Sunday, 1 January 2017

MINA



Aku telah jatuh hati kepada seorang gadis berusia 15 tahun sejak pertama kali melihatnya di ruangan Ospek.
Setelah masa orientasi sekolah usai, aku dengan terang-terangan menyapanya beberapa kali, sehingga membuatnya, sebagai anak baru, berani bertegur sapa denganku. Walhasih dia kemudian kunobatkan menjadi adik kesayangan di hadapan teman-temanku.

“Ini Mina, kawan-kawan. Jika kalian masih ingat ceritaku tentangnya.” Ujarku suatu siang  saat sedang duduk bersama Mina di kantin sekolah.

“Oh, ini ya orangnya yang membuat Qe* lebih suka nongkrong di kantin tanpa kami?” Ujar Leoni mencibir.

“Jealous.” Aku mencoba membuat suasana lebih adem dengan candaan ringan.

Dan hubunganku dengan Mina semakin hari semakin dekat, seperti sepasang kekasih. Sayangnya aku adalah seorang perempuan, begitupun Mina. Dan kami juga sama-sama perempuan tulen, sehingga tidak mungkin bisa ditaklukkan oleh perempuan lainnya, hehe.

Tapi yang namanya “haters” akan selalu ada di muka bumi. Seperti saat itu, kebanyakan temanku mengejek bahwa aku telah membooking Mina untuk menjadi adik iparku. Kebetulan si ganteng Ahmad adik nomor duaku juga bersekolah di SMAN 19 Kota Banda  ini.

Aku tak begitu ingin menimpali ejekan-ejekan kawanku, tapi tetap berhati-hati tentang Mina dan Ahmad. Jangan sampai mereka benar-benar saling kenal dan jatuh hati. Tapi jumlah siswa kelas satu yang banyak dan jawaban Ahmad ketika kuinterogasi tentang Mina membuat rasa khawatirku lenyap. 

“Siapa Mina? Aku gak kenal.” Ujar Ahmad, si jagoan mamaku.

Beberapa bulan berlalu, seorang sahabat datang menghampiri dan bertanya macam-macam tentang Mina. Aku, mau tak mau, harus menaruh curiga akan sikapnya.

“Kenapa Qe, tanya-tanya Mina? Ucapku ketus, seperti seorang kekasih yang sedang cemburu.

Tanpa menjawab apapun, dia menyerahkan sepucuk surat beramplop biru ke tanganku.
Ragu-ragu aku membukanya, aku faham akan maksudnya, bahwa ini adalah sebuah surat penting dan dia ingin aku memeriksanya.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi pias di wajahku ketika menelusuri baris demi baris isi surat itu. Terlebih ketika menyadari bahwa Andre, sahabat karibku dari sejak kelas satu SMP, telah jatuh cinta kepada Mina.

“Tidak, jangan kepada Mina. Jatuh cintalah kepada gadis-gadis lain. Mina begitu polos, begitu anggun, begitu baik. Aku tidak akan rela seorangpun merusak hatinya. Biarkan dia tetap menjadi Mina yang lugu, paling tidak selama setahun ke depan, karena aku masih ada di sini, menjadi body-guardnya.” Jawabku panjang lebar tentang surat Andre yang berisi proposal untuk menjadikan Mina sebagai pacarnya.

Dan aku sangat mengenal Andre, dia tidak akan pernah ingin berdebat denganku. Maka surat beramplop biru itu kemudian menjadi serpihan-serpihan kecil ulah tangannya.

“Tolong buang bentar ya.” Ujar Andre meninggalkanku dalam keadaan gelisah. Khawatir telah membuat hati sahabat baikku itu kecewa. Tapi demi Mina, akan banyak lagi hati-hati lain yang terpaksa  aku kecewakan, kurasa.

