Sunday, 7 April 2019

Ketika Aku Jatuh Cinta

KETIKA AKU JATUH CINTA

Masalah-masalah yang menimpaku gara-gara org lain jatuh cinta, membuatku sedikit ketakutan dan berharap agar Allah menjauhkanku dari ‘bencana’ itu sebelum waktunya tiba..
 
Pasalnya, dari beberapa cerita yang kulihat sewaktu SMA, tidak ada satupun kisah yang luput dari cerita sakit hati disebabkan oleh perasaan konyol tersebut.. Walaupun akhirnya ada beberapa pasang siswa/i yang mengakhir icerita mereka ke jenjang pernikahan. Tapi perjalanan hubungan yang mereka bangun sebelum saatnya itu, telah menjebak  mereka dalam derita yang dalam karena merasa bersalah, telah melanggar aturan2 skolah, diasingkan oleh lingkungan, bahkan dipandang sinis karena dianggap terlalu cepat (maaf) mengumbar napsu, di usia yang pada saat itu masih dianggap ingusan peralihan usia anak2 ke masa remaja.. (Tapi tak perlulah dibandingkan dengan zaman edan ini, yang anak2 di usia sekolah dasar saja sudah mempunya teman special  -sungguh sebuah keterpurukan moral yang seharusnya kita menyibukkan diri utk memperbaikinya, bukan malah kita sendiri yang menambah list pelaku degaradasi moral tersebut- :(
 
Namun manusia hanya bisa berencana, semua ketentuan adalah milikNYa. Memasuki pertengahan kelas II MA, aku mulai terusik oleh sesosok kawan yang sebenarnya adalah manusia biasa.Tak banyak yang special darinya.. Banyak kawan2 yang lain yang lebih berprestasi dan lebih hebat utk disukai.. tapi perasaan itu tak bisa ditebak akan menjatuhkan pilihan kpd siapa.. Mungkin krn kebersamaan yang sudah puluhan bulan dikarantina di penjara yang sama, rasa itu pun mulai  berani utk bersuara..
 
Bukankah pepatah2 yang berserakan selalu setuju bahwa kemgkinan besar seseorg akan jatuh hati dengan org yg dekat dengannya..
 
Untuk membenarkan pepatah2 itu, akupun mulai membuka2 kembali koleksi memoriku akan asbab yg membuatku menyenangi kawanku yang bahkan dianggap tidak baik oleh kwn2ku yang lain. Stempel sombong telah terlanjur ditempelkan di sosoknya yang dingin dan jarang berinteraksi dengan kawan2nya terutama yang perempuan..
 
Kilasan2 memori itupun hadir. Ketika aku masih duduk di kls I, seorang kawan sekamarku bernama Oli, selalu bercerita tentang  si dingin yang pada saat itu menjabat sebagai ketua Bidang Keamanan, yang kami lebih sering menyebutnya dgn Qismul Amni. Kebetulan Oli juga anggota di qismul yang sama dgn kawan yang dari tadi blm jua kusebut2 namanya. Entah krn tak enak perasaan, atau krn perasan ingin menyembunyikan saja nama tersangka utama, agar tidak menjadai fintah dikemudian hari,, Entahlah..
 
Ingin juga rasanya menyebut namanya dgn JUNA saja, agar sama dgn Ketua Bidang Keamanan kita yang sekarang J.. Tapi perasaanku malah tambah tidak enak saja.. Mungkin enaknya kita kasihkan saja nama Al-Walad untuknya, agar mudah kita ingat. Karena Walad mempunyai arti ‘anak laki2 itu’.. Setujukan???
 
Ingatan2ku tentang cerita Oli yang selalu berhasil mengobrol dgn ketua bidangnya yang dingin, selalu berhasil membuatku terkesan, karena tak banyak santriwati di Nyawong School yang berani menyapa anak laki2 yang tak banyak omong itu.. Ketika ada satu dua orang yang seperti Oli, aku menganggapnya sukses karena selalu bisa membawa plg conversation2 bersama Walad,
 
Lintasan ingatan yang lain, ketika aku terpaksa masuk Mahkamah Qismul Amni pada pertengahan semester I mengukir sebuah sejarah tersendiri dalam kehidupan masa sekolahku..
 
Kenapa aku menyebut kata ‘terpaksa’ utk memasuki mahkamah yang diketuai oleh Walad?? Tidak lain adalah karena, sebenarnya aku tidak terlalu banyak bersalah ketika suatu subuh tidak seorangpun dari penghuni blok putri yang hadir di mushalla untuk shalat berjama’ah, kecuali 5 orang santriwati termasuk aku dan seorang Ustadzah kami yang sering kami panggil Al-Mahbubah (yang tercinta).
 
Ketidakhadiran sebagian besar teman-temanku, kemudian harus kutanggung dengan hukuman dikirim ke Mahkamah Qismul Amni, kerena aku adalah salah seorang dari dua orang anggota Qismul ‘Ubudiyyah yang bertugas di blok putri yang sedang giliran berpiket hari itu.. Sebuah hukuman yang pantas kuterima karena tidak berhasil membangunkan teman2ku untuk shalat berjamaah subuh itu..
 
Namun di balik semua musibah selalu ada hikmah. Tiba2 saja aku menjadi sangat setuju dengan jargon itu.. Karena Mahkamah itu tidak seburuk yang kubayangkan.. Ketika aku ketakutan membayangkan akan dibentak2 ketua qismul amni,si cuek Walad, yang terjaadi malah sebaliknya.. Baru hari itu aku tau bahwa Al-Walad tidak seburuk dugaanku selama ini.. Dia ternyata adalah orang yang sangat ramah di dalam mahkamahnya walaupun di luar sana dia tak pernah bertegur sapa dgn siswi2 di MA Nyawong school.
 
“It’s okay. I don’t eat people. I am not a Canibal.” Selorohnya ketika melihatku tampak gugup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikannya.
 
Mulai hari itu penilaianku tehadap Waladpun berubah.
 
