at.

Gitu-gitu aja. yang ringan n tidakmemberatkan.

Mau coba semua?? Insya Allah liburan Ramadhannya gak akan membosankan. Kita punya target yang harus dikejar kan?

Wednesday, 18 June 2014

Dicintai Dengan Lebih

Allah mengabulkan doa dengan berbagai cara.

Salah satu cara yang paling Allah suka dg berlama2 memakbulkannya.
Namun cara itu paling tidak disuka manusia.

Pernah dgr cerita ini kan??

Di suatu masa ada seorang kaya yang hidup bergelimang kemewahan, byk harta juga keluarga yang bahagia.

Sayangnya si fulan itu tidak faham agama, jadi berbuat baik yg standar2 saja.

Hingga suatu masa Allah memberinya hidayah.

Dan mulai dari saat itu hidupnya berangsur-angsur mulai tidak lagi stabil.
Hartanya yang banyak mulai berkurang. Anak istrinya mulai sakit2an. Usahanya bangkrut dan kawan2 yang dulu selalu ada di sampingnya mulai menjauh. Dia miskin sekarang. Tapi hatinya kaya karena ia telah lebih mengenal Allah.

Semakin dekat ianya kepada Allah, semakin byk cabaran yang ia hadapi. Namun ia tetap bersabar dan selalu bersabar. Hingga puncak kefuturannya datang ketika itsrinya memutuskan untuk keluar dari kehidupan tersebut. Berlalu meninggalkan si 'kaya' yg kini berganti gelar menjadi si "papa".

Akhirnya si fulan mulai berfikir untuk protes kpd Tuhannya. Kenapa dulu ketika ia tak jadi org baik, Allah memberinya segala? Sekarang ketika ia mencintai Allah, Allah malah terus menerus menguji kesabaran hatinya.

Suatu malam dalam tahajjudnya yang panjang, ia protes...

"Ya Allah, yang Maha Kuasa. Maha menentukan. Maha Berbuat Sesuka. Kenapa Engkau mencobaku dg hal2 yang aku tak mampu??" T_T
"Engkau begitu tegaaa." ratapnya.

Kemudian iapun terlelap sejenak di atas sajadah.

Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu seseorang dan curhat.

"Lihatlah wahai Akhi, Allah begitu tega kepadaku.. Dulu waktu aku jahat, Allah melimpahiku kebahagiaan." Ucapnya

Si kawanpun menjawab, " AllahUr Rahman"

SSekarang ketika aku mendekatiNya, Allah mencobaku terlalu berat, seperti tak sayang saja kpdku." Sambung si fulaan lagi.

"AllahUr Rahiim." tambah kawannya.

"Allah dgn sifat RahmanNya, boleh Mengasihi siapa saja. Seluruh manuasia dan juga seluruh makhluk di alam termasuk binatang dan tumbuhan. Dengan sifat ini Allah mengasihi GENERALLY kepada semua tanpa kecuali."

"Tapi... Dengan sifat RahimNya, Allah mencintai dgn khusus, SPECIALLY,hanya kepada hamba-hamba yang Allah ingin sahaja."

"Sekarang engkau mau pilih dikasihi Generally atau Specially wahai saudaraku? " imbuh kawannya panjang lebar.

"Ya Rahiiiiiiiim. Aku lebih memilih Engkau mencintaiku dgn cara ini..." ;'(  Si fulan menangis mendengar ulasan sahabatnya.

Tak berhenti disitu, sang sahabat masih ingin bercerita lagi.

"Allah itu sangat suka mendengar hambaNya memohon, memelas2, merengek2 kpd Nya. Allah menyukai didatangi hamba yg dicintaNya dgn tangisan mengharap kasih sayang Nya terus menerus. Oleh itu, ketika seorang hamba lebih dicintai dari yang lain, Allah akan mengujinya lebih. Karena Allah suka si hamba terus datang kepada Nya." (yg nulis uda berlinang).