Lain lagi dengan Antoni dengan sikap frontalnya langsung berteriak di depan semua pengungjung kantin suatu pagi saat jam istirhat pertama, “Eh, Mela, Mina buat aku ya. Kecuali Qe juga minat sama Mina. ” 

Sontak seisi kantin terbahak mendengar ucapan Antoni, dan aku buru-buru menarik tangan Mina menjauhi adegan nekat itu. Mina harus diselamatkan dari lelaki manapun. Dia sangat baik, aku tak ingin seorangpun merusak hatinya. Tidak selama aku masih ada disini.

Sore Rabu itu, seperti biasa aku mendapati Mina sedang menungguku menyelesaikan les persiapan UN di sekolah, sementara dia baru saja menyelesaikan latihan Pramuka yang telah lama menghilang dari daftar kegiatan anak-anak SMA dan kini hadir kembali semenjak kurikulum 2013 diberlakukan.

“Kita pulang bareng yok. Nanti kita singgah di warung Adun, Kakak sudah lama gak makan mie caluk*.” Ajakku ke Mina.

“Ahmad gak ikut pulang bareng kakak?” Tanya Mina.

“Dia tak akan pernah mau pulang denganku. Malu katanya, anak laki-laki harus berboncengan di belakang motor kakak perempuannya. Dia pasti sudah pulang dengan Bram.” Aku menjawab pertanyaan Mina panjang lebar dan sedikit merasa aneh karena ternyata Mina telah mengenal Ahmad. Mungkin karena mereka satu tim saat latihan pramuka, bisikku menentramkan suasana hati yang tak terima bahwa pada akhirnya Mina dan Ahmad sudah saling kenal.

Di warung Mie Caluk Adun, aku dan Mina mengobrol kesana kemari, tentang cita-citanya, tentang siswa-siswa yang mengganggunya, juga tentang ibunya yang akan segera menikah lagi karena ayahnya tak kunjung pulang. Ibunya sedang mengajukan fasakh* ke pengadilan agama, kata Mina, karena sudah 4 tahun keluarga Mina tidak mendengar kabar tentang ayahnya yang telah memilih untuk menikah lagi.

“Sebenarnya banyak kawan-kawan kak Mela yang suka sama Mina.” Aku mencoba mengalihkan percakapan. “Tapi kak Mela gak mau mereka mengganggu Mina. Kak Mela ingin hati Mina tetap bersih. Minakan berhijab, sudah seharusnya kita menjaga hijab kita dengan memberi contoh yang baik bagi lingkungan kita, seperti tidak pacaran misalnya, atau tidak menyontek saat ujian. Kita jaga hijab, hijab jaga kita. “ Tuturku panjang lebar.

Dan hingga 30 menit ke depan hanya suaraku saja yang terdengar. Mina tampak sedang tak ingin menimpali. Dia khusyu* mendengar ceramahku.

“Ayo kita pulang.” Akupun mengantarkannya sampai di depan gang rumahnya. Aku belum pernah bertemu ibunya. Belum saatnya bisik hatiku.

Malamnya aku mendapat sebaris SMS dari Mina, dia ingin bertemu denganku pagi-pagi sekali sebelum kelas dimulai.

“Kakak, Mina minta maaf.” Ujar gadis berjilbab putih di hadapanku.

“Kenapa Mina minta maaf. Mina mau pindah? Atau Mina belum bayar uang sekolah, perlu bantuan kakak ya?” Aku tak sabar dan langsung menebak-nebak apa kiranya yang membuat muka oval milik adik angkatku menjadi sangat cemas.

“Tidak, Kak. Mina salah sama kakak. Mina tidak amanah.” Ujarnya menambah rasa penasaranku.

“Memangnya kakak ada suruh apa sama Mina, Dek? Kenapa tiba-tiba ngomong gini.” Buruku lagi.
“Mina…” Lalu jeda.

“Kalau setelah ini kakak marah sama Mina, gak apa-apa. Mina terima. Tapi maafin Mina, Kak.” Dia tertunduk semakin dalam dan suaranya semakin samar.