*
 
Ketika aku duduk di bangku kelas II, tugasku sebagai anggota Qismul ‘Ubudiyyah berganti menjadi Sekretaris Umum di OPDA (Organisasi Pelajar Dayah). Sebuah karir yang lumayan baguslah untukku saat itu. Dan kabar baiknya lagi, salah satu anggota formatur kami yang berjumlah 7 org tsb, adalah Al-Walad. Dia menduduki posisi sebagai Ketua I dlm formatur kami.
 
Pada awal-awal masa tugas kami, aku masih mendapati Walad kurang berkata-kata dgn kami anggota formatur yang perempuan yang berjumlah 4 org. namau semakin lama tugas itu kami jalankan bersama, keakraban antara ke 7 anggota formatur semakin terlihat..
 
Walaupun demikian perasaanku belum lagi sempat jatuh kpdnya. Ada seorang kawan lagi, sebut saja Ayu, yang menjabat sebagai Bendahara Umum di formatur kami, yang kemudian dijodoh2kan dgn Walad oleh kawan2ku.. Kata kawan2ku mereka cocok karena sama2 cuek.. Orang cuek memang tampak lebih dewasa krn ke-cool-an mereka. Sementara aku ini apalah, hanya seorang gadis biasa yang cerewet dan tidak berprestasi.. berbahasa Inggris saja tidak bisa, apalagi keahlian2 unggulan lainnya seperti berpidato dalam 3 bahasa, menghafal beberapa juz dr Al-Quran,dll.
 
Namun keistimewaan Walad yang kutemui selama waktu2 dlm organisasi itu, menghadirkan sebersit rasa kagum kpd pribadi yang tak banyak omong itu. Mungkin perasaan seperti itu bolehlah kita beri nama cinlog (CInta daLam OrGanisasi). *maksa ^^.
 
Ketika perasaan itu datang dengan sangat lambaaat dan merayap-rayap di alam bawah sadarku.. Aku jadi mulai memerhatikan kelebihan saudara seformaturku tersebut.. Aku sangat senang ketika mendengar Walad terpilihsebagai salah satu utusan dari sekolah kami yang akan megikuti dakwah Safari Ramadhan keliling Aceh bersama beberapa kawan2ku yang hebat lainnya, seperti Trisna yang bertugas sebagai Hafidh 10 juz; Didi sebagai Qari karena suaranya yang sangat indah ; Yumna sebagai penceramah berbahasa Arab-Indonesia, Tria sebagai penceramah berbahasa Inggris-Indonesia utk kalangan utri, dan Ocha sebagai penceramah berbahasa arab-Indonesia utk kalangan putri. Dan tugas Walad sangat sesuai dgn keahliannya yaitu penceramah berbahasa Inggris-Indonesia. Padahal hal tersebut tak ada hubungan apa-apa denganku.
 
Akibat dari ‘kejahatan’ sebuah rasa yang datang di saat yang tak tepat ini, aku mulai merasakan ketidaknyamanan dlm hatiku.. Kenapa aku juga hrs merasakan ‘kutukan manis’ ini sebelum waktunya cocok. Apakah semua orang harus merasakan perasaan yang tak pantas ini ketika usia mereka memasuki bilangan angka 15 ke atas.. Apakah semua orang seperti itu?? Tapi kulihat Tria tidak, Amel juga tidak pernah terlihat menyukai siapapun. Tapi kenapa aku harus.. Aku kebingungan dgn apa yang harus kulakukan saat itu.. Karena persaan yang kurasakan adalah sebuah perasaan terlarang seperti yang selalu dinasehatkan oleh ustadz2ku, agar kami tidak menjalin hubungan special dgn kawan letting sendiri. Karena kepolosanku mencerna maksud yg terkandung dlm nasehat trsbt, kekonyolan demi kekonyolanpun mulai terjadi..
 
Aku mulai berpikir, mungkin aku harus menyukai seseorang yang lain, utk membuatku tidak perlu lagi mengagumi Walad. Kemudian sebuah ide muncul dlm hatiku yang sedang risau, mungkin lebih aman jika aku menyukai ustadz saja, kan kalau suka sama ustadz tidak berbahaya. Paling ustadz tak akan menaruh peduli mau disukai atau tidak oleh siswi2nya yang berumur setengah dari umurnya.
 
Setelah beberapa bulan misi mengalihkan kekagumanku dari Walad yang mempunyai kelebihan 30 kepada ustadzku yang mempunyai kelebihan 100, tentu saja hal itu tidak masuk akal sedikitpun. Karena ustadz2ku memang sudah kukagumi dari pertama kali kami mendengar mereka berbicara di hari pertama kami di ospek dengan nasehat2 mereka yang di tinggi jauh di luar jangkauan  akalku sebelumnya.
 
Setelah misi pertamaku gagal, pilihan kedua adalah adek letting kls I. geli rasanya ketika aku mengingat kejadian itu. Kenapa harus memilih santri kls I yang biasa2 padahal di kls II masih banyak santri2 yang luar biasa. Namanya juga galau, apapun caranya akan kutempuh demi misi melupakan kawan seletingku yang makin lama makin menampakkan ke-exist-annya di MA Nyawong School.
 
Namun misi nekat ini ternyata membawa ujung yang jelek untukku pada saat itu. Ternyata adik lettingku tersebut tenang dan senang saja diejek2 dengan kakak letting. Mungkin malah menjadi sebuah pencapaian tersendiri ketika dia disukai kakka lettignya, mungkin.
 
Kemudian2 adek2ku yang lain mulai protes dengan situasi tersebut.. Akupun merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk mengobrol dgn seorg kawan yang sangat kupercaya pada saat itu. Amel namanya.
 
Aku bercerita kpdnya ttg seseorg di kls II yang berhasil membuatku senang. Dan rasa penasarannya membuatnya berhasil mendapatkan kunci jawaban tentang nama misterius yg kusembunyikan darinya sejak awal pembicaraan kami. Sebuah trik yang sangat cerdik yang dipakainya telai berhasil membongkar rahasia akan sebuah nama yang sedang membuatku galau.
 