"Jika sekarang cobaanmu belum putus, itu ertinya, Allah masih mengharap kedatanganmu setiap malam menjumpai-Nya, Akhi." Si kawan mengakhiri.

Sementara Si fulan sudah terhanyut dalam butir2 cinta air mata, merasa sangat berbahagia karena Allah ternyata saaaaangat mencintainya.
"He loves me more." bisik hatinya.. :")

Semangat Perang Badar

Ana sedang sangat bersemangat alias feeling excited hari ini. Karena lagi semangat-semangat gini, ana jadi teringat kata-kata yg sering dipakai orang kalau lagi meledak-meledak ingin melakukan sesuatu.

Yaaah, SEMANGAT '45

Seringkan kita pakai ungkapan seperti itu untuk menunjukkan level semangat kita yang paling tinggi..??

Secara kita orang indonesia pastilah ungkapan itu adalah ungkapan yang kereeeen banget.

Tapi......, hmm, ada tapinya ni (uda pada tahu kan, bila dlm sebuah kalimat ada kata "tapi", maka perhatikan kalimat yang berada di depan kata tapi, bkn di belakangnya..!!)

Nah, ungkapan yang uda ana sebut tadi itu emang cool abis, tapi..... (pantengan yang ini) selaku ummat islam yg gak cuman merk di KTP doang, ada ungkapan yang lebih Te O pe Be Ge Te untuk melukiskan semangat yang sudah mau loncat keluar dari rongga hati kita.

Semangat apakah itu?

Itu adalah semangat Perang Badar. Perang yang pada saat itu Rasulullah hanya mempunyai 300 orang pasukan (dengan hanya dua ekor kuda dan 70 ekor unta) yg dikhawatirkannya akan ciut nyalinya menghadapi tentara Quraisy dan para sekutu yang berjumlah sekitar 1,300 orang (dilengkapi dengan 100 ekor kuda, 600 baju besi, dan unta yang sangat banyak).

Saking khawatirnya Rasulullah Saw dengan jumlah mereka yang sedikit, sepenuh malam sebelum perang tiba, beliau bersujud terus menerus memohon mohon pada Allah agar Allah tidak pernah meninggalkan mereka.

Jika difikir dengan logika yang waras, 300 tentara melawan 1,300 tentara itu pastilah akan sangat tidak imbang, konon lagi tentara berkuda yang hanya dua orang berbanding seratus pasukan. Imagine it, man. Imagine!! Mungkinkah kemenangan akan ada dipihak 1 dilawan 4? Tentu tidak. Hal itu tidak akan pernah bisa diterima oleh logika manusia biasa seperti kita.

Tapi, bagi manusia super seperti Rasulullah Saw, (alaihi shalli wasallim) semua adalah mungkin di bawah pengawasan Allah. Dan ini adalah tingkat iman yang paling tinggi, mamen.


Inilah dia cuplikannya :

Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan berkata kepada beliau,
”Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Mereka adalah orang muslim terbaik.”

Maka, Jibril berkata,
“Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka termasuk muslim terbaik.”

Karena ihsannya kepada Allah kemudian Allah menambah semangat Rasulullah dengan kehadiran Jibril dan bala tentara gaibnya.

Ketika Rasulullah berhasil mendapat transferan semangat dari Jibril as, Rasulullah kemudian mengecek kesiapan semangat bala tentaranya melalui salah seorang pembawa bendera dari kalangan Anshar bernama Muadz.

Dan tahukah engkau, apa jawaban muadz ketika Rasulullah bertanya tentang semangat mereka??

Sa’ad ibn Muadz-pembawa bendera Anshar-pun saat itu angkat suara dan berkata, “Demi Allah, Kami telah beriman kepadamu, sehingga kami akan selalu membenarkanmu. Dan kami bersaksi bahwa ajaran yang engkau bawa adalah benar. Karena itu, kami berjanji untuk selalu mentaati dan mendengarkan perintahmu. Berangkatlah wahai Rasululah Shalallahu ‘alaihi wasallam, jika itu yang engkau kehendaki. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan nilai-nilai kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.