“Mina udah mengkhianati kepercayaan kakak. Mina… pacaran, Kak.” Bisikannya kini terdengar seperti suara halilintar.

“Ya Allah, Mina. Tidak cukupkah ayahmu menjadi contoh bahwa banyak lelaki di dunia yang tidak dapat dipercaya. Mereka semua buaya. Jangan gampang percaya pada mereka. Mereka hanya ingin memanfaatkan Mina.” Teriakanku terdengar menggema di lorong sekolah di tempat kami sedang duduk sedari tadi.

“Siapa anak itu, kakak mau buat perhitungan.” Amukku lagi.

Dan jawaban Mina setelah itu telah berhasil membuatku terduduk lunglai. Aku kesulitan bernafas dan loteng-loteng putih di atas kepalaku seolah-olah berjatuhan menimpaku pagi itu.
Lelaki yang memacari Mina ternyata adalah Ahmadku

RINDU



             Rasanya sudah sewindu perasaan rindu pupus dari hati perempuan itu, setelah orang pertama dan terakhir yang berhasil menghidupkan berbagai macam rasa dalam hatinya pergi, menikahi sahabat karibnya dan memilih memboyong istrinya untuk meninggalkan desa. Alasan menyambung hidup di kota nampaknya kurang tepat, karena di kampung, Ampon Man, termasuk salah satu orang sukses yang mempunyai sebuah kebun rambutan dan beberapa petak sawah yang selalu menghasilkan panen yang melimpah.
            Ampon Man sejatinya adalah sepupu jauhnya. Ketika menginjak usia 40 tahun dan mereka sama-sama belum menemukan jodoh yang tepat, keluarga besar kemudian berusaha untuk menjodohkan mereka. Dan ternyata gayungpun bersambut. Hanya perlu menunggu tiga bulan saja, selepas panen,  mereka akan segera bersanding di pelaminan.
            Sebulan menjelang perayaan, padi-padi hasil panen sebelumnya sudah berupa berkarung-karung beras untuk pesta. Ayam-ayam  dan beberapa bebek tetangga sudah dibooking untuk acara. Rumah kedua calon mempelai sudah dibersihkan dan dicat ulang dengan warna kuning pudar. Saudara - saudara sudah dihubungi semua. Kelapa – kelapa sudah ditumpuk di bawah rumah tinggi model lama, demikian juga dengan kayu bakar yang akan digunakan untuk memasak nantinya.
            Mak Minah tampak selalu tersenyum di setiap waktu mengingat anak pertamanya akan segera menikah. Perempuan tua itu kini tidak perlu pusing lagi mendengar komentar - komentar miring tetangga perihal anak perempuannya yang telah ditinggal kawin oleh adik-adiknya. Kini Ainiah akan segera menemukan imamnya di usia yang ke 40.
            Seandainya Mak Minah tinggal di kota-kota besar, pastinya Mak Minah tidak akan terlalu dipusingkan dengan masalah ini. Putri sulungnya mungkin sudah menjadi seorang wanita karir yang selalu akan membela diri dengan sebuah slogan, “Life begins at forty, Mak.“  Tapi sayang mereka hanyalah orang kampung yang sehari-hari hanya bekerja di sawah milik mereka.
            “Niah, Ainiah, coba cari ayahmu sebentar. Pak Cekmu ada keperluan mendadak dengan ayah.” Terdengar suara Mak Minah memanggil Ainiah yang sedang duduk di kursi rotan di belakang rumah bersama Zainab, sahabat karibnya. Mereka sedang membicarakan model inai yang akan digunakan Ainiah di pesta perkawinannya nanti.