Rasa khawatir sempat hinggap dalam perasaanku ketika menyadari adalah salah ketika kita menyebut nama seorang laki-laki yang kita sukai di hadapan seorang saja. Hal itu bisa sangat berbahaya, karena angin mendengarnya juga. Rumput-rumput di taman juga ikut mendengar. Daun2 pohon roda yang berjeratuhan juga pasti telah mengupingi pembicaraan kami. bahkan dinding2 Mahkamah Qismul Lughah yang berada tepat di belakang kami juga bisa menjadi penyebab tersebarnya rahasia hatiku kpd seluruh penduduk asrama.
 
Tapi Allah masih menyayangiku.. Aku berbicara kpd org yang tepat.. Allah telah mengirimiku seorang yang berhati jujur dan bersifat sangat amanah sekali akan janjinya.. Aku berani menjamin bahwa kawan seperti itu sangat terbatas sekali di zamanku, apalagi di zamanmu (kau tak perlu marah, karena aku berbicara fakta).
 
Kata-kata yang keluar dari mulutnya kemudian mengingatkanku lg akan sebuah nasehat Al-Mukarram, ustadz kami yang mulia..
 
Semenjak hari pertama kita datang, kita di sini semuanya saudara…
 
Yang namanya saudara itu, selalu berusaha untuk tidak menyakiti hati sdrnya yang lain.
Saudara itu akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untk saudaranya. Saudara itu akan rela berkorban demi mepertahankan silaturrahmi yang sedang dibangunnya.
 
“Laa yu’minu ahadakumhatta yubibbu liakhihi  mayuhibbu linafsih”
Tidak sempurna iman seorang hamba hingga ia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri.
 
Orang beriman itu tidak akan redha melihat saudaranya sakit hati karena ulahnya.
Seorang saudara itu tidak akan pernah mengkhianati perasaan saudaranya dengan cara apapun.
 
Saudara kalian disini 50 orang. Tidak ada saudara yang lebih baik dari saudara yang lain. Semuanya sama.
 
Karena jumlah yang tidak imbang antara santriwan dan santrwati, kami (ustadz) melarang kalian untuk tidak berpacaran sesama kawan sendiri.
 
Jangan lukai hati saudara kalian dengan sakit hati karena orang yang disukainya ternyata telah dijadikan hak milik utk satu orang saja dengan hanya sebuah status ‘jadian’.
 
Janganlah rasa egois kalian memmbuat kalian melupakan bahwa persaudaraan itu di bangun atas pondasi pengorbanan. Dan pengorbanan yang harus kalian lakukan hanyalah dengan MENJAGA PERASAAN SAUDARAMU.
 
Kita bukanlah malaikat yang bersih dari napsu. Tapi kita disini sama2 menjaga diri demi sebuah hubungan mulia bernama SILATURRAHIM.
 
Jangan kecewakan kawanmu dengan merebut orang yang disukainya.. Ikhlaskanlah perasaanmu agar keadilan bisa kita tegakkan. Ketika seorangpun tidak pacaran, kita sama2 belajar bersabar, belajar menahan diri, agar tidak ada hati yang kecewa..
 
Seluruh ingatanku kembali dipenuhi oleh nasehat2 mulia rsebut.. dan ketika Amel beranjak kembali ke kamarnya sebuah bayangan yang lain hadir…
 
Ingatanku melayang ke pada sebuah kejadian yang terjadi di suatu malam di asrama depan blok putri.. ketika aku tak sengaja melewati kamar II sepulangku dari belajar di markaz al- Mukarram, aku mendengar suara Amel sedang sangat emosi ketika ia mengucapkan kalimat-kalimat yang terdengar bergetar2 keluar dari mulutnya..
 
“Siapa sih cowok itu? Hebat kali dia ya, hingga ia berhasil merusak hubungan silaturrahmi kedua saudaraku ini hanya gara2 menyukai dia… Sehebat apa dia hingga membuat kalian berdiam diri tidak saling bertegur sapa selama sebulan ini,,, Tidak ada seorang laki2pun di dunia ini yang berhak menghancurkan hubungan persaudaraan kita.. Tidak seorangpun,,,”
 
Lalu aku mendengar suara Amel terisak2 tak lagi mampu menyambung nasehat2nya kpd kedua org kwnnya sesama anggota kamar II, yang aku juga tau siapa mereka dan kpd siapa mrk telah jatuh cinta…
 
Semua kilasan bayang2an itu kini menjawab kegalau2n yang telah kusimpan selama bbrp bulan terakhir..
 
1000 orang Walad tak akan pernah mampu merusak hubungan yang telah kubangun dgn susah payah dgn saudari2ku.. Apalagi hanya seorang Walad saja.. Dia tak ada artinya dibandingkan anugrah silaturrahmi yang harus kujaga ini. Aku berjanji tidak akan pernah berkhianat terhadap perasaan2 sdr2iku yang mungkin juga telah menyimpan rasa kpd seorg yang sama dgnku walaupun mereka tdk pernah menampakkannya.. dalamnya lautan bisa terdeteksi, tapi dalamnya hati siapa yang tau…….

Sunday, 1 January 2017

MINA



Aku telah jatuh hati kepada seorang gadis berusia 15 tahun sejak pertama kali melihatnya di ruangan Ospek.
Setelah masa orientasi sekolah usai, aku dengan terang-terangan menyapanya beberapa kali, sehingga membuatnya, sebagai anak baru, berani bertegur sapa denganku. Walhasih dia kemudian kunobatkan menjadi adik kesayangan di hadapan teman-temanku.

“Ini Mina, kawan-kawan. Jika kalian masih ingat ceritaku tentangnya.” Ujarku suatu siang  saat sedang duduk bersama Mina di kantin sekolah.

“Oh, ini ya orangnya yang membuat Qe* lebih suka nongkrong di kantin tanpa kami?” Ujar Leoni mencibir.

“Jealous.” Aku mencoba membuat suasana lebih adem dengan candaan ringan.