“Sungguh, tidak akan ada satu pun tentara kami yang akan tertinggal dan kami tidak takut sedikit pun kalau memang engkau memper­temukan kami dengan musuh-musuh kami esok hari. Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang terbiasa hidup dalam peperangan dan melakukan pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu berbagai hal dari kami yang dapat memberikan kebahagiaan bagimu. Maka, marilah kita berjalan menuju berkah Allah.”

You see? You seeee? My God, it was the best action had ever played in the world..Lihatlah betapa jumlah mereka yang sangaat sedikit tidak berhasil mengaburkan semangat mereka karena mereka percaya ada Yang Maha Kuat dan Maha Memutuskan Nasib sedang senantiasa mengawasi segala gerak mereka.Dan semangat ini kemudian mengoda Zack Snyder (tah iya pun) untuk mengangkat cerita ini dalam versi TERBALIK tentang kisah 300 tentara Yunani yang berjuang melawan ribuan tentara Persia yang juga dibantu oleh pasukan Iblis. Astaghfirullah.Itu konspirasi kawan.

Tapi wahai para penggemar "Three Hundred Spartans",  kita tidak termakan konspirasi tersebut kan?? (Ups, kenapa sudah omongin film favorite ini??)

Well, as the closing, ana hanya ingin mengajak saudara/i pemuda/i remaja/i islam yang dirahmati Allah, alangkah lebih baik jika kita mau menggunakan ungkapan-ungkapan yang lebih dekat relasinya dengan pertumbuhan keimanan kita seperti SEMANGAT PERANG BADAR. ALLAHU AKBAR..!! daripada ungkapan-ungkapan biasa yang hanay kutip dari orang kebanyakan.

Disamping ungkapan-ungkapan lain yang antum uda pada tau, seperti : Muka surga, Ya ilaaah, Gaul (Gaya Ulama), Cowok keren itu yang gak punya pacar (Maksa.hehhe).

Semoga bermanfaat!!

Tuesday, 17 June 2014

Mungkin Nanti

Suatu saat..
Ketika semua telah berlalu
Mungkin aku akan kembali membuka-buka
laci kenangan kita
Mengutip satu persatu
memory yang telah kau titip,
Dalaaaam,
Sangat dalam di sesudut terbaik di ruang hatiku.
Dan jika nantinya kupun perlu,
Aku hanya perlu melukis bayangmu,
Tentunya setelah itu
Kunci prosa-prosa kenangan kita akan segera terbuka..

Monday, 16 June 2014

Akhir Ramadhan II

 Sie Reuboh
.

Sebelum Ramadhan dan lebaran menjelang, kita memiliki tradisi berpesta daging bagi masayarakat Indonesia umumnya dan di daerah Aceh khususnya.
Tradisi berdaging ria ini sering kami sebut 'Bak Meugang' di Aceh.

Nah, untuk melengkapi kemeriahan penyambutan puasa Ramadhan tersebut, tanpa bermaksud berfoya-foya,  di setiap rumah orang Aceh telah dihidangi dengan berbagai macam jenis olahan daging.
Salah satunya yang paling special dan tahan lama dan hanya bisa anda temukan di daerah Aceh besar adalah 'sie reuboh' alias daging rebus kalau dibahasa Indonesiakan.

Olahan sie reuboh berbeda-beda menurut tempat dan wilayah. Namun disini saya tidak hendak membagikan semua resep tersebut, saya hanya ingin membagikan resep klasik sie reuboh yang dulu sekali sering diracik oleh nektu-nektu kami.

Berikut olahanya..