            Niahpun bergegas mencari ayahnya di kebun yang terletak hanya 100 meter dari rumah panggung milik keluarganya.
            Sungguh malang berita yang di dengar Niah sore itu, ternyata Ampon Man telah memutuskan hubungan sepihak, bahwa Niah akan digantikannya dengan perempuan lain dari kampung seberang. Yang paling sakitnya lagi, si Meulu, calon istri Ampon Man adalah sahabat sebangkunya kala SMA.
            Selepas itu Niah tak ingin tahu bagaimana cara ayahnya mengabari kembali kepada sanak saudara bahwa pesta Niah harus dibatalkan. Niah juga tak mau tahu bagaimana mak membatalkan pesanan pelaminan beserta kue-kue pengantin yang bahkan sudah hampir dibayar sepenuhnya.
            Niah melarikan diri dari kenyataan, dia ingin menganggap bahwa semua ini tak pernah terjadi. Tak banyak yang dilakukan Niah setelah itu. Niah menghabiskan kebanyakan waktunya di sungai bahkan di saat Niah tak perlu mencucikan pakaian orangtua dan adik-adiknya.
            Sempat tebersit dalam hati Niah untuk melompat ke dalam sungai dan membiarkan sungai menyeretnya kemanapun agar dia bisa melupakan semua ini dan menghapus rasa malunya. Tapi tentu saja tak akan dia lakukan. Niah masih punya iman, punya rasa sayang akan mak dan ayah, juga adik-adiknya
            Tahun-tahun berselang, Jamilah, adik nomor tujuh sekaligus yang paling bungsu di keluarga Niahpun menikah, sementara Niah masih tetap sendiri melakoni hidup sebagai seorang anak yang baik, seorang kakak yang baik, bahkan sebagai seorang ibu yang baik untuk anak adik-adiknya.
            Hampir semua adik-adiknya tinggal di kampung atau di kecamatan yang sama, sehingga mudah saja bagi Niah untuk mengunjungi mereka satu persatu sabagai ganti mak setelah beliau pergi menghadap-Nya.
            Namun berbeda dengan Jamilah, setelah menikah dia akan segera tinggal di kota bersama suaminya yang orang kantoran. Niah merasa sangat kehilangan. Rumah kayu yang telah diperluas ke belakang kini kosong, hanya tinggal Niah dan ayahnya yang semakin tua.
            Ketika tiba waktu Jamilah melahirkan, Niah diantar ke kota untuk membantu Jamilah mengurusi bayi yang akan segera lahir itu.
            Niah hanya bisa tinggal bersama Jamilah selama dua minggu. Keadaan ayahnya membuat Niah tidak bisa berlama-lama di kota untuk membantu adik bungsunya mengurus bayi mungil tersebut.
            Niah pulang dengan hati cemas bersama selembar foto bayi mungil yang dinamai Khansa. Niah tak ingin meninggalkan Jamilah tapi juga tidak bisa berlama-lama meninggalkan ayahnya sendirian di kampung.
            Selanjutnya Niah hanya mendengar kabar tentang Khansa dari adik-adik yang datang menjenguk ayah. Disaat itulah Niah dapat kembali mendengar suara Jamilah dan suara bayi mungil Khansa yang telah berhasil menghidupkan kembali rasa rindu di hati Niah yang telah lama mati.