Dan hubunganku dengan Mina semakin hari semakin dekat, seperti sepasang kekasih. Sayangnya aku adalah seorang perempuan, begitupun Mina. Dan kami juga sama-sama perempuan tulen, sehingga tidak mungkin bisa ditaklukkan oleh perempuan lainnya, hehe.

Tapi yang namanya “haters” akan selalu ada di muka bumi. Seperti saat itu, kebanyakan temanku mengejek bahwa aku telah membooking Mina untuk menjadi adik iparku. Kebetulan si ganteng Ahmad adik nomor duaku juga bersekolah di SMAN 19 Kota Banda  ini.

Aku tak begitu ingin menimpali ejekan-ejekan kawanku, tapi tetap berhati-hati tentang Mina dan Ahmad. Jangan sampai mereka benar-benar saling kenal dan jatuh hati. Tapi jumlah siswa kelas satu yang banyak dan jawaban Ahmad ketika kuinterogasi tentang Mina membuat rasa khawatirku lenyap. 

“Siapa Mina? Aku gak kenal.” Ujar Ahmad, si jagoan mamaku.

Beberapa bulan berlalu, seorang sahabat datang menghampiri dan bertanya macam-macam tentang Mina. Aku, mau tak mau, harus menaruh curiga akan sikapnya.

“Kenapa Qe, tanya-tanya Mina? Ucapku ketus, seperti seorang kekasih yang sedang cemburu.

Tanpa menjawab apapun, dia menyerahkan sepucuk surat beramplop biru ke tanganku.
Ragu-ragu aku membukanya, aku faham akan maksudnya, bahwa ini adalah sebuah surat penting dan dia ingin aku memeriksanya.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi pias di wajahku ketika menelusuri baris demi baris isi surat itu. Terlebih ketika menyadari bahwa Andre, sahabat karibku dari sejak kelas satu SMP, telah jatuh cinta kepada Mina.

“Tidak, jangan kepada Mina. Jatuh cintalah kepada gadis-gadis lain. Mina begitu polos, begitu anggun, begitu baik. Aku tidak akan rela seorangpun merusak hatinya. Biarkan dia tetap menjadi Mina yang lugu, paling tidak selama setahun ke depan, karena aku masih ada di sini, menjadi body-guardnya.” Jawabku panjang lebar tentang surat Andre yang berisi proposal untuk menjadikan Mina sebagai pacarnya.

Dan aku sangat mengenal Andre, dia tidak akan pernah ingin berdebat denganku. Maka surat beramplop biru itu kemudian menjadi serpihan-serpihan kecil ulah tangannya.

“Tolong buang bentar ya.” Ujar Andre meninggalkanku dalam keadaan gelisah. Khawatir telah membuat hati sahabat baikku itu kecewa. Tapi demi Mina, akan banyak lagi hati-hati lain yang terpaksa  aku kecewakan, kurasa.

Lain lagi dengan Antoni dengan sikap frontalnya langsung berteriak di depan semua pengungjung kantin suatu pagi saat jam istirhat pertama, “Eh, Mela, Mina buat aku ya. Kecuali Qe juga minat sama Mina. ” 

Sontak seisi kantin terbahak mendengar ucapan Antoni, dan aku buru-buru menarik tangan Mina menjauhi adegan nekat itu. Mina harus diselamatkan dari lelaki manapun. Dia sangat baik, aku tak ingin seorangpun merusak hatinya. Tidak selama aku masih ada disini.

Sore Rabu itu, seperti biasa aku mendapati Mina sedang menungguku menyelesaikan les persiapan UN di sekolah, sementara dia baru saja menyelesaikan latihan Pramuka yang telah lama menghilang dari daftar kegiatan anak-anak SMA dan kini hadir kembali semenjak kurikulum 2013 diberlakukan.

“Kita pulang bareng yok. Nanti kita singgah di warung Adun, Kakak sudah lama gak makan mie caluk*.” Ajakku ke Mina.

“Ahmad gak ikut pulang bareng kakak?” Tanya Mina.

“Dia tak akan pernah mau pulang denganku. Malu katanya, anak laki-laki harus berboncengan di belakang motor kakak perempuannya. Dia pasti sudah pulang dengan Bram.” Aku menjawab pertanyaan Mina panjang lebar dan sedikit merasa aneh karena ternyata Mina telah mengenal Ahmad. Mungkin karena mereka satu tim saat latihan pramuka, bisikku menentramkan suasana hati yang tak terima bahwa pada akhirnya Mina dan Ahmad sudah saling kenal.

Di warung Mie Caluk Adun, aku dan Mina mengobrol kesana kemari, tentang cita-citanya, tentang siswa-siswa yang mengganggunya, juga tentang ibunya yang akan segera menikah lagi karena ayahnya tak kunjung pulang. Ibunya sedang mengajukan fasakh* ke pengadilan agama, kata Mina, karena sudah 4 tahun keluarga Mina tidak mendengar kabar tentang ayahnya yang telah memilih untuk menikah lagi.

“Sebenarnya banyak kawan-kawan kak Mela yang suka sama Mina.” Aku mencoba mengalihkan percakapan. “Tapi kak Mela gak mau mereka mengganggu Mina. Kak Mela ingin hati Mina tetap bersih. Minakan berhijab, sudah seharusnya kita menjaga hijab kita dengan memberi contoh yang baik bagi lingkungan kita, seperti tidak pacaran misalnya, atau tidak menyontek saat ujian. Kita jaga hijab, hijab jaga kita. “ Tuturku panjang lebar.

Dan hingga 30 menit ke depan hanya suaraku saja yang terdengar. Mina tampak sedang tak ingin menimpali. Dia khusyu* mendengar ceramahku.

“Ayo kita pulang.” Akupun mengantarkannya sampai di depan gang rumahnya. Aku belum pernah bertemu ibunya. Belum saatnya bisik hatiku.

Malamnya aku mendapat sebaris SMS dari Mina, dia ingin bertemu denganku pagi-pagi sekali sebelum kelas dimulai.

“Kakak, Mina minta maaf.” Ujar gadis berjilbab putih di hadapanku.