RESEP SIE REUBOH (wilayah Montasik dan sekitarnya)

Bahan :
2 kg daging sapi segar.
1 ons cabe merah
15 butir cabe rawit
5 siung bawang putih
kunyit sekucupnya
garam dan cuka secukupnya.
Lengkuas bila suka(boleh tidak dipakai)

Cara :
- Potong daging besar-besar dan bersihkan, kemudian baluri dengan garam dan cuka. (Cuka bisa diganti dengan jeruk purut)
- Giling cabe merah + cabe rawit + bawang putih, lalu siram langsung ke atas daging.
- Tambahkan kunyit, ratakan
- Parut halus lengkuas dan campurkan ke dalam daging dan bumbu halus.
- Masukkan dalam belanga tanah, tambahkan air secukupnya dan masak yang lama sampai daging empuk.

Selama proses memasak berlangsung anda harus beberapa kali menambahkan air jika dagingnya belum benar-benar empuk.

Setelah daging masak, anda hanya tinggal membiarkannya dingin. Kemudian anda bisa langsung mengkonsumsi danging tersebut dengan kuahnya yang sudah dipenuhi minyak dari gajih atau mengolahnya untuk berbagai macam resep lain di kemudian hari (seperti : digoreng atau di sambal lado atau disambal goreng atau di kuah santankan,dll).

Kelebihan dari sie reuboh ini adalah sangat tahan disimpan lama dalam kondisi suhu papun. Anda tidak perlu khawatir danging ini akan basi atau busuk jika anda tak sempat memanaskannya. Anda juga tidak perlu menyimpannya dalam lemari pendingin. Biarkan sie reuboh tetap berada dalam belanga yang tertutup dan anda hanya perlu memanaskan daging ketika anda ingin mengkonsumsinya.

Catatan tambahan : beberapa orang tua seperti nenek saya, tidak menambahkan bawang putih dalam resep ini karena beliau suka dagingnya tetap utuh tidak lembek (cepat hancur) karena pengaruh bawang putih. Beliau hanya menggunakan cabe, garam, dan cuka untuk memasak menu favorit keluarga kami ini. Untuk memastikan dagingnya empuk sesuai dengan yang diharapkan, nenek saya menambah air beberapa kali dalam masakan beliau.

Oke, demikian saja ulasan dan resep mengolah "Sie Reuboh" dari saya. Selamat Mencoba,,,




Sunday, 15 June 2014

Jelang Ramadhan I

 Tips Simpel
 
Gerbang Ramadhan akan segera terbuka.. Mudah-mudahan kita bisa memasukinya dlm keadaan suci lahir dan batin..Mudah-mudahan kesehatan juga terjaga sepanjang Ramadhan, agar amalan-amalan yang seharusnya kita lakukan, tidak ada yang tertinggal karena kondisi fisik kita yang tidak fit.

Diantara semua amalan yang pernah kita buat sebelum ramadhan, mudah-mudahan bisa lanjut di bulan ini dan frekuensinya bisa bertambah..

Amalan-amalan unggulan kita selama ramadhan selain puasa tentunya adalah tadarus sampai khatam n shalat sunnat, ya kan? Ada banyak shalat sunnat yang bisa kita lakukan selama bulan suci ini selain tarawih, misal :  shalat dhuha, rawatib n qiyam lail.

Nah, saya pengen berbagi sedikit nih ttg masalah shalat sunnat ini.. Khususnya untuk para Remaja Putri yang saya sayang..

Jadi.. Agar shalat kita yang banyak itu bisa afdhal n diterima oleh Allah, pastinya selain hrs ikut aturan syarat wajib shalat, kita juga harus ikut aturan SYARAT SAH  shalat, seperti bebas dari najis dan menutup aurat..

Untuk para jamaah putra, pastikan pakaian n celana panjang yg dikenakan waktu shalat bebas dari najis..

Untuk jamaah putri, pastikan auratnya tertutup dgn sempurna...

Memang sih kain big veil alias mukena yang kita pake sudah mengulur ke seluruh badan kita. Seluruh anggota kecuali muka sudah tertutup..Namun... jangan lupa pastikan kembali kain mukena kita itu tidak tipis dan tidak transparan..