Thursday, 29 December 2016

Debu - debu

Aku berlari mengejar debu
Bermimpi tentang debu

Berusaha mengais debu
Berharap mendapatkan debu

Berdoa untuk debu
Menangis demi debu
Meratapi debu

Bergerak dengan debu
Diam karena debu

Hidup untuk debu
Mati demi debu?

Aku ternyata hanya kumpulan debu-debu
hamba dari debu

#introspeksi_dhuha
10 November 2016


Ps. I was crying on my sajdah for my dhuha prayer when asking HIM about dun'ya.
Ashame on me to ask about hylic while i don't make any progress for my akhirah.
so the dust(debu-debu) here means dun'ya

Stay Young

Salah satu cara untuk bahagia adalah dengan meningkatkan semangat hidup, dan salah satu cara meningkatkan semangat hidup adalah dengan cara merasa selalu muda.

Sebangian orang merasa muda dengan bergaya seperti ABG, sebagian lain dengan berdandan menarik untuk menutupi usia yang sebenarnya, dan sebagiannya dengan berolah raga dan selalu berfikir positif.

Namun, bagi saya, agar terus merasa muda, saya memilih untuk bergaul dengan anak-anak muda cerdas dan aktif. Dimana saya bisa menemui anak-anak muda seperti ini?
Tentu saja diajang pencarian beasiswa.

Ajang pencarian beasiswa biasanya akan dipenuhi oleh muda mudi fresh graduate dari berbagai macam universitas di Aceh bahkan di Indonesia. Mereka kebanyakannya adalah mantan mahasiswa-mahasiswa yang smart dan aktif dalam berbagai macam kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Mereka adalah muda mudi yang memiliki mimpi dan visi jauh ke depan. Rasanya, tidak mungkin seorang mahasiswa yang pesimis bisa menembus seleksi berkas beasiswa yang super ketat.

Ketika sebuah program beasiswa dibuka, saya dengan penuh semangat menata ulang mimpi yang pernah tertunda. Saya kembali bergabung dengan berbagai grup beasiswa yang isinya so pasti mereka, calon pemimpin-pemimpin Indonesia ke depan. Semangat muda mereka yang masih membara menular ke saya dan membuat saya merasa masih seusia mereka. Kami berduskusi masalah yang sama, berebut kursi yang sama dengan cara yang sangat sehat. Oleh karena itu, Tuhan masih saja membiarkan saya berlomba dengan mereka berkali-kali, agar saya terus merasa muda. Agar saya terus merasa bahagia. Agar setiap penantian pengumuman beasiswa, saya dengan lebay memohon hal-hal yang sama berulang-ulang, persis seperti mereka. Ini jalan yang telah saya pilih agar terus menerus merasa awet muda.

Wednesday, 8 June 2016

My Tweet For Years



1.      Here are so many times still. and so many people will, just prepare for another loosing

2.      Tidak ada yg hadirnya hny kbetulan dam kehidupan. Terkdg mereka dtg hny utk mengajarkan kt cara melepaskan, cara mengucap selamat tinggal :"

3.       Suatu saat, rindu itu juga akan pergi, dan berlabuh ke lain hati,trust me

4.      Orang baik tdk akan merusak apa yg tdk ingin dirusak oleh orang lain. –Mm

5.      Kesetiaan milik sepi, ia yang tetap ada ketika yang lain memilih pergi. ~ @susyillona

6.      Sejak pagi, janin senja mati dibunuh awan. Kubaca gelagat itu dari angin, juga sajak bisu di kedua matamu. @MistikusAnomali

7.      Kukecupi engkau dalam puisi, kucintai sepenuh semesta, kutulis segalamu dalam kata. @hujandimatamu

8.      Give me a word, I'll send you a million poems 

9.      Aku, tak hendak merayu, tapi bolejkah mengingatkanmu? Hari2 kita terlalu berharga, -jangan segera kau lupa.. #akhir thn ajaran 

10.  Jika boleh aku meminta, tetaplah disini sesaat lagi, akan kurangkai bunga kenangan kita, untuk kau bawa dlm ingatmu selamanya