“Kenapa Mina minta maaf. Mina mau pindah? Atau Mina belum bayar uang sekolah, perlu bantuan kakak ya?” Aku tak sabar dan langsung menebak-nebak apa kiranya yang membuat muka oval milik adik angkatku menjadi sangat cemas.

“Tidak, Kak. Mina salah sama kakak. Mina tidak amanah.” Ujarnya menambah rasa penasaranku.

“Memangnya kakak ada suruh apa sama Mina, Dek? Kenapa tiba-tiba ngomong gini.” Buruku lagi.
“Mina…” Lalu jeda.

“Kalau setelah ini kakak marah sama Mina, gak apa-apa. Mina terima. Tapi maafin Mina, Kak.” Dia tertunduk semakin dalam dan suaranya semakin samar.

“Mina udah mengkhianati kepercayaan kakak. Mina… pacaran, Kak.” Bisikannya kini terdengar seperti suara halilintar.

“Ya Allah, Mina. Tidak cukupkah ayahmu menjadi contoh bahwa banyak lelaki di dunia yang tidak dapat dipercaya. Mereka semua buaya. Jangan gampang percaya pada mereka. Mereka hanya ingin memanfaatkan Mina.” Teriakanku terdengar menggema di lorong sekolah di tempat kami sedang duduk sedari tadi.

“Siapa anak itu, kakak mau buat perhitungan.” Amukku lagi.

Dan jawaban Mina setelah itu telah berhasil membuatku terduduk lunglai. Aku kesulitan bernafas dan loteng-loteng putih di atas kepalaku seolah-olah berjatuhan menimpaku pagi itu.
Lelaki yang memacari Mina ternyata adalah Ahmadku

RINDU



             Rasanya sudah sewindu perasaan rindu pupus dari hati perempuan itu, setelah orang pertama dan terakhir yang berhasil menghidupkan berbagai macam rasa dalam hatinya pergi, menikahi sahabat karibnya dan memilih memboyong istrinya untuk meninggalkan desa. Alasan menyambung hidup di kota nampaknya kurang tepat, karena di kampung, Ampon Man, termasuk salah satu orang sukses yang mempunyai sebuah kebun rambutan dan beberapa petak sawah yang selalu menghasilkan panen yang melimpah.
            Ampon Man sejatinya adalah sepupu jauhnya. Ketika menginjak usia 40 tahun dan mereka sama-sama belum menemukan jodoh yang tepat, keluarga besar kemudian berusaha untuk menjodohkan mereka. Dan ternyata gayungpun bersambut. Hanya perlu menunggu tiga bulan saja, selepas panen,  mereka akan segera bersanding di pelaminan.
            Sebulan menjelang perayaan, padi-padi hasil panen sebelumnya sudah berupa berkarung-karung beras untuk pesta. Ayam-ayam  dan beberapa bebek tetangga sudah dibooking untuk acara. Rumah kedua calon mempelai sudah dibersihkan dan dicat ulang dengan warna kuning pudar. Saudara - saudara sudah dihubungi semua. Kelapa – kelapa sudah ditumpuk di bawah rumah tinggi model lama, demikian juga dengan kayu bakar yang akan digunakan untuk memasak nantinya.
            Mak Minah tampak selalu tersenyum di setiap waktu mengingat anak pertamanya akan segera menikah. Perempuan tua itu kini tidak perlu pusing lagi mendengar komentar - komentar miring tetangga perihal anak perempuannya yang telah ditinggal kawin oleh adik-adiknya. Kini Ainiah akan segera menemukan imamnya di usia yang ke 40.
            Seandainya Mak Minah tinggal di kota-kota besar, pastinya Mak Minah tidak akan terlalu dipusingkan dengan masalah ini. Putri sulungnya mungkin sudah menjadi seorang wanita karir yang selalu akan membela diri dengan sebuah slogan, “Life begins at forty, Mak.“  Tapi sayang mereka hanyalah orang kampung yang sehari-hari hanya bekerja di sawah milik mereka.
            “Niah, Ainiah, coba cari ayahmu sebentar. Pak Cekmu ada keperluan mendadak dengan ayah.” Terdengar suara Mak Minah memanggil Ainiah yang sedang duduk di kursi rotan di belakang rumah bersama Zainab, sahabat karibnya. Mereka sedang membicarakan model inai yang akan digunakan Ainiah di pesta perkawinannya nanti.
            Niahpun bergegas mencari ayahnya di kebun yang terletak hanya 100 meter dari rumah panggung milik keluarganya.
            Sungguh malang berita yang di dengar Niah sore itu, ternyata Ampon Man telah memutuskan hubungan sepihak, bahwa Niah akan digantikannya dengan perempuan lain dari kampung seberang. Yang paling sakitnya lagi, si Meulu, calon istri Ampon Man adalah sahabat sebangkunya kala SMA.
            Selepas itu Niah tak ingin tahu bagaimana cara ayahnya mengabari kembali kepada sanak saudara bahwa pesta Niah harus dibatalkan. Niah juga tak mau tahu bagaimana mak membatalkan pesanan pelaminan beserta kue-kue pengantin yang bahkan sudah hampir dibayar sepenuhnya.
            Niah melarikan diri dari kenyataan, dia ingin menganggap bahwa semua ini tak pernah terjadi. Tak banyak yang dilakukan Niah setelah itu. Niah menghabiskan kebanyakan waktunya di sungai bahkan di saat Niah tak perlu mencucikan pakaian orangtua dan adik-adiknya.
            Sempat tebersit dalam hati Niah untuk melompat ke dalam sungai dan membiarkan sungai menyeretnya kemanapun agar dia bisa melupakan semua ini dan menghapus rasa malunya. Tapi tentu saja tak akan dia lakukan. Niah masih punya iman, punya rasa sayang akan mak dan ayah, juga adik-adiknya
            Tahun-tahun berselang, Jamilah, adik nomor tujuh sekaligus yang paling bungsu di keluarga Niahpun menikah, sementara Niah masih tetap sendiri melakoni hidup sebagai seorang anak yang baik, seorang kakak yang baik, bahkan sebagai seorang ibu yang baik untuk anak adik-adiknya.
            Hampir semua adik-adiknya tinggal di kampung atau di kecamatan yang sama, sehingga mudah saja bagi Niah untuk mengunjungi mereka satu persatu sabagai ganti mak setelah beliau pergi menghadap-Nya.
            Namun berbeda dengan Jamilah, setelah menikah dia akan segera tinggal di kota bersama suaminya yang orang kantoran. Niah merasa sangat kehilangan. Rumah kayu yang telah diperluas ke belakang kini kosong, hanya tinggal Niah dan ayahnya yang semakin tua.
            Ketika tiba waktu Jamilah melahirkan, Niah diantar ke kota untuk membantu Jamilah mengurusi bayi yang akan segera lahir itu.
            Niah hanya bisa tinggal bersama Jamilah selama dua minggu. Keadaan ayahnya membuat Niah tidak bisa berlama-lama di kota untuk membantu adik bungsunya mengurus bayi mungil tersebut.
            Niah pulang dengan hati cemas bersama selembar foto bayi mungil yang dinamai Khansa. Niah tak ingin meninggalkan Jamilah tapi juga tidak bisa berlama-lama meninggalkan ayahnya sendirian di kampung.
            Selanjutnya Niah hanya mendengar kabar tentang Khansa dari adik-adik yang datang menjenguk ayah. Disaat itulah Niah dapat kembali mendengar suara Jamilah dan suara bayi mungil Khansa yang telah berhasil menghidupkan kembali rasa rindu di hati Niah yang telah lama mati.