Caranya gampang.. minta tlg sama kakak or adek untuk liatin, apa kain yg kita pakai masih menampakkan aurat.. Atau berdirilah di depan cermin di waktu siang, yaa.. kamu bisa liat sendiri bayangan lenganmu bila kain itu tipis.

Bila kita ragu dgn kondisi kain yg kita pakai,maka pakailah jelbab kaos besaaar yang menutupi seluruh lengan, atau pakai baju panjang dan jelbab kecil utk nutupin rambut.

Kalo repot nyari-nyari baju waktu mau shalat, alangkah bgsnya bila kita siapin satu baju khusus utk shalat,jd gak repot lg..

Mungkin kalau untuk shalat tarawih, kita uda siap dgn baju muslim n muslimah, krn kita shalat di masjid.. Tapi untuk shalat dhuha dan shalat-shalat yang kita lakukan di rumah, kita biasanya jarang peduli dengan hal sekecil ini.. Takutnya, hanya krn hal kecil ini malah shalat wajib kita juga gak dihitung... sediiihnyaaa :"(

Karena sekarang kita sudah tau, yok kita mulai tutup aurat dgn benar waktu shalat agar amalan kita di bulan pernuh berkah ini tidak rugi...

Mudah-mudshan dgn memerhatikan hal-hal kecil spt baca ma'tsurat, sedekah n menutup aurat dgn benar, kita bisa mendapat ampunan dan anugrah yang besar dalam ramadhan ini.

Allahu a'lam..

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN..

Wednesday, 11 June 2014

Sebab itu, maka wanita yang shalehah, ialah yang thaat kepada Allah lagi MEMELIHARA DIRI ketika suaminya PERGI, karena Allah telah memelihara mereka. (Annisa :34)

Tuesday, 10 June 2014

Lagi,
Ketika tak kuasa menahan diri
Aku memilih untuk pergi

Monday, 9 June 2014

English's Love Story

INJILIZIYYAH

May 5, 2013 at 3:58pm


Ada sebuah mata pelajaran yang sangat saya benci pada saat di MA dulu.. Salah satu pelajaran bahasa yang kemudian dijadikan bahasa resmi pondok…  Bahasa yang sangat menyebalkan dan membuat saya selalu mual bila harus mengucapkan beberapa kalimat menggunakan bahasa tersebut… Bahasa yang menurut saya adalah bahasa kutukan, lain ditulis lain diucap. Munafik sekali. .

Tapi, walaupun saya tak suka, bahasa tersebut tetap harus selalu kami gunakan sebagai alat komunikasi pada season English week.. Season English weeks itu akhirnya benar-benar menjadi waktu-waktu yang amat berat yang harus saya lewati selama 2 minggu  setiap bulannya.. Dan saya pernah beberapa kali ditegur oleh Abu Lughah yang menjabat waktu itu, gara-gara saya masih saja menggunakan bahasa Arab saya yang kacau di edisi English weeks.. Suatu kali saya ditanyai olehnya..

“Why don’t you speak English instead of Arabic in this week?”

 “Ana laaastathi’ lughah dzalek.”(Gak bisa bahasa tuuu). Saya menjawab dengan kesal…

Setelah itu saya memutuskan untuk mengubah English weeks saya menjadi Silent weeks saja. Pastinya hal ini sangat mebuat saya tertekan, secara saya adalah seorang gadis ceria dan ceriwis nan baik hati dan rajin menabung.. (juga suka gak nyambung.)

Kebencian saya akan bahasa kafir itu bertambah. Saya sangat panik ketika suatu malam saya kena giliran speech ba’da magrib di mushalla.  Saya belum jua bisa menghapal speechnya..Seorang kawan saya yang baik hati yang akrab kami panggil ‘jalek’(Red : itu :Arab),kemudian memberikan solusi yang sangat membantu saya pada waktu itu..

“Ihmili faqadh qirtash jalek. Undhurii hunaaka, lau tansa .”  (Bawa saja kertasnya. Nanti lihat saja kalu lupa). Begitu kira-kira nasehat bijaknya waktu itu.