11.  Menghitung lagi, satu, dua hari, berharap ini hitungan maju, seperti kala pertama kita bertemu.. #akhir thn ajaran

12.  Berdiri aku, di tepian waktu, mempersiapkan hati untuk melepasmu. #akhir thn ajaran

13.  Ajari aku melupakan,segala kenangan yang kau tinggal, agar hati tak lagi gulana, saat nanti bersama mereka.. 

14.  Pada bulir hujan Kau titip selaksa kehidupan

15.  Bagi senja ada jingga yg temaram, bagi malam ada sunyi yg menentramkan, bagi hati ada kepingan yang tersimpan rapi 

16.  Dan binar kedua bintang itu menyilaukan. menusuk jauh ke relung paling dalam bongkah jiwa yang pernah kau singgahi

17.  Kau hawa bagi selaksa cinta yang bermuara di relung jiwa, Keumala :

18.  Ia, serupa hawa yang menikam cinta menjelma tipu daya, kembali datang membasuh luka.. 

19.  Pagi nan muram biarkan langit kesakitan tanpa mentari di awal siang. 

20.  Kelanamu dalam anganku begitu mengganggu. Tolong pergilah bersama waktu.

21.  Di deru doa, barisan asa berkelana, semoga ada akhir yang indah untuk kita, dinda.

22.  Setega bayang yang meninggalkanmu sendiri dalam gulita..

23.  Cukuplah sumbang suara hati berkicau melalui puisi. cukuplah sebagai isyarat bahwa aku masih ada disini, menanti

24.  Kekasih, sekelumit maya yang menghantui jiwa, bila kan menyata? 

25.  Engkau dan hujan adalah satu, segaris dalam ingatanku, yang kupaksa memudar seiring waktu. 

26.  Hujan adalah cerita tentang cinta yang belum pernah kita mulakan dan segera harus kita pupuskan

27.  Bicara rindu adalah bahasa bisu, hadir dalam diam, tercipta untuk dibungkam. 

28.  Hujan dan Sepotong Rindu yang Masih Kusimpan. –Prtemuan Kita 1

29.  Cinta yang entah dan bait puisi yang salah biar terkubur bersama hujan di bulan Juni, saat dimana aku takkan pernah menemukanmu lagi..

30.  Sebelum kukhatamkan malam di ranum mimpi, kupetik sebuah nama ke dalam doa, semoga Dia selalu menjagamu, disana

31.  Di ranum ranum asa, kau menikamku dengan rasa, meninggalkanku di ujung senja, Virza

32.  Pada sebuah nama, kutemukan ranum cinta yang tak pernah usang digerus masa, Delia. 

33.  Dibalik tatap matanya, ada ranum cinta yang tak pernah dijangkau indra 

34.  Telah kau cabut ranumnya rasa yang kusimpan sekian lama, oleh bentang masa yang membuatku gila 

35.  Pada batang sajak yang kau tanam, berbuah ranum kata cinta, berimbun daun yang teduh bagi jiwa 

36.  Akan ada masa dimana kita akan muak dengan segala yang pernah kita banggakan,sehingga pilihan untuk menarik diri menjadi langkah kemudian

37.  1.20 belum terpejam. karena hanya sabtu malam, satu-satunya waktu yang tersisa untuk menuntaskan bait-bait sajak yang kusimpan.

38.  Kelak waktu yang akan membeberkan segala rasa yang tersimpan, ketika tak lagi ada pilihan selain kata selamat tinggal.

39.  Gentayangan di ujung malam karena pesan yang kuredam tak mampu lg berdamai dengan kelam. 

40.  Kala sunyi tak lagi mampu menentramkan, kemas suara hatimu dalam tulisan, biarkan angin malam mengantarkannya ke tujuan. 

41.  Ketika bait bait puisi tak lagi mampu menyuarakan berisik hati, kumpulkan segala keberanian untuk menjauh pergi.. 

42.  Your failure does not define you, your determination does.-quoteBijak

43.  Hidup menawarkan berbagai rasa. Terkadang ada bagian indah yang ingin kita ulang, tulislah... Agar memory itu hidup selamanya. 

44.  Kepada hati kuperingatkan berhenti menghambakan diri pada rasa.Kepada lidah kuperingatkan,berhenti menggumbar kata kata mesra.

45.  Cinta adalah kolaborasi kamu dan waktu yg telah dikirim kepadaku. 

46.  Pada kabut langit pagi kutemui gerimis, pada kebekuan jiwamu kutemui cinta yang statis, manis. 

47.  Aturlah seribu langkah, ceritakan seribu kisah, sejauh mungkin pergilah. Namun dalam doa namamu kusebut tiada jengah.  