Thursday, 29 December 2016

Debu - debu

Aku berlari mengejar debu
Bermimpi tentang debu

Berusaha mengais debu
Berharap mendapatkan debu

Berdoa untuk debu
Menangis demi debu
Meratapi debu

Bergerak dengan debu
Diam karena debu

Hidup untuk debu
Mati demi debu?

Aku ternyata hanya kumpulan debu-debu
hamba dari debu

#introspeksi_dhuha
10 November 2016


Ps. I was crying on my sajdah for my dhuha prayer when asking HIM about dun'ya.
Ashame on me to ask about hylic while i don't make any progress for my akhirah.
so the dust(debu-debu) here means dun'ya

Stay Young

Salah satu cara untuk bahagia adalah dengan meningkatkan semangat hidup, dan salah satu cara meningkatkan semangat hidup adalah dengan cara merasa selalu muda.

Sebangian orang merasa muda dengan bergaya seperti ABG, sebagian lain dengan berdandan menarik untuk menutupi usia yang sebenarnya, dan sebagiannya dengan berolah raga dan selalu berfikir positif.

Namun, bagi saya, agar terus merasa muda, saya memilih untuk bergaul dengan anak-anak muda cerdas dan aktif. Dimana saya bisa menemui anak-anak muda seperti ini?
Tentu saja diajang pencarian beasiswa.

Ajang pencarian beasiswa biasanya akan dipenuhi oleh muda mudi fresh graduate dari berbagai macam universitas di Aceh bahkan di Indonesia. Mereka kebanyakannya adalah mantan mahasiswa-mahasiswa yang smart dan aktif dalam berbagai macam kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Mereka adalah muda mudi yang memiliki mimpi dan visi jauh ke depan. Rasanya, tidak mungkin seorang mahasiswa yang pesimis bisa menembus seleksi berkas beasiswa yang super ketat.

Ketika sebuah program beasiswa dibuka, saya dengan penuh semangat menata ulang mimpi yang pernah tertunda. Saya kembali bergabung dengan berbagai grup beasiswa yang isinya so pasti mereka, calon pemimpin-pemimpin Indonesia ke depan. Semangat muda mereka yang masih membara menular ke saya dan membuat saya merasa masih seusia mereka. Kami berduskusi masalah yang sama, berebut kursi yang sama dengan cara yang sangat sehat. Oleh karena itu, Tuhan masih saja membiarkan saya berlomba dengan mereka berkali-kali, agar saya terus merasa muda. Agar saya terus merasa bahagia. Agar setiap penantian pengumuman beasiswa, saya dengan lebay memohon hal-hal yang sama berulang-ulang, persis seperti mereka. Ini jalan yang telah saya pilih agar terus menerus merasa awet muda.

Wednesday, 8 June 2016

My Tweet For Years



1.      Here are so many times still. and so many people will, just prepare for another loosing

2.      Tidak ada yg hadirnya hny kbetulan dam kehidupan. Terkdg mereka dtg hny utk mengajarkan kt cara melepaskan, cara mengucap selamat tinggal :"

3.       Suatu saat, rindu itu juga akan pergi, dan berlabuh ke lain hati,trust me

4.      Orang baik tdk akan merusak apa yg tdk ingin dirusak oleh orang lain. –Mm

5.      Kesetiaan milik sepi, ia yang tetap ada ketika yang lain memilih pergi. ~ @susyillona

6.      Sejak pagi, janin senja mati dibunuh awan. Kubaca gelagat itu dari angin, juga sajak bisu di kedua matamu. @MistikusAnomali

7.      Kukecupi engkau dalam puisi, kucintai sepenuh semesta, kutulis segalamu dalam kata. @hujandimatamu

8.      Give me a word, I'll send you a million poems 

9.      Aku, tak hendak merayu, tapi bolejkah mengingatkanmu? Hari2 kita terlalu berharga, -jangan segera kau lupa.. #akhir thn ajaran 

10.  Jika boleh aku meminta, tetaplah disini sesaat lagi, akan kurangkai bunga kenangan kita, untuk kau bawa dlm ingatmu selamanya