Saya pun mengikat kembali harapan saya yang sempat putus, dengan sediki semangat yang tersisa beranjak menuju mushalla.

‘Alhamdulillahilladzi khalaqal mauta walhayata liyab luakumayyukum ahsanu ‘amala…”

Begitulah pembukaan speech yang akan saya sampaikan malam itu. Namun apa dinyana, sebelum sampai pada kata-kata penghormatan,tiba-tiba  lampupun tewas meninggalkan saya yang bengong dalam kesunyian..

Innalillahi wainna ilaihi raaji’un..  Koor  berkabung dari barisan depan terdengar mengiringi kepergian cahaya lampu..

Selanjutnya… hanyalah ke sunyian belaka…

Detik demi detik…
Menit demi menit..
Mereka menunggu saya melanjutkan pidato saya…

Namun penantian mereka harus pupus karena saya akhirnya berucap:
“Before I start my speech, I will close it with … Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakaatuh..”

Saya hampir pingsan ketika menyadari apa yang barusaja keluar dari mulut saya..

Ternyata suudzan saya dengan bahasa ini benaradanya.. And from that day on… Bahasa itu telah saya resmikan menjadi musuh bebuyutan.. Saya tidak akan  pernah memaafkanmu, Bahasa jelek….

Hngga suatu hari pada saat pelajaran muthala’ah, Al-mukarram Ustadz kami yang mulia menugaskan kami untuk membuat sebuah karangan singkat,satu halaman saja, tentang sebuah tema yang tidak begitu saya ingat lagi.Itupun saya tak bisa…Padahal saya sudah mencoba membuka-buka kamus  bahasa 1 milyar huruf, tapi hasilnya tetap nol.

Akhirnya, di detik detik terakhir tugas akan dikumpul… Saya berdo’a agar Allah mengirimkan seorang kesatria berhati mulia untukmembantu saya menyelesaikan tugas yang sangat berat tersebut.
Alhamdulillah,do’a saya segera terjawab, walaupun bukankesatria, tapi dia berhak menyandang gelar srikandi  karena telah menyelamatkan saya dari perasaan bersalah jika tidak berhasil menyelesaikan tugas dari ustadz yang sangat saya hormati. Srikandi itu bernama : Rossa..

Terima kasih yaa Rabbi.. Engkau telah mengirimkannya kepadaku di saat-saat sulit seperti ini..

Dan sore di saat kami harus mengumpulkan tugas muthala’ah itu, tibalah…
Saya masih ingat, hari itu kami belajar di depan ruang makan, di bawah pohon roda yang rindang sambil mengumpulkan tugas masing-masing dengan wajah penuh senyuman…

Ketika itu saya saya mendengar nama saya dipanggil oleh ustadz..
“Ini sudah bagus writingnya..Pertahankan..”

Deg…Protes hati saya waktu mendengar pujian ustadz…Saya harus bagaimana ini..???
‘Em, em,jujur gak yaaaaa???’ Suara hati berbisik galau.

“Itu.. em.. Itu Rossa yang buat, Ustadz….”
Gubraksssssssssssssssss!!!!

Kebenaran itu berjuang untuk meloloskan diri dari cengkraman kebohongan yang sedang mengelilinginya .. Lega sekali rasanya ketika kejujuran itu berhasil mempertahankan diri.

Hanya saja perasaan lega itu tak bertahan lama. Pemandangan selanjutnya adalah hal yang sukar untuk saya lukiskan dengan kata-kata… Saya melihat gurat kekecewaan di wajah oval itu.. Senyumannya berubah pias mendengar pengakuan saya tadi..

Yang terjadi selanjutnya adalah ceramah panjang yangtelah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam pelajaran.. Gara-gara saya,semua mendapatkan bonus siraman rohani  dari ustadz, sore itu..