48.  Jika sudah saatnya, pergilah.. Dan kembalimu setelah itu, kutunggu, takkan pernah..

49.  Hanya sebentuk bayang dalam ilusi, sepenggal kisah di alam mimpi, sebentuk derita yg tak pernah ingin kuakhiri,Elzi 

50.  Karena kau adalah baris sajak di setiap puisiku, bait di setiap pantunku, rima di setiap syairku.  

51.  Mengais asa di denyut terakhir bait doa, smoga dapat kembali bersua, Liya :

52.  Di denyut jantung malam,ada rasa yang kubuang,ada perih yang kutikam,berkali kali,hingga kita hanyalah sebuah mimpi 

53.  Di setiap rapal doa, ada sebuah nama yg tak pernah alpa, yg tak pernah bosan kuharap bisa kulupa, manda.. 

54.  Antara logika dan rasa yang berjuang mempertahankan diri, saling membunuh dalam sepi 

55.  Pada gerimis di ujung senja,kutitipkan rasa pd derai angin,pd sebaris mantra yg tak pernah jemu kurapalkan,seindah sebuah nama

56.  Ini bukan,bukan tentang itu.. ini hanya tentang hatiku yang belum juga mampu merelakan kepergianmu... Rev

57.  Bukan tentang kita namun tentang masa yang telah mempersatukan dan mengambil kembali kemudian. Rev

58.  Bukan tentang bulir-bulir tak tertahankan di pipi. namun tentang hati yang tak kuasa tuk tak meratapi. Rev

59.  Bukan tentang aku dan puisi namun tentang kamu yang akan segera pergi..Rev

60.  Bukan tentang aku, kau, dia, dan cemara itu.. namun tentang smua kisah yang tlah kau titip dahulu Rev

61.  Bukan tentang rasa cemas kau akan melupakanku, namun tentang kemampuanku membendung rasa rindu Rev

62.  Bukan tentang seribu cinta yang tlah kau titip di hatiku namun tentang aku masih saja menginginkanmu, bersamaku...... :"( Rev

63.  Bukan tentang melepasmu tanpa rasa sakit namun tentang doa-doa yang tlah kutitip di langit. Rev

64.  Bukan tentang senyum,tangis, dan air mata kita tapi tentang bagaimana mungkin kita mengulangnya. Rev

65.  Bukan tentang sebuah perpisahan yang aku tangisi tapi tentang rasa ini yang tak mau kau bawa pergi. Rev

66.  Bukan tentang kau dan aku punya ceritaa tapi tentang bagaimana aku mampu melupakannya. Rev

67.  Bukan tentang engkau yang akan jadi kenangan. Tapi tentang bagaimana aku mengemasnya tanpa kesedihan Rev

68.  Bukan tentang tak ingin relakan kau pergi. Namun lebih tentang, aku masih terus berharap kau DISINI. #Melepas satu letting lagi :"( Rev

69.  Finally, I fell down tearing.. thank you, thank you.. for loving in the silent TT

70.  Mengapa harus mengurus sunyi untuk menyiksa diri demi sesuatu yang tak pasti.

71.  Mengapa mesti meresah susah yang harusnya tak pernah singgah, demi sebuah bayang yang telah disimpan Tuhan.

72.  Engkau adalah senyawa yang dikirimkan semesta, untukku sahaja..

73.  Aku menunggumu ratusan hari, hanya untuk tahu bahwa hatimu telah mati 

74.  Tatapanmu adalah laut yang membuat diriku terhanyut 

75.  Berapa kalikah lagi aku perlu merasakan patah hati utk mengirimimu sebait puisi 

76.  Mengeja sepi bersama gemintang sebelum fajar kembali datang menyamarkan bayangmu yang menghilang dalam terang. 

77.  Dan detik detik yang berdetak menghantarkanmu semakin jauh, mengaburkan seluruh  memori yang dengannya aku terbunuh. 