11.  Menghitung lagi, satu, dua hari, berharap ini hitungan maju, seperti kala pertama kita bertemu.. #akhir thn ajaran

12.  Berdiri aku, di tepian waktu, mempersiapkan hati untuk melepasmu. #akhir thn ajaran

13.  Ajari aku melupakan,segala kenangan yang kau tinggal, agar hati tak lagi gulana, saat nanti bersama mereka.. 

14.  Pada bulir hujan Kau titip selaksa kehidupan

15.  Bagi senja ada jingga yg temaram, bagi malam ada sunyi yg menentramkan, bagi hati ada kepingan yang tersimpan rapi 

16.  Dan binar kedua bintang itu menyilaukan. menusuk jauh ke relung paling dalam bongkah jiwa yang pernah kau singgahi

17.  Kau hawa bagi selaksa cinta yang bermuara di relung jiwa, Keumala :

18.  Ia, serupa hawa yang menikam cinta menjelma tipu daya, kembali datang membasuh luka.. 

19.  Pagi nan muram biarkan langit kesakitan tanpa mentari di awal siang. 

20.  Kelanamu dalam anganku begitu mengganggu. Tolong pergilah bersama waktu.

21.  Di deru doa, barisan asa berkelana, semoga ada akhir yang indah untuk kita, dinda.

22.  Setega bayang yang meninggalkanmu sendiri dalam gulita..

23.  Cukuplah sumbang suara hati berkicau melalui puisi. cukuplah sebagai isyarat bahwa aku masih ada disini, menanti

24.  Kekasih, sekelumit maya yang menghantui jiwa, bila kan menyata? 

25.  Engkau dan hujan adalah satu, segaris dalam ingatanku, yang kupaksa memudar seiring waktu. 

26.  Hujan adalah cerita tentang cinta yang belum pernah kita mulakan dan segera harus kita pupuskan

27.  Bicara rindu adalah bahasa bisu, hadir dalam diam, tercipta untuk dibungkam. 

28.  Hujan dan Sepotong Rindu yang Masih Kusimpan. –Prtemuan Kita 1

29.  Cinta yang entah dan bait puisi yang salah biar terkubur bersama hujan di bulan Juni, saat dimana aku takkan pernah menemukanmu lagi..

30.  Sebelum kukhatamkan malam di ranum mimpi, kupetik sebuah nama ke dalam doa, semoga Dia selalu menjagamu, disana

31.  Di ranum ranum asa, kau menikamku dengan rasa, meninggalkanku di ujung senja, Virza

32.  Pada sebuah nama, kutemukan ranum cinta yang tak pernah usang digerus masa, Delia. 

33.  Dibalik tatap matanya, ada ranum cinta yang tak pernah dijangkau indra 

34.  Telah kau cabut ranumnya rasa yang kusimpan sekian lama, oleh bentang masa yang membuatku gila 

35.  Pada batang sajak yang kau tanam, berbuah ranum kata cinta, berimbun daun yang teduh bagi jiwa 

36.  Akan ada masa dimana kita akan muak dengan segala yang pernah kita banggakan,sehingga pilihan untuk menarik diri menjadi langkah kemudian

37.  1.20 belum terpejam. karena hanya sabtu malam, satu-satunya waktu yang tersisa untuk menuntaskan bait-bait sajak yang kusimpan.

38.  Kelak waktu yang akan membeberkan segala rasa yang tersimpan, ketika tak lagi ada pilihan selain kata selamat tinggal.

39.  Gentayangan di ujung malam karena pesan yang kuredam tak mampu lg berdamai dengan kelam. 

40.  Kala sunyi tak lagi mampu menentramkan, kemas suara hatimu dalam tulisan, biarkan angin malam mengantarkannya ke tujuan. 

41.  Ketika bait bait puisi tak lagi mampu menyuarakan berisik hati, kumpulkan segala keberanian untuk menjauh pergi.. 

42.  Your failure does not define you, your determination does.-quoteBijak

43.  Hidup menawarkan berbagai rasa. Terkadang ada bagian indah yang ingin kita ulang, tulislah... Agar memory itu hidup selamanya. 

44.  Kepada hati kuperingatkan berhenti menghambakan diri pada rasa.Kepada lidah kuperingatkan,berhenti menggumbar kata kata mesra.

45.  Cinta adalah kolaborasi kamu dan waktu yg telah dikirim kepadaku. 

46.  Pada kabut langit pagi kutemui gerimis, pada kebekuan jiwamu kutemui cinta yang statis, manis. 

47.  Aturlah seribu langkah, ceritakan seribu kisah, sejauh mungkin pergilah. Namun dalam doa namamu kusebut tiada jengah.  

48.  Jika sudah saatnya, pergilah.. Dan kembalimu setelah itu, kutunggu, takkan pernah..

49.  Hanya sebentuk bayang dalam ilusi, sepenggal kisah di alam mimpi, sebentuk derita yg tak pernah ingin kuakhiri,Elzi 

50.  Karena kau adalah baris sajak di setiap puisiku, bait di setiap pantunku, rima di setiap syairku.  

51.  Mengais asa di denyut terakhir bait doa, smoga dapat kembali bersua, Liya :

52.  Di denyut jantung malam,ada rasa yang kubuang,ada perih yang kutikam,berkali kali,hingga kita hanyalah sebuah mimpi 

53.  Di setiap rapal doa, ada sebuah nama yg tak pernah alpa, yg tak pernah bosan kuharap bisa kulupa, manda.. 

54.  Antara logika dan rasa yang berjuang mempertahankan diri, saling membunuh dalam sepi 

55.  Pada gerimis di ujung senja,kutitipkan rasa pd derai angin,pd sebaris mantra yg tak pernah jemu kurapalkan,seindah sebuah nama

56.  Ini bukan,bukan tentang itu.. ini hanya tentang hatiku yang belum juga mampu merelakan kepergianmu... Rev

57.  Bukan tentang kita namun tentang masa yang telah mempersatukan dan mengambil kembali kemudian. Rev

58.  Bukan tentang bulir-bulir tak tertahankan di pipi. namun tentang hati yang tak kuasa tuk tak meratapi. Rev

59.  Bukan tentang aku dan puisi namun tentang kamu yang akan segera pergi..Rev

60.  Bukan tentang aku, kau, dia, dan cemara itu.. namun tentang smua kisah yang tlah kau titip dahulu Rev

61.  Bukan tentang rasa cemas kau akan melupakanku, namun tentang kemampuanku membendung rasa rindu Rev

62.  Bukan tentang seribu cinta yang tlah kau titip di hatiku namun tentang aku masih saja menginginkanmu, bersamaku...... :"( Rev