Ada banyak sekali pelajaran berharga yang beliau berikan saat itu.. Buaaanyak sekali… Diantaranya:
Kalau, guru itu merasa dihargai jika tugasnya diselesaikankan tepat waktu.
Kalau, hasil yang kurang bagus dara usaha sendirijauh lebih mulia dari hasil bagus tapi dibuat orang.
Kalau, Allah itu lebih melihat ke proses dari pada ke hasil.
Kalau, usaha kita, walaupun untuk membuat sebuah catatan kecil, tidak akan sia-sia, dll. dll.

Namun diantara semuanya itu, ada satu hal yang paling cocok dengan saya, very me alias gue banget, yaitu.. Kalau kamu tidak menyukai sebuah pelajaran, maka belajarlah untuk menyukai pengajarnya dulu,  dengan demikian kita akan berusaha untuk membuatnya tidak kecewa … Sweet banget kan??? Kata-kata ini ternyata menjadi kata-kata favorit ketika saya kelak juga menjadi pengajar..

Dari situlah saya belajar menyukai bahasa kompeni yang telah menjadi musuh bebuyutan saya selama belasan bulan terakhir… Bukan karena saya sudah memaafkannya. Bukan. Sekali-kali bukan.. Tapi hanya karena saya tidak ingin membuat ustadz saya kecewa lagi.

Di balik itu semua,ternyata ada kenyataan pahit yan gharus saya terima. Bukan saya saja ternyata yang tidak memaafkan sang bahasa nyebelin itu, dia pun ternyata juga telah mendendam sekian lama kepada saya,karena saya membecinya. Membencinya dengan lebay.

Tanpa sepengetahuan saya, bahasa itu telah mengutuk saya agar terus bersamanya kemudian, selama empat tahun lebih. Bukan saja untuk mengenalnya lebih dekat,tapi juga untukmempelajari setiap detailnya dan memaksa saya terbiasa dengan keberadaannya.

Sering kali saya tersenyum sendiri ketika mengingat sebuah hadits:

أحببحبيبك هونا ما عسىأن يكون بغيضك يوماما وأبغضك هونا ماعسى أن يكون حبيبكيوما ما

“Cintailah orang  yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkaubenci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatuhari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.”

Walaupun kebencian ini bukan di alamatkan kepada seseorang melainkan hanya kepada sesuatu, tapi kualat itu tetap berlaku…

Kutukan manis itu ternyata tidak berhenti sampai empat tahun saja.. Setelah tamat kuliah saya mencoba menguli diri di sebuah institusi yang menerima saya sebagai seorang staff pengajar..  Tentunya saya harus mengajar sesuai dengan jurusan waktu kuliah dulu kan??? Dan jurusan itu telah mewajibkan saya mengkompanyekan seluruh skill dan pengetahuan saya tentang bahasa yang dulunya sangat saya benci...

Sayapun sempat melihatnya tersenyum, MENANG..

Saturday, 7 June 2014

Kehilangan

Aku mencari-carimu di setiap sudut maya
di segala ruang, seluruh waktu
membongkar-bongkar bilik hatiku
menjamahi segala memori di ruang otakku
tapi aku tak lagi menemukan kau disana..

tidakkah kau tahu..
aku sedang menyiksa diri
ketika membiarkan kau pergi..

Friday, 6 June 2014

Self reminder

Friday, June sixth..
A step closer to Him..
Ready or not
It has been already 32 T_T
without a cake or a wish,
the age's still running faster.
Prepare before it too late !!

Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula (pada hari kiamat)".
   
   

"So peace is on me the day I was born, the day that I die, and the day that I shall be raised up to life (again)"!

Wednesday, 4 June 2014

Kejora

Pernahkah kau menatap kejora di ufuk sana?
Ia terbit sendiri...
Menghabiskan waktu bersama bintang,
dan ditinggalkan..
Ketika fajar menjelang,
ia setia menanti, sendiri.
Kemudian ia dipaksa pergi bersama sinaran sang surya yang tak membutuhkannya lagi..

Temani kejora itu dengan sejenak menatapnya..
setiap pagi