78.  Jika perpisahan adlh sbuah kniscayaan stlh sbuah ptemuan maka ptemuan adlh kniscayaan sblmnya.-Pengko

79.  Begitulah cinta, meski dia yang kau inginkan hanya mengingatmu sesekali. tetap saja do'a-do'amu menyebut namanya berkali-kali –Dayat

80.  love you.W/ no name&no explanation.Like a river that cannot explain why it follows a particular course, but simply flows onwards. -P.Celho

81.  Sudah pernahkah kukatakan kepadamu.. bahwa tatapan itu.. punya bahasa??

82.  Will I survive?? Of course I will. I've survived storm before. Paulo Celho

83.  The risk is too risky..

84.  Sometimes, when you have so many words to say, you JUST have to be SILENT.

85.  Stiap rintangan adlh sbuah ksempatan tuk jd lebi baik.Gula tak akan mbuat teh jd manis,melainkan adukan sendok yg bs mjadikannya seperti itu –Quote

86.  Jika kau jatuh cinta,pilihlah org yg tepat, yg boleh kau jatuhi cinta,agar kau tak perlu mengambil resiko terlalu tinggi utk patah hati. DIBH

87.  Dan engkau takkan pernah bs mrasakan apa yg kurasa, Kawan. Karena aku telah membayar tlalu mahal hanya untuk sebuah kt “Heart-breaking.” DIBH

88.  Dia terlalu jauh, bahkan dalam mimpipun aku takkkan pernah dapat menggapainya. –Naura

89.  Saat2 bertemu dgnya kemudian adlh wkt2 yg sangat spesial.Wkt2 yg bs mengubah hujan menjd pelangi, terik mentari terasa seindah purnama. DIBH

90.  Yang awal memaafkan; hatinya paling perkasa. Yang pertama melupakan; jiwanya paling bahagia. Yang memulai kebaikan; dirinya paling dicinta.

91.  Hati adalah referensi paling jitu bahkan ketika engkau TIDAK ingin mempercainya. #CintakuKandasDiDenver

92.  Jika saja kutau seperti apa 'sombong' itu berwujud dalam diriku.. Pastikan, aku takkan pernah tahu cara menggunakannya di depanmu.

93.  idak menjerumuskan ke jurang. Itulah makna sayang

94.  Kesempatan akan selalu ada. mungkin tidak hari ini, namun di lain masa. selama kita masih PERCAYA

95.  Di daun maple dan daun jendela bulir bergulir hujan-hujan, bulan padam pelan-pelan. ini laju semi musim semi. ke sana: mengutara ke utara. @Reza Idria

96.  Wherever your heart is, there you will find your treasure. -The Alchemist

97.  Dan aku tiba di sini; jalan raya yg terbuat dari parasmu. Katakata canggung, waktu gugu. Bagaimanakah kau menerjemahkan kekosongan? –HTR

98.  Jika kau ingin mengenal dunia, membacalah. Namun, jika kau ingin dikenal oleh dunia, menulislah." (Pramoedya A. Toer) | 

99.  Leaving is better when Loving is NOT enough

100.                      Selama kita yakin dengan nilai-nilai yang kita perjuangkan, sesungguhnya kita adalah pemenang kehidupan.-Salsa

101.                      Aneh itu ketika orang yang buat salah teriak sama orang yang buat benar.. "KAMU SALAAAH.

102.                      Ternyata kita telah menang ketika membiarkan mereka menang dg kemenangan yg mereka inginkan.. itulah bentuk sebuah kemenangan hakiki.

103.                      Kezaliman akan terus ada. Bukan karena banyaknya orang2 jahat, tapi karena DIAMNYA ORANG2 BAIK" –Ali K.w

104.                      Changes happen when we go against something we're used to doing. –P.Celho

105.                      Manfaatkan kesendirian. jangan mau dimanfaatkan oleh kesendirian.

106.                      Conciedentally.. hearing the wind whispering the air that u made mistake.. could the wind lie?