63.  Bukan tentang melepasmu tanpa rasa sakit namun tentang doa-doa yang tlah kutitip di langit. Rev

64.  Bukan tentang senyum,tangis, dan air mata kita tapi tentang bagaimana mungkin kita mengulangnya. Rev

65.  Bukan tentang sebuah perpisahan yang aku tangisi tapi tentang rasa ini yang tak mau kau bawa pergi. Rev

66.  Bukan tentang kau dan aku punya ceritaa tapi tentang bagaimana aku mampu melupakannya. Rev

67.  Bukan tentang engkau yang akan jadi kenangan. Tapi tentang bagaimana aku mengemasnya tanpa kesedihan Rev

68.  Bukan tentang tak ingin relakan kau pergi. Namun lebih tentang, aku masih terus berharap kau DISINI. #Melepas satu letting lagi :"( Rev

69.  Finally, I fell down tearing.. thank you, thank you.. for loving in the silent TT

70.  Mengapa harus mengurus sunyi untuk menyiksa diri demi sesuatu yang tak pasti.

71.  Mengapa mesti meresah susah yang harusnya tak pernah singgah, demi sebuah bayang yang telah disimpan Tuhan.

72.  Engkau adalah senyawa yang dikirimkan semesta, untukku sahaja..

73.  Aku menunggumu ratusan hari, hanya untuk tahu bahwa hatimu telah mati 

74.  Tatapanmu adalah laut yang membuat diriku terhanyut 

75.  Berapa kalikah lagi aku perlu merasakan patah hati utk mengirimimu sebait puisi 

76.  Mengeja sepi bersama gemintang sebelum fajar kembali datang menyamarkan bayangmu yang menghilang dalam terang. 

77.  Dan detik detik yang berdetak menghantarkanmu semakin jauh, mengaburkan seluruh  memori yang dengannya aku terbunuh. 

78.  Jika perpisahan adlh sbuah kniscayaan stlh sbuah ptemuan maka ptemuan adlh kniscayaan sblmnya.-Pengko

79.  Begitulah cinta, meski dia yang kau inginkan hanya mengingatmu sesekali. tetap saja do'a-do'amu menyebut namanya berkali-kali –Dayat

80.  love you.W/ no name&no explanation.Like a river that cannot explain why it follows a particular course, but simply flows onwards. -P.Celho

81.  Sudah pernahkah kukatakan kepadamu.. bahwa tatapan itu.. punya bahasa??

82.  Will I survive?? Of course I will. I've survived storm before. Paulo Celho

83.  The risk is too risky..

84.  Sometimes, when you have so many words to say, you JUST have to be SILENT.

85.  Stiap rintangan adlh sbuah ksempatan tuk jd lebi baik.Gula tak akan mbuat teh jd manis,melainkan adukan sendok yg bs mjadikannya seperti itu –Quote

86.  Jika kau jatuh cinta,pilihlah org yg tepat, yg boleh kau jatuhi cinta,agar kau tak perlu mengambil resiko terlalu tinggi utk patah hati. DIBH

87.  Dan engkau takkan pernah bs mrasakan apa yg kurasa, Kawan. Karena aku telah membayar tlalu mahal hanya untuk sebuah kt “Heart-breaking.” DIBH

88.  Dia terlalu jauh, bahkan dalam mimpipun aku takkkan pernah dapat menggapainya. –Naura

89.  Saat2 bertemu dgnya kemudian adlh wkt2 yg sangat spesial.Wkt2 yg bs mengubah hujan menjd pelangi, terik mentari terasa seindah purnama. DIBH

90.  Yang awal memaafkan; hatinya paling perkasa. Yang pertama melupakan; jiwanya paling bahagia. Yang memulai kebaikan; dirinya paling dicinta.

91.  Hati adalah referensi paling jitu bahkan ketika engkau TIDAK ingin mempercainya. #CintakuKandasDiDenver

92.  Jika saja kutau seperti apa 'sombong' itu berwujud dalam diriku.. Pastikan, aku takkan pernah tahu cara menggunakannya di depanmu.

93.  idak menjerumuskan ke jurang. Itulah makna sayang

94.  Kesempatan akan selalu ada. mungkin tidak hari ini, namun di lain masa. selama kita masih PERCAYA

95.  Di daun maple dan daun jendela bulir bergulir hujan-hujan, bulan padam pelan-pelan. ini laju semi musim semi. ke sana: mengutara ke utara. @Reza Idria

96.  Wherever your heart is, there you will find your treasure. -The Alchemist

97.  Dan aku tiba di sini; jalan raya yg terbuat dari parasmu. Katakata canggung, waktu gugu. Bagaimanakah kau menerjemahkan kekosongan? –HTR

98.  Jika kau ingin mengenal dunia, membacalah. Namun, jika kau ingin dikenal oleh dunia, menulislah." (Pramoedya A. Toer) | 

99.  Leaving is better when Loving is NOT enough

100.                      Selama kita yakin dengan nilai-nilai yang kita perjuangkan, sesungguhnya kita adalah pemenang kehidupan.-Salsa

101.                      Aneh itu ketika orang yang buat salah teriak sama orang yang buat benar.. "KAMU SALAAAH.

102.                      Ternyata kita telah menang ketika membiarkan mereka menang dg kemenangan yg mereka inginkan.. itulah bentuk sebuah kemenangan hakiki.

103.                      Kezaliman akan terus ada. Bukan karena banyaknya orang2 jahat, tapi karena DIAMNYA ORANG2 BAIK" –Ali K.w

104.                      Changes happen when we go against something we're used to doing. –P.Celho

105.                      Manfaatkan kesendirian. jangan mau dimanfaatkan oleh kesendirian.

106.                      Conciedentally.. hearing the wind whispering the air that u made mistake.. could the wind lie?